Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Kepercayaan


__ADS_3

Apes. Ken begitu cepat menghindar. Justru kepalan tinju Edwin Ken pelintir hingga suara erangan pun terdengar.


Ken kunci lengan Edwin dengan sangat erat. Pria berbadan tambun itu bahkan terlihat sangat kesakitan, terbukti dengan timbulnya urat kepala serta perubahan warna di wajah yang begitu signifikan.


"Mau sampai kapan kalian main-main sama saya? Saya tekankan, kalian bukanlah lawan saya. Dan jika kalian tidak mau pergi, jangan salahkan saya jika salah satu tulang kalian patah," kata Ken penuh penekanan.


Suara erangan Edwin pun terdengar, menandakan kalau Ken kembali menggunakan tenaganya. Nyalang Ken menatap Mario yang berdiri di tengah dua orang lainnya.


"Apa kamu benar-benar ingin cari masalah dan ingin membuat orang tua kamu malu? Kalau tidak, mending kalian pergi sekarang," lanjut Ken lagi lantas mendorong Edwin dengan kasar.


"Kalian ingin menuntut saya? Silakan, di sini banyak kamera CCTV dan kamera dasbor yang jadi saksi bagaimana kalian melecehkan gadis ini." Ken berkata dengan tenang. Kedua belah tangan bahkan sudah masuk ke dalam saku celana. Secara langsung dia mengintimidasi empat pemuda itu.


Berdengkus, Mario pun menyikut lengan teman-temannya. Mereka memutuskan pergi dari sana karena merasa riskan, tubuh serta kehormatan keluarga menjadi taruhan. Namun, sebelum membalik diri Naya sempat menangkap sorot mata penuh kebencian yang Mario layangkan untuk dirinya.


"Kris, kamu tunggu di sini dan ikuti mereka diam-diam. Aku bersumpah bakalan bikin perhitungan sama gadis itu. Awas aja dia," geram Mario. Dari spion dia dapat melihat Naya dan Ken yang masih berdiri.


Sementara itu, Naya dan Ken mematung. Keduanya tetap menyaksikan mobil Mario dan kawanannya keluar dari parkiran.


Membalik badan, Ken dengan seksama memindai tubuh Naya.

__ADS_1


"Nona tidak apa-apa?" tanya Ken. Pandangannya terhenti ke telapak tangan Naya yang sudah mengeluarkan darah.


"Gak apa-apa, kok, Kak. Cuma luka kecil," sahut Naya. Dia menyembunyikan tangan yang luka dan perih di belakang punggung.


"Maafkan saya Nona. Saya lalai."


Naya menggeleng, senyuman indah pun terpatri manis di bibir. "Jangan minta maaf terus. Ini bukan salah kamu, kok."


Ken mengembuskan napas panjang. "Ya sudah, sekarang ayo kita pulang. Akan saya obati luka Nona di rumah."


Naya menurut, tanpa berkata dia ikuti langkah Ken dan masuk ke dalam mobil.


"Sekali lagi saya minta maaf. Karena saya Nona ...."


"Sudahlah, Kak. Aku gak apa-apa, kok. Namanya juga salah paham."


Ken terdiam, dia berdiri dan menggenggam kembali kotak P3K yang ada di nakas, lantas berkata, "Kalau begitu selamat malam. Selamat beristirahat."


Namun, baru saja memutar tumit, tiba-tiba Naya memegang tangannya.

__ADS_1


"Kenapa Nona? Nona butuh sesuatu?" tanya Ken. Alisnya saling tertaut.


Naya lagi-lagi menggeleng. "Kak, aku boleh nanya?"


Ken mengiyakan dengan posisi yang masih sama—berdiri—sedangkan Naya duduk bersandar di kepala ranjang.


"Sebenarnya apa rencana Tante Laura? Kenapa aku harus belajar keras kayak begini? Ada apa sebenarnya?" cecar Naya.


Ken yang diberondong pertanyaan seketika berdeham. Raut wajahnya tampak gelisah dengan bola mata yang berderak liar.


Naya yang mengerti kembali tersenyum. Dia lepaskan tangan Ken. "Kalau gak bisa jawab juga gak apa-apa, kok. Aku ngerti Kak Ken cuma bawahan. Tapi, apa pun alasannya aku akan tetap percaya. Kak Ken gak akan melakukan hal jahat sama aku."


Mendengar itu Ken merasa hatinya mendadak tertusuk jarum. Dia merasa tak layak mendapatkan kepercayaan Naya yang begitu besar.


Menunduk segan, Ken berpamitan sebelum akhirnya membalik badan. Sebelum menutup pintu dia dapat melihat kalau Naya mengulas bibir seraya melambaikan tangan padanya.


"Selamat malam, Kak. Semoga mimpi indah," ucap gadis itu sembari melambaikan tangan.


Sepeninggal Ken, Naya langsung merebahkan punggung yang lelah. Matanya mengerjap melihat plafon apartemen yang berwarna putih tulang.

__ADS_1


''Nek, aku kangen," ucapnya lirih. Bulir air perlahan turun saat Naya menutup mata.


__ADS_2