
Menghela napas panjang, Naya putar handle pintu dan melangkah keluar dari kamar. Hati-hati dia bergerak menuju bar. Bukan bar seperti terakhir kali. Sekarang sedikit berbeda karena tempat itu berada di yach milik Mike. Yach mewah lima dek dengan memiliki fasilitas keren karena di sana bahkan ada spa, kolam renang, garasi jetski, bar serta bioskop. Semuanya di desain begitu indah hingga siapa saja mengira mereka tengah syuting film Hollywood.
Naya kembali menghela napas. Lekat dia menatap Mike yang tengah bercengkrama dengan beberapa orang. Hatinya seketika mencelos hebat saat melihat Mike yang terlihat gagah dengan setelah rapi serba hitam. Mike sangat royal, dia menyiapkan pesta ulang tahun yang katanya untuk membahagiakan Naya. Dia bahkan rela mengeluarkan uang banyak untuk memboyong Naya ke Amerika.
Naya tidak bisa menolak, dan tidak ada alasan juga untuk menolak. Ken yang berkata akan membebaskan dirinya dari Mike justru tidak ada kabar sama sekali.
Ah, mengingat Ken membuat Naya kembali sedih. Pasrah, ya ... hanya itu pilihan yang ada. Dan disinilah Naya, dia tetap melewati malam ulang tahun bersama Mike.
Lagi, Naya mengembuskan napas berat sembari lekat melihat Mike, Luis, Peter dan Amarta secara bergantian. Ya, hanya itu wajah yang dia kenal. Selain itu dia tidak kenal sama sekali. Ada tiga pasang manusia bule lainnya. Mereka bercengkrama asyik tanpa sadar ada Naya yang mematung memperhatikan.
'Selamat ulang tahun Naya. Ini adalah neraka berselimut kemegahan yang diciptakan Mike.' Naya membatin. Dia seka air yang tergenang di pelupuk mata sembari kembali menarik napas panjang.
"Sayang sini!" Seruan Mike yang tiba-tiba tentu saja membuyarkan lamunan Naya. Pria itu melambaikan tangan.
"Iya, Tuan."
Gegas Naya mendekat dan seketika itu juga Mike yang sedang duduk di kursi dekat meja bar tanpa canggung merangkul pinggangnya. Pria itu bahkan tersenyum mesum.
"Kamu cantik banget malam ini," bisiknya lirih ke telinga Naya.
Naya tertegun, dia begitu serius melihat Mike. Akan tetapi Mike justru abai. Beberapa detik kemudian tiba-tiba pria itu mengangkat tangannya.
__ADS_1
Hening. Semua orang yang tadi sibuk bercengkrama dengan diiringi lantunan musik RnB seketika menatap Mike dan Naya yang menjadi tuan rumah di sana.
"Hallo semua. Mohon perhatian sebentar," ucap Mike menggunakan Bahasa Inggris.
Naya terdiam. Dia hanya tersenyum canggung membalas tatapan semua tamu yang ada. Lagipula dia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang akan Mike umumkan. Yang harus dia lakukan hanyalah menjadi boneka cantik malam ini.
"Perkenalkan, ini kekasihku. Namanya Naya. Cantik, 'kan?" lanjut Mike. Dia tersenyum lebar.
Semuanya seketika bersorak. Riuh rendah ruangan itu tidak terkendali lagi. Anehnya saat Mike kembali mengangkat tangan suasana kembali hening.
"Wau, kekasihmu sangat imut dan cantik," celetuk seseorang bermata biru.
"Tentu saja. Apa kau tidak tau seleraku, Josh? Aku Mike. Untuk apa mencari perempuan jelek jika yang cantik saja banyak," sahut Mike.
"Ya ya ya. Siapa yang tidak kenal Mike. Sang cassanova dari Indonesia," sahut Ronald, pria berkebangsaan Amerika yang juga adalah kolega bisnis Mike.
"Aku kira tadi dia membawa wanita yang terakhir kali. Tapi yang sekarang juga tidak kalah indah," celoteh Josh lagi.
"Bella maksud kamu Josh? Ayolah, dia sudah tenang di sisi-Nya. Jadi bagaimana bisa dia di sisi Mike?" sahut Luis. Kekehannya terdengar renyah. Akan tetapi kekehan itu seketika melenyapkan senyum di bibir Mike.
"Apa kamu serius?" tanya Ronald. Dia yang awalnya memegang gelas wine langsung meletakkan gelas itu dan menatap Luis yang tengah duduk bersandar di sofa.
__ADS_1
"Ya, aku dengar dia mengalami kecelakaan mobil dengan seorang pria muda. Desas-desusnya mengatakan kalau Bella dan pemuda itu adalah pasangan kekasih," papar Luis lagi.
Naya terdiam. Dia mencerna perkataan Luis. Meski dia tidak paham secara keseluruhan tapi dia mengerti kalau yang mereka bahas adalah Bella.
Lekat Naya memandang Luis dan Ronald yang kini duduk bersisian.
'Bella? Mati? Kecelakaan? Tapi kapan? Kenapa gak ada satu pun beritanya?' Naya membatin. Pertanyaan demi pertanyaan bersahutan dalam kepala. Dia ingat betul kalau Mike mengatakan kalau Bella bersekongkol dengan Jeff untuk memfitnah dirinya. Mike juga mengatakan sudah memberi mereka pelajaran.
Sejak saat itu dia tidak pernah mendengar apa pun lagi tentang Bella. Tiba-tiba saja Naya merasa ada yang aneh, dia lihat Mike yang bermuka masam.
'Apa jangan-jangan ....' Naya membatin lagi. Mendadak dia menjadi ngeri.
"Oh ya? Malang sekali dia. Semoga ...."
"Malam ini aku mengundang kalian adalah untuk merayakan ulang tahun Naya," sela Mike tiba-tiba. Atmosfer seketika berubah drastis. Semua orang menyadari hal itu dan tidak ada yang berani menyanggah.
"Jadi Bersenang-senanglah untuk malam ini. Jangan bahas orang yang sudah mati," lanjut Mike.
Luis dan Ronald mengangkat tangan. Mereka paham dan mengerti.
"Kalau begitu nikmati malam ini. Selamat malam." Mike langsung menuntun Naya keluar dari bar. Dia terus menggandeng tanpa peduli ekspresi Naya yang ketakutan.
__ADS_1
Tibalah di dalam kamar. Naya secara refleks mendorong Mike agar menjauh darinya. "Apa bener Bella udah mati? Apa bener itu cuma kecelakaan? Jangan bilang hukuman yang kamu maksud adalah ...."
Naya tak berani melanjutkan kata saat melihat ekspresi Mike yang sudah berubah total. Pria itu mengendurkan dasi dan berjalan mendekat. "Apa kamu mau tau jawabannya?"