Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Terancam


__ADS_3

Oh ... jantung Ken serasa di remas. Dia tarik lagi kerah baju Mike. "Kau pasti memaksanya!''


Mike menepis. Dia terkekeh sinis. "Memaksa? Ayolah jangan melucu. Kamu tahu apa? Berhentilah ikut campur!"


"Kau ...."


Akan tetapi Mike seperti mengabaikan kemarahan Ken. Dia justru mendekati Naya dan merangkulnya mesra. Tak hanya itu, tanpa bicara dia tiba-tiba membuka syal yang Naya kenakan. Tampaklah bekas cupangg yang begitu banyak di leher gadis itu.


"Lihat, ini adalah bukti kalau Naya ini milikku. kamu nggak berhak ikut campur dalam hubungan kami."


"Dasar bedebah!"


Ken kembali akan melayangkan pukulan. Namun, Mike yang sudah siap malah menghindar dan lagi-lagi memelintir tangan ken. Ken meraung, tapi tak lama dia akhirnya bisa melepaskan kuncian Mike. Dia pun secara cepat melayangkan tendangan, tapi lagi-lagi Mike bisa mengelak.


"Aku akui, kamu itu pria yang bisa diandalkan, tapi sayang kenapa seleranya istri orang."


"Sialan! Kamu hanya membuat Naya menderita!"


"Dan aku akan membuat penderitaan itu jadi kebahagiaan mulai dari sekarang. Jadi berhentilah ikut campur!"


"Omong kosong!"


Perdebatan itu pun berubah jadi pertarungan sengit. Kedua pria dengan postur tubuh kurus tinggi saling melayangkan pukulan dan tendangan. Mereka sama sekali tidak menghiraukan Naya yang menjerit ketakutan.

__ADS_1


Lima menit


Sepuluh menit.


Lima belas menit.


Keduanya limbung dan terjatuh ke tanah dengan posisi dan waktu yang sama. Tak ada yang menang dan tak ada yang kalah. Keduanya sama-sama merasakan kelelahan yang tiada bandingan. Napas mereka terdengar ngos-ngosan, persendian serta kulit semuanya ngilu dan memar


"Tinggalkan Naya. Dia berhak bahagia," ucap Ken. Suaranya tidak sekeras tadi.


"Dasar bodoh! Naya itu istriku dan hanya aku yang bisa membahagiakan dia," balas Mike yang terdengar rintihan di ujung kalimat. Pukulan Ken lumayan membuat bibir pecah.


"Istri?" Ken berdecih. "Kamu bodoh, apa pernah satu kali pun kamu lihat dia tertawa?"


"Aku, aku pernah melihatnya tertawa dan aku akan berusaha membuatnya tertawa lagi, jadi lepaskan dia," terang Ken. Matanya menatap langit yang cerah.


"Aku juga berhak punya kesempatan untuk melakukan itu. Aku punya peluang lebih banyak karena aku suaminya. Jadi berhentilah memimpikan istri orang lain."


"Sebelum jadi istrimu dia itu menyukaiku."


"Lalu, apa kamu yakin rasa suka itu masih ada sampai sekarang? Apa kamu percaya diri? Kalau iya, tanyakan langsung padanya. Tanya apa dia masih menyukaimu."


Kini Ken yang berdiam. Mendadak dia merasa rendah diri. Naya benar-benar berubah drastis. Dulu, gadis itu akan terus tersenyum, bahkan tak jarang mengumpat jika Ken memerintahkan sesuatu yang membuatnya kesulitan.

__ADS_1


Namun, setelah berpindah tangan Naya sama sekali berubah. Jarang berbicara dan hampir tidak pernah tersenyum. Semua itu makin memburuk saat menyandang status janda pembawa sial yang masyarakat sematkan. Dia menyadari kalau perasaan Naya padanya pastilah sudah berubah, tapi ....


Ken duduk. Dia tekuk lutut yang gemetar. Mike juga sama. Keduanya menyeka keringat masing-masing.


"Lepaskan Naya. Mulai sekarang aku yang akan bertanggung jawab pada istriku sendiri," papar Mike.


Ken menarik sebelah bibir. "Kamu terlalu percaya diri."


***


"Apa? Jadi Mike masih hidup!" seru Broto. Matanya melotot besar saat melihat sang asisten pribadi yang bertubuh tinggi besar dan berkepala pelontos.


"Iya Tuan. Dan ini ...." Si asisten menyerahkan sebuah map.


"Apalagi ini?"


"Ini informasi yang saya dapat. Tuan Muda Aston sudah ditemukan."


"A-pa?" Bibir Broto bergetar. Dia raih kertas itu dan seketika matanya membesar. Dia shock saat melihat foto Ken. "Aston itu asistennya Burhan?"


"Iya Tuan."


Broto limbung. Dia pegang tengkuknya. Wajahnya yang keriput tampak memerah. Dia tidak menyangka anak yang sudah dia lupakan ternyata masih hidup.

__ADS_1


"Cari anak ini. Jangan sampai Mike menemukannya lebih dulu."


__ADS_2