
"Mike, kenapa ini? Ada apa? Apa yang terjadi di sini?" cacar Luis.
Mike berdengkus, dia melihat Peter dan Starla. "Peter, putuskan dia."
Seketika Peter melepaskan rangkulan. Raut mukanya begitu serius memandang Mike dan Starla secara bergantian.
"Ada apa ini sebenarnya?" ulang Peter.
"Sudahlah, kamu tidak perlu tahu alasannya. Pilihan kamu cuma dua, lupakan dia atau siap menanggung resikonya."
"Oh, oke oke aku paham," sahut Peter sembari mengangkat kedua belah tangan. Dia mundur beberapa langkah dan menjauhi Starla yang jelas terlihat membelalakkan mata.
"Peter ...."
"Sorry Sayang," sela Peter lalu mengedip genit. "Hubunganku dengan Mike lebih berharga. Jadi ... selamat tinggal," lanjutnya lalu mengikuti langkah Mike.
***
Tibalah di rumah.
__ADS_1
Seperti biasa Naya mengikuti Mike menuju kamar untuk melayani. Dia membantu membuka jas serta sepatu Mike.
Hening. Tak ada suara sama sekali yang keluar dari mulut Naya sejak keluar dari kelab tadi. Sepanjang perjalanan dia terbayang terus dengan perlakuan kasar Mike pada Starla. Satu sisi dia bersyukur Mike membantu dan membelanya, tapi satu sisi juga waswas. Baru kali ini dia melihat sisi mengerikan Mike.
Mike yang melihat ketakutan begitu kentara di wajah Naya hanya menyeringai. Posisi mereka sangat berdekatan. Dirinya duduk di sisi ranjang sedangkan Naya berdiri di depannya sembari mencoba melepaskan dasi.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Mike tiba-tiba.
Naya tersentak. Gegas dia menggeleng. "Gak ada. Aku gak mikirin apa-apa."
"Oiya, kamu gak mau bilang sesuatu?" tanya Mike lagi, dia menaikturunkan alis.
Naya terdiam sebentar dan mencoba berpikir. Tangannya bahkan berhenti bekerja. Lamat dia menatap Mike yang tersenyum ambigu, lantas cepat-cepat kembali menunduk.
Mike mendesahh panjang, dia kesal karena Naya selalu memanggilnya begitu. Sudah sering diancam dan diperingati pun Naya akan kembali memanggilnya tuan. Mendadak dia menyesal karena pernah membentak saat mereka pertama kali bertemu. Dia memarahi Naya karena memanggilnya om.
Hening lagi. Mike tak bersuara. Dia masih melihat wajah Naya yang ketakutan.
"Siapa wanita tadi?" tanyanya dengan raut yang masih sama—tidak senang.
__ADS_1
"Dia mantan pacarnya Kak Ken. Kayaknya dia salah paham ten—"
"Sudah," potong Mike. Mukanya semakin masam kecut. Mendengar Naya menyebut nama orang lain begitu santai membuatnya iri. Sangat iri.
Hening lagi, Naya tetap gemetar di depan Mike. Dia tak berani pergi sebelum Mike memberi perintah.
"Apa kamu kepikiran buat kabur ke orang itu?" Mike kembali bertanya dengan suara datar.
Naya makin gemetar. Dia menjauh selangkah ke belakang sembari menggelengkan kepalanya secara cepat. Matanya bergerak liar melihat Mike. Bagaimana bisa mengiyakan pertanyaan menjebak itu?
Jika dia jujur menjawab pertanyaan itu Mike pasti akan menghancurkan Ken. Jalan satu-satunya adalah berbohong.
"Gak Tuan. Aku gak akan kabur. Aku akan selalu setia," balas Naya.
Mendengar jawaban Naya membuat ekspresi Mike berubah secara signifikan. Dia gemas dan menyeringai licik.
"Kenapa Tuan?" tanya Naya. Dia mendadak horor. Tatapan Mike berubah penuh hasrat.
Mike tak menyahut. Dia pindai penampilan Naya yang masih cantik dan seksi dengan balutan gaun tanpa ada kain menutup dada dan leher. Tanpa permisi dia tarik tangan Naya dan mengarahkannya duduk di pangkuan.
__ADS_1
"Kamu sengaja ya menggodaku?"
***