Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Janji Mike


__ADS_3

"Aku kangen kamu Naya," ucap Mike lirih tepat di telinga Naya. Naya sampai bergidik. Namun, karena kebencian yang masih membuncah dia kembali meronta dalam pelukan Mike.


"Lepas Mike!" teriak Naya. Matanya melotot menyiratkan kebencian.


Akan tetapi Mike menggeleng. Dia sudah berkabut hasrat. Bagaimana bisa dia melepaskan Naya setelah dua tahun menahan segalanya?


"Lepasin!" teriak Naya lagi sembari menarik pergelangan tangan yang dicekal Mike.


Mike tak berkedip. "Gak bisa! Gak akan aku lepaskan. Sampai kapan pun kamu tetap istriku, Naya."


"Aku teriak!"


Mike menyeringai. "Teriak saja."


"To—"


Lisan Naya terjeda. Mike dengan bringas menyesap bibirnya seakan mampu menelan itu semua. Dia kunci kedua belah tangan Naya dengan satu tangan. Sementara tangan satunya sudah menahan tengkuk Naya agar dia bisa menikmati bibir itu dengan leluasa.


Naya meronta. Namun karena tak bisa bergerak dia jadinya diam saja. Jujur sentuhan Mike membuat akalnya tumpul seketika. Rasanya sulit dikatakan, antara benci, kesal, marah dan rindu. Semuanya tidak bisa digambarkan hingga kebencian yang awalnya menggunung mencair seketika.


Mike terlihat ngos-ngosan setelah selesai dengan penyatuan yang memaksa itu. Matanya masih menyiratkan sesuatu perasaan yang tak bisa Naya artikan.


"Aku kangen kamu, Sayang," ucap Mike lirih.


"Pergi!" balas Naya berteriak. Dia tarik tangannya dengan paksa, lantas mendorong dada Mike.


Mike terhuyung, tapi tetap tak menghiraukan penolakan itu. Dia justru membuka jaket serta kaus yang membalut badan. Perutnya yang sixpack terekspos sempurna.


Naya gugup. Dia telan saliva. "Pergi! Pergi dari sini!"


Alih-alih menurut Mike justru membuka celana dan hanya menyisakan bokser saja.


Naya yang paham situasi itu pun memilih menjauh. Dia menuju pintu, tapi keburu Mike memeluknya dari belakang.


"Lepas gak!" teriak Naya lagi. Dia pukul punggung tangan Mike.


"Sudah aku bilang kalau aku itu kangen kamu," balas Mike santai.

__ADS_1


Naya melongo, kakinya tak menginjak lantai karena digendong paksa.


Sementara Mike, dia yang seperti orang kesetanan mengempaskan tubuh Naya yang kurus dan kecil di atas ranjang, lantas tanpa berkata mengungkungnya. Tangan Naya bahkan dia pegang dengan kuat. Naya tak bisa bergerak. Hanya matanya yang terbuka lebar yang memperlihatkan betapa kesalnya dia saat ini.


Namun Mike tak peduli. Dia merindukan Naya. Dia cemburu melihat Naya dekat dengan Ken. Terlebih lagi dia rindu kehangatan tubuh gadis itu.


"Lepas!" sentak Naya. Dia meronta lagi.


Akan tetapi Mike menggeleng. Dia yang sudah duduk di atas paha dan mengunci kedua tangan Naya memindai wajah itu dengan sorot mata nyalang. "Kamu gak akan pernah aku lepaskan. Gak akan pernah aku izinkan kamu dengan laki-laki lain."


"Dasar egois!"


"Karena aku gak mau kehilangan kamu."


"Brengsek!"


"Aku punya alasan. Percayalah."


"Gak punya hati!"


"Tapi aku tulus."


"Kamu, aku hanya ingin kamu."


"Per—"


Lagi, lisan Naya tak terselesaikan karena Mike kembali menyesap bibir Naya dengan penuh *****. Tak hanya itu, dia juga mendorong miliknya yang sudah keras bagai kayu ke tengah tubuh Naya.


Naya melotot. Dia meronta makin hebat tapi tetap saja kalah tenaga. Dia benar-benar tak berkutik saat Mike melilit, mengesap dan berbagi saliva dengannya lagi. Tak hanya itu yang di bawah sana juga dia dorong terus. Naya bahkan reflek mencakar punggung Mike.


Sungguh, meskipun masih mengenakan pakaian lengkap tetap saja Naya merasakan benda itu. Benda yang membuatnya entah kenapa melemah.


Tiba-tiba saja ada suatu keinginan yang bertolak belakang dengan pikiran. Sentuhan kasar itu membuatnya yang tadi meronta menjadi perlahan tenang.


"Aku gak suka lihat kamu dengan Ken," ucap Mike setelah selesai memagut bibir Naya. Dia tatap Naya dengan sorot mata tak terbantahkan.


Setelah itu arah pandangannya tertuju ke tangan Naya. Cincin Ken manjadi titik fokusnya. Dia sangat marah. Tanpa aba-aba dia lepas cincin Ken dan membuangnya ke sembarang arah.

__ADS_1


"Mike!" sentak Naya. Dia mencoba menelusuri ke mana benda itu bergulir. Namun, Mike yang sudah kadung kesal kembali memaksa Naya untuk menatapnya.


"Kamu hanya milikku. Sampai kapanpun!'


"Brengsek! Kalau begitu kenapa pura-pura mati? Kenapa kau buat aku keguguran! Kenapa membuat aku jadi begini? Kenapa?"


Mike merubuhkan tubuhnya. Dia peluk Naya yang menangis, lantas mencium ceruk leher Naya agak lama. Menghirup aroma khas dari gadis itu. Aroma candu yang membuatnya menggila setiap malam.


"Maafkan aku. Aku memang egois. Aku berhak kamu hukum. Aku memang brengsek. Tapi Naya, aku gak bisa kehilangan kamu. Aku gak bisa iklasin kamu sama siapa pun."


Mendengar itu Naya makin sesenggukan. Tadi dia yang kekeh memukul dan mencakar punggung Mike perlahan melemah. Dia peluk Mike. Jujur dia benci sandiwara laknat yang sudah merenggut janin yang ada dalam rahim, tapi dia juga bersyukur kalau Mike sebenarnya masih hidup.


"Kau jahat! Jahat!''


"Maaf ...."


Mike menjauhkan wajah. Dia tatap muka Naya yang sembab. Gadis itu terlihat lebih kurus di matanya.


"Kamu pasti menderita," ucap Mike lagi. Dia kecup kening Naya. "Aku janji akan menebusnya seumur hidup."


Naya kembali terisak. Dia biarkan Mike memeluk dan mendekapnya lumayan lama. Hingga ada suatu pergerakan di bawah sana yang membuat Naya membelalakkan mata.


Mike jauhkan wajah. Mata mereka bersitatap dalam keheningan dan remang lampu kamar.


"Aku mau ...."


Pergulatan itu pun terjadi begitu saja. Ternyata Naya juga menyambut. Teruntuk Mike, tentu saja dia bahagia, Naya sendiri yang telah merobohkan dinding kokoh pemisah antara mereka.


Mike roboh. Dia ambruk di tubuh Naya dengan napas yang terputus-putus. "Terima kasih karena sudah menerimaku. Aku akan menebus kesalahanku seumur hidup. Percayalah ...."


Naya mengangguk.


"Dan satu lagi, tolong rahasiakan kehadiranku. Masih ada yang harus aku urus," lanjut Mike.


****


Jiaaahh

__ADS_1


Udah aku edit. wkwkw kagak ada part hareudangnya. jangan marah.


__ADS_2