
"Enggak, enggak, bangun Kak ... Kak Ken!"
Teriakan Naya menggema. Dia membuka mata dan merasa dada terhantam benda berat. Dia kesulitan menarik napas sebelum akhirnya menyadari kalau itu hanyalah mimpi.
Naya melemah. Keringatnya keluar besar-besar. Meski kejadian itu tidak jadi kenyataan tapi tetap saja semua terasa menakutkan. Naya sampai sesenggukan memeluk selimut. Dia sungguh takut Ken kenapa-kenapa.
Gegas dia menyambar ponsel dan menghubungi nomor Ken. Namun, belum juga terhubung cepat-cepat dia memutuskan telepon itu. Dia takut malah akan membuat Ken makin khawatir.
Masih dengan berlinang air mata, Naya pun melihat foto pernikahannya bersama Mike. Di sana Mike tampak tersenyum lebar.
"Dasar brengsek! Jahat! Karena kamu aku gak pernah sekalipun tidur nyenyak. Karena kamu aku udah seperti mayat hidup. Dasar bajingan! Mati dan masuklah ke neraka!"
Anehnya setelah mengumpat sedemikian kejam dia ambil foto berukuran kecil itu, lalu memeluknya erat. Dia sangat merindukan Mike. Teringat jelas bagaimana perlakuan Mike padanya, bagaimana sepak terjang pria itu dan bagaimana hebatnya dia memanjakan dengan caranya. Mengenang itu semua membuat hati Naya makin sakit. Dia terlalu cepat mencintai Mike dan sekarang begitu sakit melupakannya.
Naya menjerit frustrasi. Dia jambak rambutnya sendiri. "Kenapa? Kenapa semua yang ada hubungannya denganku harus mati? Kenapa? Kenapa aku harus ditinggalkan lagi? Kenapa?
kenapa?"
Teriakan Naya makin nyaring. Dia mencurahkan rasa dalam dada yang berdesakan ingin dikeluarkan. Rasa kesal, benci, sedih, marah juga putus asa. Dia ingin semuanya hilang. Tapi kenapa semuanya seperti enggan untuk pergi.
Naya meraung makin kencang sebelum akhirnya sebuah derap kaki membuatnya berhenti. Dari remang lampu kamar dia menyadari ada yang mendekat.
"Nggak ada yang ninggalin kamu. Kamu gak sendiri, Naya."
__ADS_1
Suara berat itu membuat Naya mendongak dan refleks berdiri. Pas foto bahkan terlepas dan pecah. Mata Naya membulat setelah melihat dengan jelas sosok itu. Sosok berpakaian serba hitam dan topi berwarna senada.
"M-mike?"
"Iya, aku aku, suamimu," balas Mike. Dia buka topinya.
Bak tersambar petir. Naya langsung merosot ke lantai. Namun, sedetik kemudian dia berdiri dan menjauh. Dia bahkan mengambil sebuah jam weker dan mengarahkan ke Mike.
"Jangan mendekat!" teriak Naya.
Mike sontak berhenti, matanya begitu sendu menatap Naya yang terlihat kacau.
"Kenapa? Aku kangen kamu. Aku ...."
Mike tak mampu menyelesaikan kata. Gejolak dalam dada membuncah hebat. Sungguh, dia ingin memeluk dan menyalurkan rindu pada Naya. Namun gadis itu terus menjauh. Tak dipungkiri ada sedikit kekecewaan saat melihat Naya yang seperti menjaga jarak.
Naya menggelengkan kepala. Air matanya meluruh makin banyak. "Jangan mengada-ada! Mike sudah mati! Dia pergi meninggalkanku sendiri! Laki-laki brengsek itu udah mati!"
Mike terdiam. Dia mengerti pasti hal itu yang akan dia terima jika menemui Naya. Akan tetapi dia sudah tidak bisa bersembunyi lagi. Dia begitu merindukan Naya.
"Pergi! Pergi!" teriak Naya yang semakin tak terkendali.
Teruntuk Mike, dia bergeming. Namun dia tidak bisa menyerah begitu saja. Dia dekati Naya secara cepat, merampas jam weker, lantas memeluknya dengan erat. "Tolong tenanglah. Tenang."
__ADS_1
Naya meronta. Dia injak kaki Mike hingga pelukan terlepas. Saat itulah dia melayangkan sebuah tamparan di pipi Mike. Mike sampai terbeku. Matanya mengerjap melihat Naya seperti itu
"Sayang ... aku Mike. Suami kamu."
Plak! Tamparan mendarat lagi.
Mike melotot makin hebat.
Namun Naya yang masih kesal kembali melayangkan pukulan yang sama dan di tempat yang sama pula. Dia bahkan mengabaikan rasa panas dan perih di tangan. Nanar matanya menatap Mike.
"Kamu brengsek, Mike. Apa kamu tau penderitaanku?" geramnya.
"Aku minta maaf."
Naya melayangkan tamparan lagi. Emosinya makin tak terkendali. "Apa dengan maaf bisa mengembalikan anak kita? Engga Mike. Enggak!"
Naya kembali histeris. Dia akan melayangkan tamparan, tapi Mike dengan cepat mencekal lengannya. Kini pria yang tenaganya lebih besar itu mendorong Naya hingga terpojok di dinding. Jarak mereka sangat dekat. Keduanya bahkan sama-sama bisa merasakan embusan napas masing-masing.
"Aku kangen kamu Naya."
***
Part selanjutnya bukan area bocil. Wkwkwk
__ADS_1
Aku akan kasih yang vanas, tapi akan mengudara 1 jam saja. Sisanya skip. Yang kebagian kena skip Jan ngamuk.
kuy like, hadiah, sama votenya jangan lupa. mkasih.