Gadis Manis Milik Mafia

Gadis Manis Milik Mafia
BAB 15


__ADS_3

Selang beberapa saat, anggota Esponder sudah banyak yang berhasil diringkus. Pembantaian dimana mana. Banyak yang tewas langsung di tempat. Personil makin menipis. Banyak yang cedera dan luka parah karena aksi baku tembak. Hanya segelintir yang masih sanggup tuk lari dan bersembunyi ntah kemana. Sementara kepala organisasi nya sendiri, dalang dari semua insiden hari ini sudah melarikan diri duluan. Sungguh egois, tidak loyal, dan kekurangan nyali, begitulah yang ada di benak semua manusia yang masih menghembuskan napas.


Matahari sudah hampir tergelincir di ufuk barat. Tak terasa sudah banyak waktu terbuang. Namun para pria itu enggan beranjak dari tempatnya, rasanya belum puas jika belum membantai Pither.


"Dimana pria bedebah itu! " Kedua manik Bima masih menyapu seluruh penjuru. Ia tak sempat menumpas pria itu disebabkan putranya Pither menghadang. Alhasil, Bima terpaksa melawan anak dari Pither.


"Sudahlah kak, ayo kita cari Aisha " Sahut Arjun mencoba mencairkan emosi kakak nya.


"Huh! Aku tidak tahan lagi. Rasanya aku ingin merobek mulut sok berkuasa nya itu " Gerutu Bima sebal. Kedua tangan nya sudah terkepal sempurna, siaga untuk membogem rahang Pither.


"Penyerangan ini belum berakhir tuan " Jack yang baru saja tiba setelah bertempur dari luar, menyahut obrolan kelima laki laki itu. Johan sendiri sudah pergi menyusuri jejak putrinya.


"Maksudmu apa Jack? " Protes Nakul. Musuh sudah terpukul mundur. Mereka kalah jumlah dan persenjataan. Hanya beberapa mafia Esponder yang bertahan. Lalu apa lagi yang masih tersisa?.


Jack menarik napasnya " Sepanjang penyerangan saya bertarung diluar. Saya pikir semua telah usai, namun ternyata belum. "


"Maksudnya? " Potong Dewa.


"Bala bantuan untuk Esponder telah tiba tuan. Ternyata mereka memiliki banyak sekutu. Sedangkan saat ini jumlah kita berkurang. Banyak yang cedera bahkan tewas " Terang Jack.


"Sial! " Yudhi meninju tembok di sampingnya. Ia mendesah frustasi. "Bagaimana mungkin kita sampai tidak mengetahui itu! Jika kita tahu mereka bersekutu maka kita bisa lebih waspada lagi "


"Maafkan saya tuan " Hanya kalimat itu yang mampu terlontar dari bibir Jack. Sadar ini salahnya, ia tak ingin memperkeruh suasana. Biarlah ia menerima konsekuensi dari keteledoran nya. Ia pribadi juga bingung, bagaimana mungkin bisa tidak mengetahui strategi lawan. Bahkan Roman tak melapor apapun.


Mungkinkah ia berkhianat?


"Kenapa Roman tak mengabari apapun! " Dengus Bima galak. Awas saja jika dia tak setia, lagipula anak dan istri nya Roman masih ada dalam genggaman GE.


"Sepertinya Roman Johnson tidak tahu apapun mengenai perihal ini tuan. Ia bahkan terlihat terkejut ketika para mafia itu datang." Ujar Jack lagi. Ia menghela napas, sudah emosi dan greget dengan ulah Pither. Menyusahkan saja, pikir Jack.

__ADS_1


"Sudahlah tak penting. Sekarang ayo kita bagi tugas " Yudhi mulai memutar otak. IQ yang diatas rata - rata membuat nya tak sukar menggali solusi untuk setiap hambatan yang menghampiri nya.


"Baiklah. Dewa, kau hubungi Mark dan suruh dia kirim senjata tambahan. Jack, Bima dan aku bertugas untuk membantai Esponder beserta sekutunya. "


"Arjuna dan Nakul akan mencari keberadaan Aisha. Dan, pastikan ia selamat, kuperhatikan ia masih lemah karena tenggelam tadi " Pembagian tugas sudah ditetapkan. Semua orang mengangguk patuh, langsung saja berpencar melaksanakan tugas masing - masing.


Sudah 20 menit semenjak terakhir kali Yudhi membagikan tugas bagi mereka. Aisha tak kunjung diketemukan juga. Ia cerdik juga rupanya. Maklum saja, Aisha hobi bermain petak umpet di mansion. Mungkin hampir setiap hari, dan alangkah senangnya sekarang skill petak umpetnya sangat bermanfaat.


"Dimana kamu sha? " Gumam Yudhi lirih. Musuh datang dari arah kiri. Tanpa menoleh, pria itu menembak kan peluru dari pistol dengan kapasitas besar yang dapat memasok hingga 16 butir peluru miliknya. CZ 75, pistol yang di produksi di Republik Ceko ini tak diragukan lagi daya tahannya.


Jack datang dari arah kanan " Tuan muda! " Ujar Jack. Sedikit senyuman terulas di wajah dingin nya. Seperti sedang bahagia karena sesuatu.


"Ada apa Jack? Di situasi semacam ini kau masih girang! "


"Maaf tuan, saya senang karena ada bala bantuan untuk kita " Kata Jack dengan suka cita. Yang dimaksud bala bantuan adalah ada organisasi mafia hebat lain yang menjadi musuh Pither. Entah direncanakan atau tidak, organisasi itu turut menyerbu Esponder saat ini.


"Bukan tuan, tapi ada organisasi lain yang menyerang Pither Wilson. " Balas Jack sembari menembak musuh di kiri tuan mudanya dengan santai. Seperti bukan hal serius, hanya semut kecil yang berusaha mengganggu singa si raja hutan.


"Seingatku kita tak punya sekutu " Kata Yudhi juga dengan menembak musuh di belakang lawan bicaranya yang mendekat.


Golden Eagle tidak sepecundang itu. Bagi Johan sendiri, memohon bantuan sekutu adalah pantangan. Ia tak sudi di bandingkan dengan Pither yang selalu bergantung pada komplotan nya.


"Bukan tuan, tapi nampaknya musuh Pither lainnya juga menyerangnya. Begitu hipotesis saya " Jack mulai kesal. Ia tak suka membuang waktu, namun atasan nya ini tidak menangkap maksudnya juga.


"Oh, baguslah jika memang benar adanya. Malah kita bisa tertolong " Imbuh Yudhi.


Selepas pembicaraan diantara atasan dan anak buah, semua manusia kembali menuntaskan tugas yang telah dibagi. Lagi - lagi bunyi pelatuk peluru, senapan, dentuman bom dan granat terdengar nyaring. Hampir membuat orang tuli karena tak ada habisnya. Hari mulai senja, ini harus segera diakhiri. Perang saat malam hari itu terlalu beresiko.


Benar dugaan Jack, organisasi lain datang dan turut membantu. Merasa memiliki musuh yang sama, jadi tidak ada ruginya kan jika bersatu padu.

__ADS_1


Organisasi yang bagaikan hero disaat saat terdesak itu tak lain ialah Regdator. Organisasi mafia paling berpengaruh di Eropa, Amerika dan Asia. Bahkan boleh dikatakan lebih hebat dari GE dalam bidang kelicikan. Namun jika dilihat dari kehebatan para anggota, rasa - rasanya Golden Eagle jauh lebih ulung.


"Siapa mereka kak? " Tanya Arjun seraya menatap kakak tertua.


"Regdator " Jack yang menyahut, sebab ia tahu bahwa tuan mudanya juga tak mengenali organisasi di hadapannya ini. Mereka tampak menumpas sisa anak buah Pither dan para sekutu nya.


"Regdator? Bukankah pimpinannya sudah tewas " Yudhi bahkan turut hadir dalam pemakaman ketua Regdator. Ia melihat dengan mata kepala sendiri saat pria tangguh itu di kuburkan di liang lahat.


"Dari simpang siur yang saya ketahui, saat ini Regdator di pimpin oleh putra dari ketua sebelumnya " Jawab Jack.


Semua orang tersentak dengan penuturan pria berkepala plontos itu. Mana mungkin! .


"Jangan bergurau di momen seperti ini! Anak pimpinan itu masih kecil " Sangkal Yudhi tak percaya. Setahunya, ketua Regdator yang dulu memiliki seorang putra laki - laki yang masih dibawah umur untuk dijadikan pimpinan.


"Sekarang ia sudah remaja tuan " Santai, seperti menyiratkan 'itu hal yang wajar, bukan masalah besar. Namanya juga anak, apalagi putra pasti pada akhirnya ia akan menggantikan kedudukan ayahnya kan '.


"Sial kau Jack! Awas kalau kau berdusta! " Memukul bahu Jack lalu kembali menembak musuh di depannya.


Terserah anda saja tuan muda... Menjelaskan pada anda saat kondisi ini rasanya bisa dikatakan 'mustahil'. Batin Jack dalam hati.


Bersambung....


Hai! Hai! Hai! Jumpa lagi dengan aku...😘😘Vote nya dong.. Like, komen, rate 5 juga ya...


πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Terimakasih banyak aku ucapkan bagi yang telah komentar di novel ini. Apa kalian tahu? Saat kalian berkomentar positif, rasanya author mendapat asupan mood yang melimpah ruah dari bank mood terbesar dunia πŸ˜€πŸ˜€


Senang sekali.. Terimakasih ya readerssπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2