Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Vitamin


__ADS_3

Mike pun memulai ritual. Dia lucut pakaiannya dan hanya menyisakan bokser saja. Sementara Naya, seperti biasa hanya akan terpejam bagai boneka—tak menolak apalagi meronta. Hanya ekspresi saja yang bisa Mike lihat, gadis itu begitu lihai menahan segalanya.


"Bersuaralah, mendesahhlah, jangan ditahan," ucap Mike pelan. Dia mengamati muka Naya yang merah, dahi mengerut dan alis yang saling tertaut.


Melihat itu Mike jadi frustrasi. Selama ini dialah satu-satunya yang memimpin. Awalnya dia pikir tak mengapa asal Naya menurut. Bedanya makin ke sini-sini hasrat ingin memiliki makin besar, sialnya keinginan lain dalam diri juga mulai ngelunjak. Dia ingin dibalas dan ingin Naya agresif seperti para mantan wanita yang pernah dia punya.


Hanya saja nihil. Segala macam foreplay sudah dia lakukan, tapi tetap saja tak berefek pada Naya. Mike merasa yang menikmati hanya dia sendiri. Sementara Naya, entahlah rasa-rasanya gadis itu begitu sulit untuk Mike taklukkan.


"Naya, apa kamu pernah berpikir kalau kamu itu adalah perempuan terjahat di muka bumi ini?" ungkap Mike.


Naya menggeleng saja. Dia tak bisa berpikir sekarang. Hanya ingin Mike menyelesaikan semuanya dengan cepat agar bisa istirahat.


"Aku sadar kalau aku jahat, tapi kalau di depan kamu, aku ngerasa kamulah yang paling jahat," lanjut Mike lagi.


Kini Naya tak bisa menahan diri. Dia buka mata dan mendapati muka Mike ada di sebelahnya. Seringai mesum masih tercetak di muka pria itu.


"Apa maksudnya?" tanya Naya. Napas mulai terdengar putus-putus dengan dada yang sudah naik turun.


Mike menghentikan kegiatan. Dia dekatkan kepala ke telinga Naya, lantas berbisik, "Karena hanya orang jahat yang bisa mengenali orang jahat lainnya. Dan kamu, kamu lebih jahat karena bisa bikin orang jahat sepertiku tunduk tanpa syarat."

__ADS_1


Bergeming, Naya hanya pasrah saat Mike memberikan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Habis itu pria itu pergi begitu saja dari kamar.


Terduduk heran. Naya tetap tak percaya dan mulai berpikir keras, apa maksud perkataan Mike barusan? Kenapa Mike mengatakan demikian? Lalu, apa yang dia lakukan sampai mendapat predikat itu? Dan yang lebih aneh, Mike berhenti di tengah-tengah ritual.


Tiba-tiba pintu berderit. Tampak Mike membawa segelas air putih di atas nampan. "Minumlah," titahnya.


Naya yang masih diselimuti kain tebal tak curiga sama sekali. Dia raih gelas itu dan meminumnya hingga habis. Setelah itu melihat Mike yang menyetel film dewasa.


Alis Naya makin tertaut, tapi tetap tidak ingin bertanya lebih. Dia pun memutuskan berbaring setelah mengenakan langerie kembali tanpa underwear. Entah ke mana perginya, yang dia ingat Mike tadi melempar ke sembarang. Dia punggungi Mike yang bersandar sambil nonton TV.


Satu menit


Sepuluh menit.


Naya tak bisa tertidur. Entah kenapa pikiran berputar dan seperti berhenti saat Mike membelai dan menyentuh titik sensitif yang ada di tubuh. Sensasi itu begitu terasa nyata sampai-sampai membuatnya tanpa sadar memejamkan mata dan ingin sekali menikmati lagi.


Sedetik kemudian akal sehat Naya kembali datang, dia pun berusaha keras mengenyahkan pikiran itu. Sayangnya tetap saja lagi dan lagi bayangan dan kenikmatan semu membuatnya kembali berimajinasi.


Ternyata penderitaan tak hanya sampai disitu, keringat dingin mulai bercucuran dari tubuh. Rasanya sangat gerah, pikiran tetap terarah ke arah itu. Belum lagi suara TV yang memperdengarkan desaahan-desaahan nakal dari para pelakon yang ada di sana.

__ADS_1


Naya semakin gelisah, pikiran sudah semrawut. Dia bahkan mengubah suhu ruangan hingga sampai ke titik paling dingin. Akan tetapi tetap saja rasa panas di badan semakin terasa dan pikiran itu semakin membayangi.


'Sebenarnya kenapa ini? Kenapa tubuhku jadi begini? Rasanya aku ....'


Naya berhenti membatin. Dia buka selimut dan berdiri di sebelah Mike yang menyeringai.


"Kenapa? Apa kamu mau ngomong sesuatu?" tanya Mike seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Apa kamu ngasih sesuatu di minuman tadi?" tanya Naya. Dia beberapa kali mengerjap, efek itu semakin hebat. Di bawah sana sudah cenat cenut tak karuan.


"Bagaimana rasanya? Aku hanya kasih sedikit vitamin biar kamu energik."


"Kamu ...." Naya menunjuk Mike. Dia menggeram. Tapi ekspresi itu tak bertahan lama. Sebab emosi itu sirna seketika berganti keinginan akan sesuatu yang lain.


Tanpa Naya duga Mike secara cepat menarik pinggangnya hingga terduduk tepat di pangkuan. Naya melotot, dia meronta, tapi belaian Mike membuatnya tak bisa bergerak. Rasanya sangat menyebalkan saat otak menyuruh berhenti, tapi tubuh ingin lebih lagi.


"Move, Naya. Move!"


***

__ADS_1


maafkan. part hareudang aku edit ya. wkwkwk


__ADS_2