Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Flashback


__ADS_3

***


Beberapa bulan lalu—insiden penyekapan Bella dan Jeff di sebuah gudang kosong milik Mike yang ada di puncak.


"Enggak Mike, jangan begini ... tolong percaya aku. Ini semua rencana pembantu itu!" seru Bella. Matanya menatap tajam Dina.


Mike diam dan terlihat angkuh. Tatapannya juga menghujam. Dia melihat Dina tak kalah sengit lalu mendekati Jordan lantas berbisik, "Aku tau semua ini ulah Dina. Tapi aku masih butuh dia. Jadi agar dia tidak curiga kamu sekap Bella dan Jeff sampai malam. Takuti saja mereka, lalu kasih uang biar mereka gak mau balik lagi ke Jakarta."


"Baik, Tuan. Saya paham," sahut Jordan.


Setelah itu Mike melihat Jeff dan Bella, lalu tanpa berkata meninggalkan mereka. Langkahnya yang lebar diikuti oleh Dina.


Sepeninggal Mike, Bella kembali menatap penuh harap.


"Jordan, tolong lepasin kami. Kami janji bakalan menjauh dari Mike dan gadis itu," iba Bela. Dia yang masih terikat berusaha meronta, tapi tetap saja tak ada hasilnya.


Jordan terdiam. Dia melirik jam di tangan. Masih ada beberapa jam lagi hingga malam datang.


Tiba-tiba Jordan memanggil seorang bodyguard yang berjaga di dekat pintu, lantas berbisik padanya. Seketika juga orang itu menunduk patuh dan pergi.

__ADS_1


Hening. Jordan duduk di depan dua tersangka yang sudah mencoba memfitnah Naya. Mukanya juga datar. Jika dia adalah Mike, tentu saja tidak akan menggunakan cara menakut-nakuti. Namun tetap saja dia adalah pesuruh yang harus patuh.


Tak berapa lama tibalah bodyguard tadi dengan dua buah box kaca yang tertutup kain.


"Jordan, apa itu?" tanya Bella. Dia mulai melemah, terbukti suaranya sudah tak selantang tadi.


"Ini hadiah dari Tuan Muda."


Jeff dan Bella saling tatap. Mereka bingung. Akan tetapi ekspresi itu tak bertahan lama. Saat kain di buka seketika itu juga Bella menjerit. Dia meronta-ronta lagi.


"Jangan gila Jordan. Jangan!" bentak Bella.


"Ini semua karena Bella. Ini rencananya. Jadi hukum dia aja," ucap Jeff. Wajahnya sudah memucat.


"Kenapa saling lempar? Bukannya kalian satu spesies dengan mereka?" ujar Jordan. Dia sudah memberi kode pada bawahan untuk melancarkan aksi menakut-nakuti.


"Enggak Jordan! Enggak. Tolong jangan!"


Bella dan Jeff bergerak makin hebat. Namun, karena ada seseorang yang menahan kursi mereka jadi tak bisa apa-apa lagi selain menatap ngeri pada sekumpulan ular yang ada di dekat kaki.

__ADS_1


Seperti rencana. Jeff dan Bella ketakutan luar biasa. Jordan dan para pria yang ada di sana benar-benar menakuti keduanya dengan cara memasukkan kaki Bella dan Jeff ke kotak kaca itu. Keduanya bahkan sampai kencing dalam celana.


"Sudah sudah," perintah Jordan akhirnya. Dia bisa melihat Bella dan Jeff melemah.


"Itu hanya ular. Gak ada bisanya. Berbeda dengan kalian," sindir Jordan lagi. Dia dekati Bella lantas menyerahkan selembar kertas dan pulpen. "Tanda tangani ini. Ini adalah surat pernyataan kalau kalian gak akan muncul di hadapan Tuan Muda. Kalian juga akan mendapatkan uang untuk bertahan di tempat baru. Uangnya ada di mobilmu. Uangnya bagi dua saja. Tapi ingat, jika melanggar perjanjian ini itu artinya kalian setuju untuk menjual organ tubuh kalian. Bagaimana?"


Bella yang terkulai lemah menyetujui. Begitu juga Jeff. Mereka menandatangani tanpa ada sanggahan.


"Baiklah. Istirahat dulu barang sejam. Lalu bersihkan diri kalian. Di mobil juga ada pakaian ganti," papar Jordan lagi.


Bella mengangguk pasrah. Susah payah dia menelan ludah. Soal wajah, jangan di tanya lagi. Kata cantik yang selalu dia junjung tinggi kini sudah tak ada. Wajahnya memar, dan juga rambutnya sangat berantakan. Dia benar-benar tak peduli dengan itu semua, yang terpenting baginya adalah keselamatan.


Setelah beberapa saat mengembalikan kesadaran keduanya pun keluar dari gudang. Benar saja, di mobil Bella ada koper yang isinya uang semua.


Tiba-tiba Jeff terkulai lemas. Dia berjongkok sembari menarik rambut.


"Karena kamu, Bella! Karena ide kamu ini aku jadi berurusan dengan orang brengsek itu! Bagaimana bisa dia memberi kita uang setelah apa yang terjadi. Dia benar-benar mengerikan."


Bella yang mendengar itu jadi berang. Dia tutup pintu mobil dan menghadap Jeff. "Lalu menurutmu aku sengaja begitu? Kalau aku tau endingnya begini gak mungkin aku lakukan. Ini semua karena pembantu sialan itu. Awas aja dia. Aku bales nanti. Bisa-bisanya dia nipu aku," geram Bella. Tangan dan rahangnya mengeras.

__ADS_1


"Alaah ... jangan nyalahin orang, deh. Kamunya aja yang tololl. Mau-maunya dikadalin pembantu."


__ADS_2