
Naya tak menyahut sebab terlalu takut. Tiba-tiba saja Mike menanyakan hal itu. Dia gemetar. Apakah benar Mike akan menjadikannya budak pemuas ***** seperti yang Ken katakan?
Naya menelan ludah. Rasa-rasanya dia ingin berpindah ke dimensi lain. Aura Mike yang mendominasi serta senyum ambigu itu membuatnya ngeri.
Namun meski begitu dia sudah memutuskan. Terlambat sudah untuk mundur. Dia tau arti dijual dan tahu kewajiban dari yang namanya budak. Ken juga telah memperingatkan, tapi tetap saja dia masih berharap adanya orang baik di bumi yang dia injak kini.
Apakah benar-benar tidak ada lagi orang baik selain Ken dan Sean? Lalu manusia seperti apa Mike itu?
"Kenapa gak jawab? Apa sekarang kamu mendadak jadi bisu?" tanya Mike. Penuh penekanan dari sebelumnya. Dia simpan gelas tadi dan kembali mengintimidasi Naya dengan tatapan dingin.
Naya tetap tak berkata. Ritme jantungnya makin menggila. Nanar matanya menatap Mike. "T-tuan, s-sebenarnya ...."
Kekehan Mike tiba-tiba mengudara sampai-sampai Naya jadi melongo beberapa detik. Dia keheranan. Bagaimana tidak? Beberapa saat yang lalu aura jahat begitu mendominasi Mike, dan sekarang pria itu justru tertawa senang sembari bertepuk tangan.
'Jangan-jangan selain mata keranjang dia juga punya kepribadian ganda.'
Naya membatin lagi. Bahkan menjadi semakin gugup. Dia membasahi bibir dengan saliva lalu memundurkan langkah.
"Sudahlah. Kamu enggak perlu jawab karena saya tahu jawabannya," papar Mike sembari mendekat.
Naya yang sudah terpojok tak bisa bergerak lagi. Ada meja tanaman yang menghalangi pergerakannya.
Sialnya Mike yang sudah terlanjur tertarik pada Naya semakin gencar menggoda. Dia mencondongkan badan dan sengaja mendekatkan wajah ke Naya.
"T-tuan mau a-apa?" tanya Naya terbata. Dia bahkan bisa merasakan embusan napas Mike.
Namun, Mike hanya mengulas senyuman. Dia acak-acak pucuk kepala Naya.
"Kamu mudah sekali ditipu," ucapnya lalu tertawa. Dia pandangi wajah merona Naya. "Ngomong-ngomong saya yakin asisten Laura bekerja keras buat merubah kamu, iya, 'kan? Dia bahkan tau selera saya. Saya memang suka gadis tipe polos berambut pendek seperti kamu."
__ADS_1
Naya menelan ludah. Dia lega karena Mike kembali ke posisi semula, tapi tak dipungkiri ada kecewa menyelusup dalam dada. Setelah mendengar penuturan Mike dia pun menyadari sesuatu. Nasibnya menjadi buruk sejak bertemu Laura.
"Tapi sepertinya dia tidak mendengar berita ter-update. Saya sekarang lagi bosan dengan gadis santun. Saya lebih tertarik pada gadis yang nggak teratur. Kayak kamu di kafe tadi siang," lanjut Mike.
Naya mengerjap. Dia sungguh tidak paham. ''Apa jangan-jangan?''
"Ya, saya melihat pertarungan kamu pas di kafe tadi. Kamu tau, kamu terlihat cantik meskipun memakai baju biasa. Saya jadi tertarik."
Lagi, Naya jadi tambah gugup. Setiap pujian yang Mike lontarkan membuatnya serasa menelan duri.
"T-tuan, maaf kalau saya lancang. Sebenarnya kesepakatan apa yang Tuan dan Tante Laura buat?" tanya Naya. Dia memberanikan diri mengubah topik pembicaraan.
Aneh, bukannya langsung menjawab Mike malah kembali terkekeh. Naya mulai sebal. Belum sejam seruangan dengan Mike dia sudah ditertawakan berkali-kali. Apakah ada yang salah dengannya ataukah Mike yang punya gangguan jiwa?
"Kenapa Tuan? Apa saya salah?" tanya Naya.
Mike menggelengkan kepala. Dia menghentikan tawa. Lamat dia memandang Naya yang kebingungan.
Naya kembali diam. Dia memikirkan perkataan Mike.
"Baiklah Tuan. Saya ralat. Sebenarnya kesepakatan apa yang Tuan buat dengan dia?"
Mike kembali berusaha menahan tawa. Dia benar-benar menyukai Naya. Gadis itu selain berwajah ayu juga mempunyai hati yang baik. Punya karakteristik yang berbeda dari wanita kebanyakan. Mereka munafik yang mengejar hanya demi uang.
Siapa duga sekarang dia bertemu Naya, baginya kesepakatan dengan Laura adalah hadiah yang tidak mungkin dia sia-siakan.
"Bukannya sudah jelas. Saya kasih dia uang buat nutup hutang. Sebagai imbalannya dia menyerahkan kamu," papar Mike. Tanpa basa-basi.
"Itu dia masalahnya. Saya heran kenapa Tuan mau membeli saya dengan nilai yang besar. Bukannya tuan punya uang banyak. Saya hanya gadis kecil kampungan yang pasti nggak sebanding dengan perempuan yang ada di sini. Dengan tampang dan uang saya yakin banyak yang mau mengantri menjadi budak maupun pembantu. Saya yakin ...."
__ADS_1
"Stop!" sela Mike. Dia tampak berang dan tanpa ragu mencengkeram lengan Naya dengan kuat. "Kamu gak berhak mengutarakan pendapat. Di sini sayalah tuanmu. Apa pun itu terserah saya. Ingat itu!"
Mike melotot, lantas melepaskan cengkeraman dengan kasar. Naya sampai terhuyung, tapi tetap bisa berdiri tegak.
'Fix, orang ini sakit jiwa.' Naya bermonolog.
"Sekarang ikut saya. Saya akan antar kamu ke kamar," jelas Mike.
Tak mau mendapat masalah, Naya pun memutuskan diam dan mengikuti. Banyak orang ada di sana. Dari pria yang bergaya seperti ajudan dan beberapa wanita berseragam yang dia yakin adalah pengurus rumah tangga. Anehnya sebegitu banyak orang tidak ada yang berani menatapnya.
Dalam kegelisahan dia sangat berharap, semoga Mike menjadikannya pembantu daripada pemuas *****. Namun, apa ada pembantu yang dibeli sampai sepuluh miliar?
Tibalah Mike dan Naya di sebuah kamar mewah dan besar. Dekorasinya mirip kamar putri yang didominasi warna keemasan. Tentu saja keistimewaan yang diterima membuatnya semakin gugup.
"T-tuan, b-bukankah kamar ini terlalu besar untuk seorang budak?" tanya Naya yang berdiri tepat di belakang Mike.
Mike membalik diri, dia tersenyum ambigu. "Tentu saja. Kamu memang budak yang sudah saya beli. Tapi mau di mana kamu tidur dan apa statusmu kelak itu adalah hak mutlak saya. Dan sekarang nikmatilah akomodasi istimewa yang saya berikan."
"T-tapi kenapa?"
"Karena kamu bukan budak biasa. Kamu istimewa," papar Mike. Bibirnya naik sebelah.
Sementara Naya, jangan di tanya lagi. Debaran di dada semakin hebat. Atmosfer berubah drastis. Dia pernah serumah dengan Ken tapi firasatnya tak seperti sekarang. Tatapan Ken dingin. Sangat berbeda dengan tatapan Mike yang penuh keambiguan.
"Sekarang saya ingin lihat kamu ganti baju," ucap Mike tiba-tiba.
"Hah? A-apa Tuan? Ganti baju?"
"Iya. Buka bajumu sekarang."
__ADS_1
***
kuy jejak jmpolnya jgn lupa. kalo gak aku ngambek.