Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Kemarahan terpendam.


__ADS_3

Belum juga Jordan menyelesaikan lisan, si Jeff telah lebih dulu mendorong Naya hingga mendarat kasar di dada Mike. Dia jelas tengah tidak senang. Buktinya dia berani melotot pada Mike dan Jordan sembari berdengkus.


"Apa peduli kalian? Jangan bilang kalau kalian berdua tertarik dengan dia?" terka Jeff sinis.


Mike tak menyahut. Dia hanya menatap Jeff tanpa berkedip dan membiarkan Naya berlindung di belakangnya.


Alih-alih takut Jeff malah menyeringai. Dia lihat Naya dengan tatapan mencemooh, lantas berdecih. "Wah, kamu hebat Naya. Apa selama aku pergi kamu sudah ...."


Jeff menjeda kata, dia lantas terkekeh sinis. "Jangan bilang kamu jadi sugar baby om-om ini?" lanjut Jeff lagi. Dia bertepuk tangan dan terkekeh. Suara tawa yang makin terdengar menyebalkan di telinga Naya. Lekat dia menatap Naya. "Tapi gak apa-apa. Itu hak kamu, tapi ... apa dia juga tau kalau akulah laki-laki pertama yang ngasih kamu pengalaman hebat tentang sekss?"


"Nggak! Itu gak bener! Jangan mengada-ada kamu," balas Naya tegas. Dia hapus air matanya lantas melihat sekitar. Begitu banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan hina. Belum lagi bisik-bisik yang membuat hatinya mencelos hebat.


"Apa? Masih mau nolak kenyataan? Kamu bener-bener keras kepala. Apa aku harus bilang tentang sesuatu yang private?"


"Tolong stop!" potong Naya histeris. Dia menutup telinga rapat-rapat.

__ADS_1


Jeff kembali menyeringai, matanya mengedip genit ke tubuh tengah Naya. "Apa tanda lahir di paha sebelah kiri kamu itu masih ada?"


Naya melotot dan refleks merapatkan kaki. Dia bingung dan mencoba berpikir keras, kenapa bisa orang itu begitu tau tentang letak tanda lahir yang hanya dirinya dan sang nenek yang tahu?"


"Kamu gila. Kamu brengsek. Aku gak kenal sama kamu!" Naya makin histeris, dia terpojok.


Akan tetapi si Jeff hanya terkekeh sinis. "Kalau aku bajingan. Lalu kamu apa? Jalaang profesional?"


"Gak, kamu salah! Aku perempuan baik-baik!"


Ocehan Jeff itu membuat Naya gelagapan. Rasanya begitu tidak sanggup menceritakan tentang kehidupannya, tentang siapa Mike dan Jordan.


Hening, Naya tak berkutik begitu juga Mike yang tidak ada niatan menjawab pertanyaan Jeff.


Tentu saja melihat itu si Jeff makin bersemangat. Dia melihat sekeliling lantas menunjuk-nunjuk Naya. "Ayo lihatlah. Ini contoh cewek gak punya malu. Gak punya harga diri. Bisa-bisanya main dengan Om Om."

__ADS_1


Jeff bersedekap, lantas kembali berkata, "Naya, apa sebegitu kesepiannya kamu sampe ngelakuin hal hina kayak gini?"


Senyap lagi. Naya tak menyahut apalagi menyanggah. Dia hanya menunduk sambil meremas tangan yang kaku. Mukanya serasa tebal dan panas mendengar bisikan orang sekitar.


"Berapa bayaran yang kamu mau Naya? Aku gak apa-apa bayar, asal bisa bareng kamu lagi aku bakalan bayar yang lebih besar dari Om ini."


"Tolong jaga bicaramu!" bentak Jordan yang ada di sebelah Mike. Sayangnya Mike dengan arogan memberikan lirikan hingga Jordan terpaksa diam.


"Ya sudahlah. Kalau kalian tertarik dengan dia, silakan ambil. Lagian perempuan di dunia ini gak hanya dia. Ya walaupun aku akui permainan dia memang top saat di ranjang," lanjut jeff


Mata Naya membulat. Dia melihat dari samping Mike yang berdiri kaku dengan tangan terkepal erat. Dia merasa nyawanya pasti habis kali ini.


Tanpa siapa pun duga, Jeff memegang pundak Mike lantas mendekatkan wajahnya. "Terima kasih karena udah menampung bekas saya," ucapnya lalu menyeringai. Dia pergi dengan tawa puas.


Sementara Mike, dia hanya menatap punggung Jeff dari belakang, lantas memberi lirikan pada Jordan. Tidak lama kemudian melirik Mala. Setelah itu pergi tanpa kata, meninggalkan Naya dan orang-orang di sana.

__ADS_1


__ADS_2