Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
usaha sean


__ADS_3

"Gimana, Ton? Ada kemajuan gak?" tanya Sean pada seorang pria berbaju hitam dengan topi yang berwarna senada. Gara-gara Ken dia terpaksa meminta koleganya yang berprofesi sebagai detektif swasta untuk menyelidiki latar belakang Mike.


Anton—pria muda yang ada di depannya—langsung mengeluarkan amplop cokelat, lantas  mendorongnya ke arah Sean. "Gak ada. Dia bersih. Pajak atau apa pun dia bayar gak pake telat apalagi nolak. Dia bersih, Sean."


Sean mengernyit. Dia sudah tahu kalau Mike memang begitu, makanya dia menyelidiki lewat jalur ilegal. Namun, hasilnya tetap sama—mengecewakan.


"Minusnya cuma satu, yaitu perempuan," lanjut Anton.


Seketika wajah Sean yang murung jadi antusias. Cepat dia membuka amplop yang ada di depannya.


"Tapi walaupun gitu kalau gak ada laporan juga kita gak bisa apa-apa," papar Anton lagi.


Terbelalak, mata Sean membulat lebar saat melihat banyak foto yang diambil dari rekaman CCTV kelab. Mike dengan wajah senang menikmati minuman sembari dilayani banyak perempuan. Tak hanya itu, di foto juga Mike tertangkap tengah bermesraan.


Sean menahan ludah, dia terus saja membuka lembar demi lembar dan melihat dengan seksama perempuan mana saja yang terlibat dengan Mike.


Seketika decakan salut pun terdengar. Dia tersenyum sinis. "Kayaknya hidup pengusaha berwarna ya Ton. Enak dia dikelilingi perempuan cantik. Aku bahkan kenal beberapa perempuan ini. Ada artis dan reporter juga."


Kini giliran Anton yang berdecak. Dia seruput kopi yang baru saja di antar pelayan, lantas berkata, "Tapi hidupnya gak seindah itu, Sean. Hidupnya keras. Dia mendapat KDRT waktu kecil. Ayahnya pengusaha yang temperamental, ibunya juga seorang wanita karir. Kebayang kan betapa kesepian dan kerasnya hidup dia."


Sean seketika menghentikan pergerakan tangan. Lekat dia melihat Anton. "Tunggu, maksud kamu keluarga Felix itu gak bener? Mike korban KDRT?"


"Emb, begitulah kira-kira. Sebelum meninggal ayahnya Mike memang terkenal kaya. Pebisnis handal. Istrinya juga cantik, tapi banyak yang gak tau kalau Felix ini punya temperamen buruk. Suka kekerasan dan terlebih lagi suka main perempuan."


"Serius?" potong Sean. Mendengar itu dia semakin antusias. Mungkin ini lah yang membuat ibu-ibu suka berkumpul. Rasanya menyenangkan ketika rasa penasaran terjawab dengan kenyataan lainnya.


"Ya, Felix juga punya banyak istri selain ibunya Mike ini," sahut Anton.

__ADS_1


"Wah, bener-bener. Aku tebak pasti dia punya anak lain selain Mike. Apa ada info tentang anak-anaknya?" Rasa penasaran Sean mencuat. Dia bahkan mencondongkan badan mendekati Anton.


Akan tetapi Anton menggeleng. "Gak ada. Satu pun gak ada."


"Kok bisa?" tanya Sean. Alisnya tertaut. Dia bingung, bagaimana bisa itu terjadi?


"Ya bisa, ini ada sangkut-pautnya dengan Chelsea, ibunya Mike. Kamu tau kan Chelsea dulu adalah model."


Sean kembali manggut-manggut, dia sentuh dagunya sembari melihat Anton. "Ya aku tau. Tapi apa hubungannya?"


"Jelas ada. Perempuan mana yang rela suaminya selingkuh, bahkan dengan banyak perempuan. Aku udah cari tau, semua perempuan yang jadi simpanannya Felix itu diancam oleh Chelsea. Mereka boleh menemani Felix dan menerima kemewahan dengan catatan harus sedia minum ramuan. Jadi gak ada yang sukses hamil anaknya Felix. Kejam banget, sumpah. Demi status Chelsea tetap setia sama Felix sampai keduanya meninggal dunia. Di sini, aku udah curiga. Perempuan ternyata lebih mengerikan dari gengster," papar Anton.


Sean manggut-manggut.


"Mau tau hal yang lebih menarik gak?" Anton berbisik sembari melihat sekitar, sedetik kemudian lalu tersenyum misterius. Tentu saja gelagat itu membuat Sean makin antusias. Tangannya bahkan sudah berhenti memilah kertas yang ada di tangan.


"Mike ini pernah pacaran sama anak pembantu. Tapi karena desakan orang tua mereka terpaksa putus. Yang lebih menarik lagi, pacarnya ini nerima duit gede agar mau ninggalin Mike. Dia kabur keluar negri terus jadi model top di sana."


"Serius? Wah ... ngeri banget, sih. Keluarga pengusaha ternama benar-benar luar biasa," sahut Sean. Dia seruput kopinya.


"Yang lebih ngeri ini pacarnya Mike itu. Dia bahkan gak berkedip saat ambil tu duit. Kebayang kan sakit hati Mike. Dia ternyata dimanfaatkan sama anak pembokat. Miris."


"Keras, Mike benar-benar luar biasa. Anak broken home, trus di manfaatin orang lain. Ckckck."


"Hmm, begitulah kerasnya dunia orang kaya. Gak bisa dan gak akan masuk di akal kita," sahut Anton. Dia kembali melihat Sean yang masih membuka lembar demi lembar foto.


"Tapi tetep aja, gak ada yang bisa kita lakuin dengan foto informasi ini. Orang tuanya udah meninggal. Selir ayahnya juga gak mau ada yang di wawancara. Lagian kalau sukses pun pasti gak berefek juga sama Mike. Wong yang bejat bapaknya."

__ADS_1


"Terus, perempuan-perempuan ini gimana? Gak ada yang mau buka suara?" tanya Sean.


Anton menggeleng. "Gak ada. Gila aja kalau mau. Itu namanya cari mati. Selain nama baik, mereka juga pasti tau resikonya jika menentang Mike. Kamu liat kan. Perempuan yang bareng dia dari latar belakang gimana. Ada yang model, anak pejabat, anak hakim dan masih banyak anak perempuan lain yang jadi mainan dia."


"Apa sesulit itu?" tanya Sean. Dia mulai resah.


Anton mengiyakan.


Mendengar itu Sean pun mendesah panjang. Pupus sudah harapannya untuk membantu Ken.


"Tapi, aku denger-denger sekarang dia udah lama gak main perempuan lagi."


Pemaparan singkat itu sukses membuat Sean melepaskan foto di tangan. Lekat dia melihat Anton. "Maksud kamu dia berenti jadi playboy?"


"Entah, tapi selama sebulan ini dia gak keliatan dekat dengan perempuan lain. Aku bahkan udah ke kelab langganan dia. Tapi gak ada yang bisa dijadikan acuan."


Sean mendesah lagi.


"Tapi, semalam aku dapat kabar kalau dia ke kelab bareng perempuan. Katanya masih muda. Tapi ini baru katanya, aku belum tau kebenaran jadi jangan dulu ambil kesimpulan. Entar kalo udah fix kamu pasti aku beri tau," ujar Anton.


"Siapa? Artis juga?"


"Kayaknya bukan. Tapi pas mau nanya-nanya sama pelayan bar aku kepergok duluan. Terus pas minta temen retas CCTV keamanan udah gak bisa. Kayaknya Mike ini benar-benar orang hebat."


Sean terdiam lagi.


Sementara Anton dia mulai beranjak dari kursi dan merapikan pakaian. Dia dekati Sean yang masih terduduk, lantas menepuk pundaknya. "Tenanglah. Kasih aku waktu beberapa hari. Aku pasti bisa cari tau siapa perempuan itu. Tapi aku gak jamin kalau info ini bakalan bisa berguna."

__ADS_1


"Oke Ton. Thanks, ya."


__ADS_2