
Area 18+ atau 21+ atau yang sudah menikah, yang belum skip saja. Bijaklah dalam memilih bacaan. Jangan salahkan penulis kalau nanti pikiran kalian terkontaminasi hahhahha.
(Jangan komen negatip yak, ntar aku sedih)
"Aku juga sangat mencintaimu. " Seru Aisha. Arthur tersenyum senang, ia melepaskan pelukan mereka. Memandang intens wajah cantik istrinya. Dan entah kapan, bibir mereka sudah saling bertautan. Mencecap dan merasakan satu sama lain. Arthur menggiring istrinya menuju ranjang. Merebahkannya dengan perlahan dan meninndihnya. Arthur memagut bibir ranum itu dengan lembut. Aisha berusaha membalasnya, namun rasanya ia sangat kaku mengingat ia memang tidak pandai berciuman.
Bibir Arthur mengecup dan menghisap leher jenjang istrinya hingga meninggalkan bekas kemerahan. Pria itu dengan lihai melucuti pakaian istrinya hingga benar benar polos. Ia juga menanggalkan seluruh pakaiannya hingga kini mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benang pun. Aisha menatap tubuh polos suaminya yang kekar dengan roti sobek yang begitu menawan. Ia memejamkan mata kala tak sengaja melihat milik Arthur yang sudah aktif. Arthur tersenyum, lalu kembali menggeluti leher jenjang gadis itu, bibirnya merayap dan menuju daun telinga Aisha. Bermain disana sebentar dan berbisik pelan.
"Apakah aku.. " Arthur memandang wajah cantik didepannya, menghapus peluh di dahi Aisha yang berjatuhan. Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Rasa bingung bergelayut di benaknya. Di satu sisi ia agak takut, namun di satu sisi Arthur adalah suami sahnya yang sudah berhak atas dirinya, apalagi pria itu sudah menyatakan perasaannya. Perlahan Aisha mengangguk kecil sebagai persetujuan atas permintaan Arthur.
Anggukan kecil dari istrinya membuat kedua sudut bibir Arthur mengembang sempurna. Tanpa tunggu lama, ia kembali mengecup dan ******* leher putih dan mulus itu. Tangannya tak tinggal diam, dengan jahil mulai bergerilya meraba setiap lekukan tubuh Aisha dan berhenti di dadanya. Menyentuhnya dan memberi rangsangan disana. Gelenyar aneh dirasakan Aisha ketika bibir suaminya bermain di salah satu buah dadanya dan meremas yang satunya. Sebuah perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya ketika pertama kali dijamah laki laki.
"Emm.. " Lenguh Aisha ketika tangan Arthur terus turun dan membelai kewanitaannya, membuatnya terlonjak kaget. Gadis itu hanya bisa pasrah dengan tangan yang mencengkeram erat seprei. Arthur sudah memposisikan dirinya hendak melancarkan aksi selanjutnya.
"Arthur tunggu.. " Aisha menahan dada suaminya. Arthur mendongak dan mengerutkan keningnya. Hasratnya sudah diujung tanduk, menggebu gebu dan sudah tidak dapat ditahan lagi. Dengan deru napas yang memburu, ia membelai wajah istrinya lembut.
__ADS_1
"Kenapa? " Tanyanya berusaha menahan hasrat yang sudah membara dan minta dituntaskan. Aisha menatap sendu mata suaminya yang ditutupi kabut gairah.
"Aku takut.. " Lirihnya pelan.
Arthur menarik kedua sudut bibirnya, membelai bibir ranum itu dengan ibu jarinya. Dia sangat paham apa yang dirasakan gadis itu, mengingat ini pasti adalah pengalaman pertama kali baginya. "Aku akan melakukannya dengan pelan. " Lembut Arthur menjawab. Lalu kembali memagut bibir istrinya. Melummatnya dan merasakan bibir yang ia rasa begitu manis. Ciuman itu terus turun kebawah hingga mencapai dada nya. ******* salah satunya dan meremas yang lain. Aisha kembali merasakan gelenyar aneh, dia mulai terpancing akan permainan suaminya.
Arthur memposisikan dirinya bersiap memasuki istrinya. Melakukannya dengan perlahan agar gadis itu tidak terlalu merasa sakit. Aisha ingin berteriak tetapi tidak bisa ketika Arthur membungkamnya dengan bibirnya. Ia meringis menahan rasa sakit yang melanda kala Arthur kian menyakitinya dibawah sana. Hanya air mata yang menyiratkan betapa sakitnya perasaan itu. Sakit, perih dan nikmat berbaur menjadi satu. Sebuah rasa yang tidak dapat di definisikan lewat kata kata.
Arthur melepas pagutan bibirnya dan menatap intens sang istri. Nampak dengan jelas olehnya rasa sakit yang tersirat lewat matanya, membuat Arthur merasa tidak tega.
"Maafkan aku, aku akan berhenti. " Arthur hendak melepaskan miliknya, namun Aisha mencegahnya.
Arthur tersenyum senang, kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat terjeda. Rasanya sangat sulit menembus penghalang yang masih ada diantara mereka. Membuat Arthur harus mencoba berulang ulang.
"Emm.. Arthur sakit "
__ADS_1
"Tahanlah sebentar." Balasnya.
Aisha memekik ditengah pergumulan mereka kala Arthur berhasil menembus bentengnya dibawah sana. Pria itu terus memacu tubuhnya perlahan, tangannya masih bergerilnya menyusuri setiap lekukan tubuh istrinya yang begitu menggoda. Bermain di kedua gundukan itu hingga suara indah itu menyapa telinganya.
Kepala Arthur mendongak keatas kala pelepasan luar biasa itu terjadi. Membenamkan miliknya dalam dalam. Dengan senang hati ia menyemburkan benihnya kedalam rahim Aisha. Berharap akan segera melebur dan berkembang menjadi makhluk bernyawa yang nantinya akan menjadi pelengkap hidup mereka.
***
Kurang lebih satu jam mereka memadu kasih sebagai suami istri yang sesungguhnya. Arthur terbaring dengan napas yang terengah engah. Masih mengatur napasnya yang tersengal, Arthur memandang lekat wajah cantik yang sedang terlelap di sampingnya. Aisha yang sudah kehabisan tenaga, tidur dengan menjadikan lengan Arthur sebagai bantal. Sama sekali tak ada jarak diantara mereka, hingga kulit mereka saling bersentuhan dan menghangatkan satu sama lain. Arthur membelai wajah manis dan cantik itu dengan lembut, dikecupnya dahi Aisha penuh kasih sayang. Ia tak menyangka, bercinta dengan orang yang dicintai rasanya sangat berbeda. Begitu menyenangkan, jika tahu begini, daridulu Arthur akan menikah. Kenapa dia begitu bodoh dan malah memilih bermain main dengan wanita murahan diluar sana.
"Kau memang ditakdirkan untukku.. " Bisik Arthur seraya mengelus pipi itu penuh kelembutan. Aisha sangat istimewa, dia adalah perempuan pertama yang masih perawan yang pernah bersama dengannya. Oleh sebab itu Aisha bagai candu baginya, karena gadis perawan memang spesial.
"Maafkan aku. " Bisiknya lagi. Arthur menyesal dan merasa bersalah. Aisha adalah perempuan terhormat yang menjadikannya sebagai yang pertama. Sedangkan dia, hanyalah pria kurang ajar yang telah bersama dengan banyak wanita. Tapi Arthur berjanji, bahwa setelah ini hanya Aisha yang ada dalam hidupnya. Hanya mereka berdua.
Arthur mendekap tubuh polos yang berbalut selimut itu dalam pelukannya.
__ADS_1
`
`