
"Alaah ... jangan nyalahin orang, deh. Kamunya aja yang tololl. Mau-maunya dikadalin pembantu," cibir Jeff.
"Heh! Jaga bicaramu! Kan kamu sendiri yang mau job ini. Apa harus aku ingetin lagi, kamu itu buronan polisi luar negeri, Jeff. Utang judimu banyak makanya mau ngelakuin hal ini."
"Apa katamu?" Jeff berdiri. Matanya memerah.
"Benar kan. Jangan sok tersakiti. Kamu juga sama tolollnya."
Jeff naik pitam. Dia tampar Bella hingga tersungkur ke tanah. Setelah itu dengan kasar mengungkung dan menghantam kepala Bella dengan batu.
Bella meringis. Dia memohon agar dilepaskan. Namun, Jeff yang kalap mata mengabaikan. Dia terus menghantam kepala Bella.
"Jangan sembarangan kamu Bella! Aku Jeff! Aku anak pengusaha tambang terkaya di Indonesia! Aku anak kesayangan orang tua! Orang tuaku punya banyak uang. Kamu tau apa, ha! Jangan berani-berani menghinaku! Akan aku buktikan kalau keluargaku bisa bangkit lagi!"
Hancur, wajah Bella sudah berlumuran darah. Jeff yang sadar langsung menghindar. Dia lihat tangannya yang sudah gemetar dan penuh warna merah, lantas melemparkan batu itu.
__ADS_1
"Bell, Bella," panggilnya. Dia tepuk pipi Bella. Nihil, tak ada respon. Dia pun mencoba mendengar napas Bella.
"Hais sial. Dia mati."
Gegas Jeff berdiri. Bolak-balik dia di depan jasad Bella.
"Gak, gak bisa. Aku gak boleh masuk penjara," gumamnya lagi.
Nanar matanya melihat sekitar. Beruntung sepi. dan tidak ada saksi. Lekas dia masukkan jasad Bella ke dalam mobil dan batu tadi, lalu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
"Sial sial sial!" umpat Jeff. Dia makin gusar. Kembali dia melihat sekitar dan lagi-lagi itu adalah jalanan sepi. Cepat dia menggendong tubuh pria itu dan memasukkan ke mobil.
Setelah merasa lumayan jauh Jeff akhirnya memberanikan diri berhenti. Dia butuh waktu buat bernapas dan menenangkan diri. Bagaimana tidak, dalam satu jam dia sudah membunuh dua orang.
"Harus aku apakan mereka?" gumam Jeff. dia menyugar rambutnya lagi, lantas melihat mayat si pejalan kaki. Aroma alkohol berbaur dengan bau darah.
__ADS_1
Cepat-cepat Jeff mengecek saku si korban. Nihil, tak ada satu pun tanda pengenal. Hanya ada uang sepuluh ribu di sana.
"Ayo berpikir Jeff. Berpikir," gumamnya lagi.
Matanya kembali melihat sekitar. Jalanan ini juga sepi. Ini adalah perkampungan dan ada tebing di tepi jalan. Tiba-tiba ide gila datang. Cepat-cepat Jeff memakaikan pakaiannya tadi. Pakaian yang ada jejak ompol, lantas memasukkan tanda pengenalannya di saku. Tak lupa pula posisi jasad Bella dan pria tidak di kenal dia atur sedemikian rupa. Dia juga mendorong mobil itu hingga meluncur dan masuk ke jurang. Seolah-olah itu adalah kecelakaan.
Begitulah kronologi bagaimana Jeff memanipulasi kematian.
Namun, semua tidak sesuai keinginan. Uang seratus juta lenyap karena kesenangan. Judi dan perempuan membuat Jeff lupa diri hingga akhirnya dia terinfeksi HIV.
Jeff hampir gila karena tidak punya uang. Hidup tanpa identitas juga membuatnya kacau. Saat itulah dia mulai membenci Mike. Dia merencanakan pembunuhan dengan sangat matang.
Di sinilah dia. Mengamati Mike dan Naya yang berdansa. Saat tiba waktunya dia tembakkan satu peluru. Tepat mengenai punggung Mike.
Dan setelah sukses menembakkan satu peluru, dia lantas menembakkan satu peluru ke kepalanya sendiri.
__ADS_1