
Sepanjang hari ini semua orang berada di dalam mansion. Tidak ada yang keluar. Termasuk Myara yang memutuskan akan menginap semalam disini atas rengekan sahabatnya. Jam menunjukan pukul 07.00 malam. Pintu tiba tiba diketuk, saat dibuka, pemandangan pertama yang dilihat Lia adalah seorang pria paruh baya dengan jas dan penampilan yang sangat rapi.
"Maaf tuan, anda siapa? Dan ada keperluan apa? " Tanya Lia.
"Saya Holmes Robinson, Tuan Arthur yang mengundang saya kemari. " Seru Holmes dengan bangganya. Apalagi yang lebih berharga baginya selain mendapat undangan eksklusif dari seorang Arthur Anderson. Apalagi dia ditawari sebuah kontrak kerjasama yang sangat menggiurkan. Sejak mendapat telpon tadi, Holmes sontak melompat saking girangnya. Bahkan pinggangnya yang encok masih sedikit terasa hingga saat ini.
"Oh tuan Holmes, silakan masuk tuan.. Tuan dan nona sudah menunggu. " Lia mempersilahkan pria tua itu masuk.
Holmes masuk mengikuti langkah kaki pelayan itu. Ia mendudukan diri di sofa ruang tamu. Manik matanya yang berbalut kacamata berpencar ke seluruh penjuru mansion mewah Anderson. Jelas hunian ini sangat jauh lebih baik daripada tempat tinggalnya.
"Selamat datang tuan Robinson. " Suara bariton tuan muda yang baru tiba membuat Holmes bangkit berdiri dan berjabat tangan dengannya.
"Terimakasih atas undangannya tuan Anderson. Saya tidak menyangka akan menjadi orang beruntung yang menerima kontrak kerjasama dari anda. " Holmes kembali duduk pada tempatnya. Lengkungan di bibirnya masih belum sirna.
"Dengar tuan, saya sudah bersedia bekerjasama dengan anda. Jadi saya harap, anda akan berbuat sebaik mungkin tanpa ada satupun kesalahan. " Arthur berucap tegas. Salah satu pelayan datang dan menghidangkan minuman dan camilan.
"Tentu saja tuan, saya jamin tidak akan pernah mengecewakan anda. " Holmes dengan sigap menjawab. Baginya ini benar benar kejutan langka bisa bekerjasama dengan Anderson Groub. Rasanya seperti turun hujan di gurun pasir yang tandus. Sangat langka.
Dimana gadis tengilku itu? Dia bilang, akan menginap dirumah nona Aisha. Tapi tidak kelihatan, aku juga tidak berani bertanya pada tuan Arthur. Batin Holmes dalam hati seraya matanya yang masih menyapu ruangan.
"Hmm, mari kita diskusikan ini. Silahkan diminum dulu " Holmes meneguk secangkir kopi yang disajikan untuknya. Merekapun mulai berbicara tentang kesepakatan bisnis yang akan dijalani.
Sedangkan di belakang sana, Aisha sudah siap dengan segala rencana yang sudah dia susun matang matang. Tidak ada siapapun yang tahu kecuali dirinya dan suaminya.
"Ada apa Sha, maaf aku tadi di toilet dan tidak langsung datang saat kau panggil." Ujar Myara yang baru saja datang. Ia ikut bergabung duduk dengan Aisha di sofa ruang tengah. Saat ini Myara mengenakan pakaian Aisha, karena dia memang tidak berencana menginap.
"Aduh! " Pekik Aisha yang sontak membuat Myara khawatir.
"Kau kenapa Sha! Ada apa dengan kakimu? " Tanya Myara khawatir seraya menatap Aisha yang meringis sembari memegang kakinya yang nampak baik baik saja.
"Kakiku keram... Myara maukah kau membantuku? " Aisha memohon dengan tatapan memelasnya.
"Tentu saja, kenapa tidak? " Myara lekas menjawab. " Apa yang dapat aku bantu? "
"Ambilkan minyak urut yang ada di kamar itu!" Aisha menunjuk sebuah kamar tamu yang tak jauh darisana.
"Oke, aku pergi. " Myara beranjak dari duduk dan menuju kamar itu.
__ADS_1
"Cari sampai dapat yaa! " Teriak Aisha pada Myara yang sudah jauh darisana.
Kuharap ini akan berhasil.
Reynard yang baru saja turun dari anak tangga, melewati Aisha yang berada di ruang tengah.
"Rey, kau mau kemana? " Tanya Aisha saat melihat Reynard membawa kunci mobilnya.
Gadis itu bangkit dan mendekatinya.
"Sha, jangan mendekat! Menjauhlah! " Reynard memundurkan tubuhnya, menghindari kontak mata dengan Aisha.
"Kau kenapa? " Aisha melihat wajah Rey yang tampak memerah. Kelakuannya juga aneh tidak seperti biasanya.
Semua ini gara gara suami sialan mu itu!. Rey mendengus kesal dalam hati. Tadi saat dia ada didalam kamar, ia sudah curiga kala Arthur membawakan segelas minuman hangat padanya. Pria itu terus memaksa, hingga mau tak mau Rey meminumnya. Dan benar sekali dugaannya, sesaat kemudian Rey mulai bereaksi. Badannya terasa panas, Rey bukan orang awam yang tidak tahu bahwa Arthur mencampurkan obat perangsang padanya.
"Aku tidak apa apa, menjauhlah! " Ujar Reynard. Jujur saja, dalam kondisi ini, menatap istri bosnya terlalu lama dapat menimbulkan malapetaka.
Maafkan aku Reynard, kalau yang satu itu, itu adalah ide konyol Arthur untuk mencampurkan obat padamu. Bukan aku sungguh. Batin Aisha.
"Bisa aku minta tolong, kau boleh pergi setelahnya. " Ujar Aisha yang diangguki Rey.
"Ambilkan minyak urut disana, kakiku keram. Para pelayan sedang ada di belakang, jadi.. kau maukan? "
"Baiklah, aku akan segera kembali. " Reynard buru buru masuk kesana. Ia sudah tidak tahan untuk pergi dan mencari pelampiasan di luar. Daripada disini, hanya ada Aisha, bisa bisa mati digorok Arthur dia.
"Aku harus cepat memberitahu Arthur, kalau tidak bisa terlambat nanti! " Aisha buru buru menuju ruang tamu. Karena kalau terlambat, Rey bisa kebablasan pada Myara.
Sedangkan di dalam kamar tamu, Myara tengah kebingungan mencari minyak urut yang diminta Aisha.
"Apakah benar minyak urut disimpan di kamar tamu? Kenapa tidak di kamar Aisha saja. Ya sudahlah. " Myara masih setia membuka tutup laci dan meja yang ada. Pintu yang terbuka dengan keras membuatnya terlonjak kaget. Saat pintu tertutup kembali, ia berbalik dan menjumpai Reynard yang juga sama terkejutnya dengannya.
"Kau? Sedang apa disini? " Tanya mereka bersamaan.
"Hey kau, aku bertanya sedang apa kau disini?" Reynard bertanya sambil mengalihkan wajah agar tidak menatap Myara.
"Tuan yang sedang apa? Aku mencari minyak urut untuk Aisha. " Balas Myara.
__ADS_1
"Aku juga mencarinya! Yasudah, kau saja yang cari, aku akan keluar! " Rey mencoba memutar knop pintu tapi tak bisa. Ia memutarnya lagi, tapi sepertinya pintu itu sengaja di kunci dari luar.
"Tuan ada apa? " Suara lembut Myara membuat Rey beralih menatapnya. Hasratnya karena pengaruh obat dari Arthur sudah mencapai puncak. Dengan sekuat tenaga ia menahannya agar tidak merusak gadis polos seperti Myara. Tapi dia gagal, memandang wajah Myara yang sangat cantik membuatnya terlena. Ia berjalan mendekatinya.
"Tu-tuan, kau mau apa? " Myara beringsut mundur ke belakang, hingga tanpa sadar ia menabrak bibir ranjang dan terjatuh dengan terlentang diatasnya. Melihat itu, Rey semakin tidak terkondisikan. Ia menindihh tubuh Myara.
"Maafkan aku, tolong aku, aku tidak tahan.. Rasanya sangat sakit. " Ujar Rey lirih. Membuat Myara dibawahnya menjadi tak karuan. Ia berupaya mendorong tubuh Rey sekuat tenaga.
"Aku tidak mau, karena aku bukan istrimu ataupun kekasihmu... " Lirih Myara. Mendengar perkataan Myara, Rey seketika sadar perbuatan buruk yang akan ia lakukan. Oh Tuhan, iblis apa yang sudah merasukiku sampai aku berniat merusak gadis ini, batin Rey dalam hati. Ia sadar atas kesalahannya, ia akan baru saja akan bangkit, tapi suara menggelegar mengejutkan keduanya.
"Tuan Reynard!!! " Holmes berteriak dengan sangat kencang, membuat kedua orang itu seketika bangkit berdiri. Rey menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Myara, dia berdiri dengan kepala tertunduk dan jemari tangan yang saling bertautan dibawah sana.
"Kurang ajar! Beraninya kau merusak putriku! Aku tidak akan mengampunimu! " Holmes seketika melayangkan bogem mentah pada wajah Reynard. Ia sudah tidak peduli siapa dia, mau dia tangan kanan dari rekan bisnisnya sekalipun. Putrinya jauh lebih penting.
Aisha lekas menghampiri Myara dan mendekapnya erat.
Sepertinya belum terlambat kami datang. Aisha memerhatikan pakaian Myara yang masih utuh tanpa ada kekurangan satupun.
"Kau tidak apa apa? Maafkan aku Myara. " Bisik Aisha pada telinga sahabatnya. Jujur saja, ia tahu bahwa yang ia dan Arthur lakukan ini salah. Tapi inilah jalan satu satunya agar Myara tak dijodohkan dan Rey tidak jadi bujangan abadi.
Sedangkan Arthur, pria itu tengaj berusaha melerai pertikaian antara Holmes dan Rey. Holmes terus saja memukul, sedangkan Rey tetap diam tanpa berusaha menghindar.
"Sudah cukup tuan, kita bisa bicarakan ini baik baik. " Akhirnya Arthur dapat memisahkan mereka. " Tenanglah tuan. "
"Maafkan saya tuan Arthur, saya tidak peduli walaupun dia adalah sekretaris anda. Tapi dia berusaha merusak putri saya. " Pria itu menuding hidung Rey. " Aku tahu kau adalah kekasihnya, tapi kau tidak sepantasnya berbuat seperti itu! " Hardik Holmes dengan tajam.
Sedangkan Rey yang mendengar kata 'kekasih ', mengernyitkan dahi heran. Sejak kapan dirinya dan Myara menjalin hubungan?
"Dengarkan aku tuan, inu tidak seperti apa yang anda bayangkan, aku memang sedikit khilaf tadi. Tapi aku belum melakukan apapun pada putrimu. " Ujar Reynard. Ia melirik kearah gadis tadi yang nampak duduk di sofa bersama Aisha. Aisha masih berusaha menenangkan Myara dengan mengataka jika semuanya akan baik baik saja.
"Sedikit khilaf? Tidak ada sedikit khilaf, kau harus bertanggung jawab dan menikahi Myara! " Ucap Holmes.
"Apa! aku tidak mau! Aku belum-- " Ucapan Rey terpotong.
"Kau tenang saja tuan, Rey dan putrimu akan menikah besok lusa. Anda tidak perlu khawatir, saya yang akan menanggung dan menyiapkan segala keperluannya sebagi ganti rugi atas kebodohan teman saya ini. " Kata Arthur yang membuat Rey melotot marah padanya. Seorang Reynard, dia adalah lelaki yang berpendirian teguh tidak akan menikah. Dia bahkan yakin bahwa ia tak punya jodoh untuk teman hidup hingga akhir nanti. Oleh sebab itu, ia senang mempermainkan wanita.
"Saya percaya pada anda tuan, tapi aku tidak percaya padanya. " Holmes mendelik kearah Rey. "Baiklah, karena dia sudah bertindak tidak senonoh pada putri kesayangan ku, maka dia harus menikahinya. "
__ADS_1
"Tentu saja tuan, anda bisa pulang dan membawa putri anda. Kontrak kita juga akan tetap berjalan dengan semestinya. "
"Baik tuan. " Holmes lalu membawa putrinya keluar darisana. Ia pulang kerumahnya dengan hati yang masih menyimpan rasa kesal pada Reynard.