Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Ternyata begitu.


__ADS_3

Tiba-tiba saja Mike terbahak sembari bertepuk tangan. Namun, sedetik kemudian menendang kursi yang Jeff duduki hingga pria itu terjungkal kebelakang.


Semuanya tampak kaget, terlebih lagi Bella. Gadis itu shock melihat betapa brutalnya Mike menghajar Jeff. Jauh dari perkiraannya selama ini. Dia kira Mike adalah laki-laki kaya yang terpelajar dan berkelas, tapi ternyata dibalik itu selain dingin Mike juga menyimpan temperamen yang buruk.


Bella bergidik, dia tatap Jeff yang meringis. Sementara Jordan, dia dengan sigap kembali membenarkan posisi Jeff.


Lagi, tanpa diduga Mike kembali mencekik leher Jeff dengan sebelah tangan.


"Beraninya kamu," geram Mike.


Ya, dia ingat betul wajah Jeff. Pria ini yang mempermalukan Naya dan dirinya di depan umum kemarin siang.


Sementara Jeff, jelas dia tidak baik-baik saja. Matanya melotot dan merah, sedangkan urat di kepala dan leher sudah terlihat berdenyut. Rasanya sangat sakit saat saluran pernapasan dicekat secara paksa.


"Kenapa? Sakit?" tanya Mike lalu menyeringai. Dia seolah-olah menikmati wajah Jeff yang menderita.


"Tuan Muda ...." Jordan memanggil, tapi sebenarnya dia hanya mengingatkan Mike agar tidak lepas kendali.


Ajaib, cengkeraman menyakitkan itu tiba-tiba terlepas bersamaan dengan Jeff yang terbatuk-batuk. Kini matanya yang tajam melihat Bella yang duduk ketakutan.


"Gimana ini? Siapa yang harus aku percaya?" ujar Mike lagi. Dia mendekati Bella, lantas dengan cepat kembali menjambak rambut gadis itu. "Kenapa? Kenapa kamu lakuin ini? Apa aku terlalu baik hati sampai-sampai kamu lupa diri? Hah!"


Sungguh, emosi Mike sudah meletup-letup. Dia melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Bella, lantas mendekati meja kayu yang sudah tersedia beberapa alat kekerasan dan benda tajam si sana. Dari gunting, cambuk, pisau hingga alat kejut listrik.

__ADS_1


Mike menyeringai, dia lihat sekilas Bella yang ketakutan, lantas dengan tenang berkata, "Kira-kira kamu mau coba yang mana dulu, Bella?"


"M-mike …." Mata Bella terbelalak. Dia menggeleng berkali-kali bahkan menangis tanpa sadar. Mike benar-benar mirip psikopat di matanya. "Gak Mike, itu ... itu salah paham. Aku ... aku ...."


Mike mendekat, dia terus memandang Bella yang gemetaran sembari beberapa kali menghidupkan alat kejut listrik. Suara khas dari alat itu pun seketika membuat Bella dan Jeff menahan napas. Nanar matanya melihat Mike yang membungkuk.


"M-mike ...."


"Jawab Bella!" Mike berteriak. Suaranya menggelegar, Bella sampai terpejam menahan telinga yang sempat berdeging sesaat.


"Apa kamu yang ngerencanain ini semua?" lanjut Mike lagi dengan nada suara yang semakin meninggi.


"M-maafkan aku Mike. Aku cemburu. Aku gak suka dibuang. Aku masih sayang kamu. Aku aku merasa gadis itu gak pantes gantiin posisi aku. Aku ...."


Suara benturan keras—berasal dari alat kejut yang dilemparkan Mike—sukses memotong lisan Bella. Dia bahkan terpejam saking kagetnya. Dan lagi-lagi pipinya merasakan sakit karena Mike sudah mencengkeram tanpa iba. Kini mata mereka kembali berbagi pandangan.


"Sakit … Mike! Sakit!"


Bella merintih, tapi lagi-lagi Mike seperti tak peduli. Di saat bersamaan masuklah Dina. Dia berdiri di belakang Mike sembari tersenyum sinis.


"Mike ... Mike. Tolong ampuni aku. Aku janji gak bakalan ganggu dia lagi. Tapi please ... lepasin aku. Sakit Mike ...."


"Lepas?" ulang Mike. Dia dekatkan wajahnya ke telinga Bella lalu berbisik, "Kamu kira bisa gampang lepas dari aku setelah memfitnah wanitaku?"

__ADS_1


Hening. Saking ngerinya Bella bahkan menutup mata.


"Gak akan Bella. Demi dia aku bakalan balas kalian," lanjut Mike lagi. Dia lalu melepaskan cengkraman dan kembali duduk. Lalu dengan tenang mengeluarkan rokok dan Dian yang menyulut api untuknya.


"Mike kamu jangan gini. Aku udah kasih semuanya sama kamu. Kamu nggak bisa limpahkan semua kesalahan ke aku. Aku lakuin ini semua karena gak mau kehilangan kamu. Aku sayang kamu, Mike."


"Sayang?" Mike terkekeh kecil, mencondongkan diri ke arah Bella, lalu dengan santai mengembuskan asap ke wajah gadis itu. "Apa kamu gila? Kamu kira aku percaya? Sejak kapan ada rasa di antara kita? Ayolah jangan membuatku ketawa. Dari awal hubungan ini cuma tentang kesenangan. Kamu mainanku, Bella. Dari awal memang begitu, 'kan? Kamu kasih apa yang aku mau. Dan aku juga sudah kasih apa yang kamu mau."


Mike menjeda kata. Dia tatap muka Bella yang sudah masam kecut. "Lagian sejak kapan aku mau mempertahankan mainan yang sudah rusak. Asal kamu tau, mainan baru ngantri di belakang kamu."


Telak. Perkataan menohok Mike membuat Bella mati kata. Pandangannya kini beralih ke Dina yang ada di belakang Mike.


"Tapi Mike tetap aja ini bukan ide aku sendiri. Dia ... ini semua ide pembantu yang ada di belakang kamu itu," jelas Bella. Dia menatap Dina kesal lalu kembali menunjukkan wajah mengiba di depan Mike. "Tolong percaya sama aku. Bukan aku yang ngerencanain ini semua."


Tiba-tiba Mike mencekal tangan Dina yang berdiri di sebelahnya. "Apa benar begitu, Dina?" tanya Mike. Rahangnya sudah mengetat.


kuy sambil nunggu ini up kalian baca karya aku yang lain. klik profilku.


klo mau yg ada komedinya bisa baca Istri Nakal Sang CEO dan Ketika Yuna Bertemu Duda.


klo mau yang bucin ngenes bisa baca Duren Sawit.


klao mau baca yang berbau psikopat bisa baca Bersuamikan pria yang kejam dan bukan ******.

__ADS_1


Makasih. heheheh like nya jangan lupa.


__ADS_2