
"Percaya aku, Mike. Dia itu cuma pura-pura polos demi uang. Nanti kamu pasti ditinggalin. Jangan percaya sama dia," lanjut Starla lagi. Terdengar lebih menggebu-gebu.
Namun, tanpa Starla prediksi Mike justru membalik diri—menghadapnya dengan posisi merangkul Naya begitu mesra.
"Lalu menurutmu definisi perempuan baik-baik itu seperti apa?" tanya Mike.
Starla terbelalak. "Mike, kamu kenapa masih memeluknya? Dia cuma mau manfaatin kamu doang, Mike."
"Jawab pertanyaanku Starla! Apa definisi perempuan baik-baik?" bentak Mike.
Starla memucat. Suara Mike begitu menggelegar, belum lagi sorot mata yang jelas mengintimidasi. Mendadak dia jadi waswas.
"Apa perempuan baik-baik itu yang baru pertama ketemu laki-laki langsung jadian? Atau, yang baru pertama ketemu langsung nyosor duluan? Apa menurutmu itu yang namanya perempuan baik-baik?" sentak Mike lagi. Dia lepas tangannya dari Naya dan bergegas mengapit pipi Starla. "Apa hakmu mengatakan dia bukan perempuan baik-baik, hah! Dia ini Naya! Wanitaku! Orangku dan kesayanganku! Apa hak-mu menjelekkan dia?"
"B-bukan b-begitu Mike." Bibir Starla bergetar menjawabnya, selain sakit dia juga mulai takut. Mata Mike begitu tajam. "Kamu salah paham denganku," lanjutnya lagi sembari meronta-ronta memukul punggung tangan Mike.
__ADS_1
Akan tetapi bukannya melepas, Mike semakin berhasrat ingin menyiksa Starla.
"Salah paham?" Mike terkekeh sinis, matanya makin melotot. Dia lepas apitan itu, tapi sekarang beralih ke lehernya Starla. Starla meronta makin kuat. Dia memukul punggung tangan Mike makin gencar. Dia tak bis bernapas normal.
"L-lepas Mike. Le-lepas ...."
Starla terbata, wajahnya merah padam menahan sakit.
"Aku yakin kamu ingin menawarkan diri, iya, 'kan?" hardik Mike makin nyaring.
Naya yang melihat itu semua jadi pucat. "Tuan, tolong lepasin dia. Dia bisa mati," ucap Naya. Dia pegang tangan Mike dan mencoba membatu Starla.
Mike yang mendengar permintaan Naya memilih abai. Dia benar-benar kalap mata dan menepis Naya hingga gadis itu tersungkur. Sumpah, saat melihat Starla dia jadi ingat dengan mantan kekasihnya yang juga licik, murahan dan mata duitan.
Sementara Naya yang melihat Mike lepas kendali seperti itu makin ketakutan, dia nekat memeluk Mike dari belakang. "Sayang, tolong lepasin dia. Dia bisa mati ...."
__ADS_1
Ajaib, bak api tersiram air. Muka Mike melemas drastis. Dia lepas tangannya dari leher Starla hingga Starla merosot di lantai. Wanita itu terbatuk-batuk mencoba menghirup oksigen yang hampir habis.
Anehnya bukannya meminta maaf Mike malah berdengkus. Dia rapikan bajunya dan memeluk Naya yang ketakutan. Nyalang dia melihat Starla.
"Aku peringatkan, jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Ingat, kamu hanya perempuan rendahan. Gak pantes dekat dengan wanitaku apalagi menjelek-jelekkan dia," ucap Mike penuh penekanan.
Starla yang masih bersimpuh mengangguk dan menunduk. Dia shock. Nyawanya hampir melayang di tangan Mike. Baru kali ini dia melihat laki-laki tampan tapi beringasnya mengalahkan setan, benar-benar tidak bisa ditipu dan dijangkau sama sekali.
"Dan satu hal lagi, aku rasa kita nggak kenal dan kita nggak seakrab itu. Jadi jangan berani-berani kamu panggil namaku. Aku Mike. Orang yang bisa melakukan apa aja. Jadi jika kamu mau tetap hidup dan nyaman dengan keluargamu, hindarilah aku. Paham!" ancam Mike lagi. Matanya melotot dengan jari telunjuk yang terarah pada Starla.
Starla mengangguk lagi. Dia masih memegang lehernya. Tiba-tiba masuklah Peter dan Luis. Mereka tentu saja panik. Peter bahkan membantu Starla berdiri.
"Mike, kenapa ini? Ada apa? Apa yang terjadi di sini?" cacar Luis.
Mike berdengkus, dia melihat Peter dan Starla. "Peter, putuskan dia."
__ADS_1