
"Kamu ingin kita balik lagi?" tanya Mike.
Laras mengangguk mantap, lantas menghapus air matanya. "Ya, aku mau kita balik lagi kayak dulu. Tolong lupakan kesalahanku."
Mike tersenyum sinis. Meski berbalut make up tebal, Laras tetaplah cantik. Terlihat garang tapi sebenarnya wanita rapuh.
"Kamu beneran mau kita kayak dulu?" ulang Mike. Dia mendekatkan wajah dan menyisakan beberapa senti saja. Terpaan napas Laras terasa hangat.
Laras mengangguk. Mike pun secara cepat melepaskan apitan tangannya, lantas memeluk pinggang Laras sangat posesif. "Oke, aku bakalan lupain kesalahan kamu."
Mendengar itu mata Laras langsung berbinar. Dia tersenyum manis. "Beneran?"
Mike mengangguk. Matanya memindai wajah Laras.
"Jordan," panggilnya tiba-tiba.
Jordan pun mendekat dan berdiri di belakang Laras. "Iya, Tuan."
Pandangan mata Mike tak beralih dari wajah Laras. Dia bahkan menatap minat pada wanita itu hingga Laras yang kadung baper berancang-ancang akan mencium. Sayang, Mike dengan cepat menahan dengan telapak tangan.
"Kenapa?" tanya Laras. Dahinya mengkerut.
"Laras, aku bakalan maafin kamu kalau kamu mau tidur dengan Jordan. Bagaimana?"
Bak mendengar petir, mata Laras membelalak. Spontan dia melepaskan pelukan Mike. Nyalang matanya memindai Mike dan Jordan secara bergantian. "Apa kamu gila?" lanjut Laras makin nyaring.
__ADS_1
"Ya, aku gila. Aku pasti gila jika nerima kamu lagi. Apa kamu pikir cuma kamu perempuan di muka bumi ini? Ckckck." Mike menggeleng. Dia maju dan Laras mundur. Laras tampak panik dan marah di saat bersamaan.
"Di bumi ini perempuan gak hanya kamu, Laras. Aku sekarang punya kuasa. Aku punya uang. Lagian aku bukanlah Mike remaja yang selalu nurut apa kata kamu. Aku, tanpa aku minta pun banyak perempuan yang ngantri buat tidur denganku. Apa kamu pikir cuma kamu yang bisa muasin aku?"
Mike kembali menggeleng. Dia menyeringai, lalu tertawa. Sorot mata itu membuat Laras menelan ludah.
"Tapi wanita yang kamu cinta cuma aku," sahut Laras percaya diri.
Lagi, Mike tergelak. "Cinta?" ulangnya. "Kamu kira cinta itu penting?"
Mike kembali menggeleng. ''Gak, Laras. Aku gak butuh cinta, apalagi dari perempuan kayak kamu. Populasi perempuan di dunia ini banyak. Bahkan sangat banyak. Buat apa memungut barang bekas?"
"Mike!" hardik Laras. Mukanya merah padam.
Namun, Mike merespon dengan santai. Dia pelintir rambut Laras dengan telunjuknya, lantas berbisik, "Tawaranku tetap berlaku. Aku bakalan pikirin permintaan kamu barusan kalau kamu mau tidur sama Jordan dan praktekkan gaya favorit kita. Gimana?"
Laras lantas berlalu. Dia pergi dengan emosi yang meledak-ledak melewati Jordan dan beberapa bodyguard yang berdiri mematung di sana.
"Harry, cari informasi tentang perempuan tadi," ujar Laras ketika keduanya sudah melewati ambang pintu.
"Baik Nona," sahut Harry—pria berbadan tambun dengan wajah blasteran—sembari membukakan pintu mobil untuk Laras.
"Aku bakalan bikin perhitungan sama perempuan itu. Bisa-bisanya dia merubah Mike jadi begitu. Awasi terus dia Harry," lanjut Laras.
Harry yang sudah berada di belakang kemudi mengiyakan. Dia sempat melirik Laras dari kaca tengah mobil dan bisa menebak betapa marahnya wanita itu.
__ADS_1
Sementara dalam rumah, Jordan mendekati lagi Mike yang tengah duduk di sofa sembari menyalakan rokok. Sang tuan tampak baik-baik saja.
"Apa tidak apa-apa?" tanya Jordan.
Mike menunjukkan smirk. Matanya masih tertuju pada daun pintu yang sudah tertutup.
"Tidak apa-apa. Aku tau dia. Dia nekat tapi aku bukanlah lawannya." Mike kemudian melihat Jordan yang ada di sebelahnya. "Cek di mana Naya sekarang."
Jordan secara cepat mengeluarkan gawai. Hanya dengan beberapa kali sentuhan dia dapat mengetahui keberadaan Naya.
"Sepertinya Nona Naya mengunjungi makam neneknya," sahut Jordan. Dia lalu kembali memasukkan benda pipih itu ke saku.
"Sekarang perketat pengamanan Naya. Jaga dia dengan benar."
"Baik, Tuan. Dan soal Dina?"
Mike yang sudah berdiri menatap Jordan lagi, lantas berkata, "Biarkan saja dia. Dia licik. Kita lihat bagaimana cara dia bertahan dari serangan Laras."
***
Eps lanjutnya besok ya. Aku mau up crta Yuna dulu. Hehehe Kasian dia makan hati berulam jantung serumah dengan duda nyebelin seperti James.
Oiya, btw si Jordan dan Sean udah aku kasih visual belum?
Aku lupa. Wkwkwk
__ADS_1
Likenya jangan lupa. Love yu sekebooon kelapa.