
Cekrek! Cekrek! Cekrek!
Setelah beberapa foto diambil oleh pria asli Prancis tadi, ia mengembalikan benda canggih itu pada Aisha. Tersenyum padanya tanpa memperdulikan pria garang disampingnya.
"Merci beaucoup (Terimakasih banyak) " Ujar Aisha padanya. Selepas kepergian pria itu, ia kembali mengajak Arthur berjalan jalan berkeliling.
"Kau bisa bahasa Prancis? " Tanya Arthur.
"Aku bisa beberapa bahasa di dunia. Salah satunya Prancis. " Gemar membaca dan belajar sejak kecil membawa dampak baik baginya. Ia semakin tahu tentang dunia, bahkan Aisha telah mahir beberapa bahasa asing. Membuatnya jadi mudah saat traveling. Karena terkadang tidak semua orang bisa berbahasa Inggris kan.
"Sudah, ayo kita pulang. " Kata Arthur menatap istrinya yang masih asik memandangi foto hasil jebretan tadi.
"Pulang? Tidak mau, ini masih pagi. Aku ingin jalan jalan dulu. " Pintanya memelas. Masih banyak sekali destinasi wisata yang berkeliaran dalam benaknya. Melambai - lambai seolah memanggilnya untuk berkunjung kesana.
"Mau kemana lagi? " Tanya Arthur jengah.
"Aku lapar... kita ke restaurant dulu saja. " Arthur mengangguk.
"Le Jules Verne? " Tanya Arthur.
"Boleh juga " Jawab Aisha girang. Mereka pun berjalan beriringan menuju tempat yang dimaksud
***
Mereka saat ini berada dalam restaurant mewah bernama Le Jules Verne. Restaurant dengan interior elegan dan terletak di lantai dua menara Eiffel. Membuat mereka dapat menikmati pemandangan kota Paris dari sana, karena Arthur memilih meja yang dekat dengan jendela.
"Wah... indahnya! " Takjub Aisha sembari memerhatikan pemandangan yang begitu memukau dari jendela itu. Ia tak henti - hentinya memandang keluar bahkan setelah pesanan sampai.
"Cepat makan makananmu, jangan kampungan! " Tegur Arthur sambil meneguk minumannya. Aisha seketika menoleh dan mengerucutkan bibir. Lalu ia meraih croissant yang terletak diatas piring. Menggigit dan mengunyahnya. Kemudian menyantap farmhouse chicken yang begitu menggoda selera. Arthur yang memerhatikannya hanya geleng - geleng kepala.
"Pelan pelan saja! Tidak ada yang akan mencuri makananmu, seperti orang tidak makan setahun saja! " Kata Arthur.
"Biarkan saja, kita kan tadi tidak sarapan! " Ujar gadis itu yang tidak terlalu jelas karena masih mengunyah makanan dalam mulutnya. Bahkan hingga belepotan kemana - mana.
Arthur meraih selembar tissue dan mengelap pipi Aisha yang terkena saus.
"Kau jangan membuatku malu! Nanti kalau ada kenalanku yang bertemu disini mereka pasti akan menghinaku karena kelakuanmu ini. " Kata - katanya adalah ledekan namun sarat akan perhatian. Membuat Aisha hanya mengangguk patuh dan membiarkannya.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan acara makan - makannya, kini mereka berada dalam lift. Keluar darisana lalu menuju mobil Arthur.
Mereka berkeliling Kota Paris seharian penuh. Keluar masuk tempat wisata yang ada seolah tak ada bosannya. Dan sekarang jam menunjuk pukul 5 sore, saatnya pulang.
"Kemana lagi kita setelah ini? " Aisha yang bertanya sambil meminum Ginger tea** yang tadi sempat dia beli. Setelah meminum itu rasanya badannya terasa lebih hangat.
"Pulang. " Jawab Arthur singkat. Masih mengendalikan kemudi dengan tatapan lurus kedepan.
"Tapi aku belum puas jalan jalan... " Rengeknya.
"Apa kau tidak pernah berlibur sebelumnya? Ini sudah sore! " Jawab Arthur ketus dan melirik sang istri disampingnya.
"Pernah sih, tapi jarang karena aku harus fokus pada kuliah dan aku juga harus membantu ayah dalam mengurus or-" Ia tidak melanjutkan kalimatnya dan langsung mengatupkan bibir.
Untung saja tidak keceplosan, dasar Aisha!
Gerutunya dalam hati. Lalu kembali menyedot sisa Ginger tea nya tanpa menyambung kata - katanya tadi.
Arthur mengernyitkan dahi, " Mengurus apa?" Tanya nya.
"Bukannya kau tidak mengambil jurusan bisnis? " Tanya Arthur penuh selidik.
"Iya, tapi aku hanya iseng saja. Maksudku aku sering ke kantor ayah dan menemaninya menemui klien. " Tutur Aisha.
"Oh.. " Arthur membulatkan bibirnya. Kendaraan roda empat itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju villa Arthur yang jauh dari perkotaan.
Selang beberapa saat menempuh perjalanan, kini mobil itu tiba di pekarangan villa mewah Arthur. Mobil terparkir sempurna disana, lalu sepasang suami istri itu turun darisana. Aisha memasang wajah riang gembiranya sementara Arthur hanya wajah datar dan dingin seperti biasa.
Salah satu penjaga villa yang berpapasan menyapa mereka. Lalu keduanya berlalu masuk kedalam ruangan sebab cuaca diluar mulai sangat dingin.
Waktu pun bergulir dengan cepatnya, kini jam menunjukan pukul 7.30 malam. Setelah mandi dan makan malam tadi, Arthur langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Rasanya lelah setelah seharian penuh menuruti istrinya berkeliling kota Paris. Sedangkan Aisha, ia tengah berada di depan televisi. Menonton film bergenre fantasi yang ia sukai. Sembari memakan keripik kentang di tangannya. Sesekali ia tertawa, tersenyum dan kadang juga bergidik ngeri karena film itu.
"Manis sekali... andai saja ada dalam dunia nyata. " Gumamnya dengan tatapan yang fokus menyaksikan televisi.
Arthur yang baru saja bangun dari alam mimpinya berjalan menuruni anak tangga, berniat mengambil air di dalam dapur. Sejenak ia melirik istrinya yang tengah tertawa sendiri di sofa. Arthur menggelengkan kepalanya.
Gadis gila!. Gumamnya dalam hati, lalu menyunggingkan senyum tipis dan berjalan ke meja di dapur. Mengambil gelas kaca dan menuangkan air dari dispenser. Lalu meneguknya hingga tandas.
__ADS_1
Setelah menyingkirkan rasa dahaganya, pria tampan itu melangkah mendekati Aisha. Menyambar remote diatas meja lalu duduk di sofa.
"Arthur, apa yang kau lakukan? Kemarikan remotenya! " Perintah Aisha sambil menjulurkan telapak tangannya.
"Aku ingin nonton film action! " Ucap Arthur lalu menekan salah satu tombol disana. Tayangan yang digemari Aisha tadipun seketika berganti menjadi film action yang menegangkan. Menampilkan seorang pria jagoan yang tengah berbaku tembak disana.
Sama persis seperti adegan saat GE dan Regdator bersatu melawan Esponder.
"Ck, kemarikan remotenya! " Ia mendekat dan duduk disamping Arthur, berusaha mengambil benda pengendali televisi itu.
"Tidak! "
"Kemarikan! " Kata Aisha tegas.
"Tidak mau! " Ujar Arthur.
"Kemarikan Arthur! " Dan akhirnya terjadilah drama perebutan remote disana. Mereka saling mengejar dan berlari mengitari sofa berbentuk melingkar itu. Arthur melompati sofa untuk menghalau jangkauan tangan istrinya. Namun gadis itu tak gentar, ia tetap berusaha meraihnya.
"Arthur! " Dan akhirnya tanpa sengaja Aisha tersandung meja hingga kini tubuhnya tepat diatas suaminya. Mereka beradu pandang, menatap lekat satu sama lain disertai senyum yang merekah dibibir keduanya.
Aisha tersadar duluan, ia segera bangkit dan memudarkan senyumnya. " Maaf " Ucap gadis itu.
Aisha menyapu sekeliling, ia menyadari remote itu teronggok dibawah meja dan bergegas meraihnya.
"Dapat! " Serunya girang. Lalu ia pun mengubah saluran televisi itu dan terpampanglah film fantasi di depannya.
Tanpa sadar Arthur menarik kedua sudut bibirnya ketika melihat tawa Aisha. Apalagi saat gadis itu meledaknya dengan menjulurkan lidah padanya.
"Kau kalah! Kalau mau tontonlah film ini. Wekk " Ujar Aisha seraya tertawa lebar. Ia kembali menyaksikan acara itu dengan khidmat.
Apa yang terjadi denganku ini? . Arthur memudarkan senyumnya, menetralkan raut wajahnya hingga kembali datar.
**Bersambung....
Nantikan episode selanjutnya.... jangan lupa like dan komen kalau kalian suka cerita ini.... 😁😁😁
Sampai jumpa lagi** ^_^
__ADS_1