Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Wanita kesekian.


__ADS_3

"Mike! Mike! Hei, Mike Felix! Keluar gak kamu!"


Suara teriakan seseorang dari lantai dasar memancing rasa ingin tahu semua orang yang ada di rumah besar Mike, termasuk Naya yang berada di lantai dua. Gadis itu sontak saja melihat ke bawah dan mendapati seorang wanita dewasa berpakaian anggun, berambut ikal panjang tengah berjalan mendekati Jordan, raut wajahnya penuh kemarahan.


"Di mana Mike? Ke mana laki-laki itu?" hardiknya tiba-tiba.


"Maaf Nona Bella, Tuan Mike tidak ada di sini. Sudah seminggu beliau melakukan perjalanan bisnis ke Singapura," sahut Jordan dengan sopan.


"Bohong! Kalian bersekongkol, 'kan? Bilang, di mana kamu sembunyiin dia?" cecar Bella, tak percaya.


Jordan menarik napas panjang lantas mengulangi pernyataan barusan—kalau memang Mike tidak ada di rumah itu.


Sayangnya Bella—model kenamaan di Indonesia—tidak percaya, dia tergelak sinis lantas kembali memanggil nama Mike. Matanya menyapu sekitar dengan sorot mata yang tajam.


Merasa yang dipanggil tak menyahut, Bella dekati lagi Jordan dan mencengkeram kerah kemeja pria itu lantas berdengkus, matanya bahkan semakin melotot. "Cepet bilang, di mana laki-laki brengsek itu!"


Namun, sekali lagi Jordan mengatakan hal yang sama hingga membuat Bella yang sudah kesal jadi berteriak histeris. Dia guncangan tubuh kurus Jordan dengan kedua belah tangan.


"Kalian brengsek! Kamu sama saja dengan dia. Kalian bersekongkol, 'kan? Kalian sengaja ingin buat aku gila, 'kan?" cecar Bella dengan suara yang semakin lantang. Jordan bahkan menutup mata saking tak tahan dengan suara teriakan itu.


Saat tak mendapat respon dari Jordan, Bella yang sudah kadung emosi melayangkan tamparan hingga suara keplakan jelas terdengar di ruang tamu yang tak hanya ada mereka di sana.


Tertegun, semuanya diam melihat adegan itu. Para pengawal yang ada di sekitar sana pun enggan mendekat karena Jordan memberikan isyarat.


Jordan menarik napas makin panjang, lantas melihat lekat perempuan yang merupakan kekasih kesekian Mike.

__ADS_1


"Sekali lagi saya katakan, Tuan Muda Mike sedang tidak ada di tempat. Mau Nona menampar saya juga tidak akan mengubah apa pun," papar Jordan, tenang.


"Bohong!"


Bella menyanggah tegas, anehnya setelah beberapa detik beradu mata dengan Jordan dia langsung berteriak. Dia berjongkok dan menangis. Dia terisak-isak sembari memeluk lutut.


"Kalian jahat ... kalian tega membuang aku yang sudah ngasih segalanya. Aku gak rela diginiin. Aku gak rela!" Lagi, teriakan Bella menggema.


Jordan yang masih merasakan perih di pipi pun terpaksa menghela napas berat. Dia sentuh pundak Bella. "Maaf Nona Bella. Saya tidak mengerti maksud Anda. Sebenarnya ada apa? Bisa dijelaskan secara terperinci lagi?"


Dibujuk seperti itu bukannya tenang Bella makin tampak berang, dia hapus air matanya lantas berdiri dan menunjuk-nunjuk muka Jordan.


"Ala! Jangan sok peduli! Kamu juga sama saja dengan dia. Kamu 'kan yang kirim bunga tadi pagi? Cepat, kasih tahu aku apa alasan Mike putusin aku?"


Jordan terdiam. Dia sontak teringat dengan titah Mike kemarin sore. Dia disuruh mengantarkan sebuket bunga ke kediaman Bella. Sebuah buket bunga anyelir dua warna dan warna kuning di tengahnya. Itu adalah lambang khusus Mike jika ingin membuang seorang perempuan.


"Brengsek! Kamu mau cari mati? Kalau aku bisa hubungi dia gak mungkin aku ke sini, bodoh!" balas Bella dengan nada suara masih saja tinggi.


Jordan lagi dan lagi menahan diri. Dia menarik napas panjang lantas kembali mengeluarkan dengan perlahan. "Bukan itu maksud saya. Bukannya salah alamat kalau Nona marah-marah di sini dan bertanya kepada saya yang hanya bawahan?"


"Tapi tetep aja gak masuk akal. Aku, aku Bella Putri Anggraini. Aku selebritis ternama di negara ini. Begitu banyak yang mau kencan dan ngantri buat ketemu aku. Tapi dia ... dia dengan seenak jidat mutusin aku dan gak ngasih alasan."


Seketika Jordan tak bisa menahan senyuman, sekuat tenaga dia menahan diri agar tidak terbahak.


Sayangnya, Bella menangkap ekspresi mengejek itu. Dia tanpa ragu menendang tulang karing Jordan hingga Jordan membungkuk kesakitan.

__ADS_1


"Itu hadiah karena kamu berani ngetawain aku!" sentak Bella. Dia bersedekap.


"Maaf, saya tidak bermaksud," balas Jordan. Perih di pipi belum hilang kini dia juga harus pasrah kakinya menjadi pelampiasan Bella.


"Cepat bilang! Siapa perempuan itu? Siapa perempuan yang udah berani menggoda Mike?"


Meski kaki terasa perih dan ngilu Jordan tetap berusaha berdiri tegak. Lekat dia menatap Bella yang masih memasang wajah tak senang, lantas berkata, "Nona sepertinya Anda salah paham. Bukankah dari awal Anda tahu kalau wanita Tuan Muda Mike tidak hanya Nona. Lalu kenapa sekarang marah-marah?"


Telak. Ucapan singkat Jordan seketika mempu mengubah ekspresi Bella. Tadinya yang terlihat penuh amarah kini terlihat canggung luar biasa. Dia balas tatapan Jordan dengan sengit.


"Tapi tetap aja dari sekian banyak perempuan dia selalu mendatangiku. Aku yang paling lama di sampingnya. Seminggu yang lalu juga kita baik-baik aja. Lalu kenapa tiba-tiba ngajak putus? Gak punya etika sama sekali."


"Maaf Nona, mungkin ini agak keterlaluan. Tapi bukankah hubungan Nona dan Tuan Muda Mike dari awal memang begitu. Kalian bersama dan membuang yang namanya etika apalagi norma. Hubungan kalian murni hanyalah hubungan di atas ranjang. Lagipula bukankah sebelum menyetujui jadi simpanannya Tuan Muda, Anda sudah menandatangani kontrak kalau siap kapan saja diputuskan. Nona juga tau, Tuan Muda Mike tidak pernah memaksa Nona. Tuan Muda Mike juga tidak pernah setia dengan satu wanita. Lalu, kenapa sekarang Nona marah-marah dan mempermasalahkan itu?"


"Jangan lancang kamu!" Bella menatap garang pada Jordan. Harga dirinya terluka. Dia tunjuk lagi Jordan. "Kamu hanya bawahan, Jordan! Cepat katakan, ke mana Mike dan siapa gadis itu?" lanjut Bella.


Jordan menarik napas lagi, tangannya sudah terkepal sempurna. Siapa yang mampu berhadapan dengan wanita bebal seperti Bella? Namun, demi profesionalitas dan loyalitas dia tetap memasang wajah tenang.


"Sekali lagi saya akan bilang kalau Tuan Mike sedang ke Singapura. Dan soal wanita yang Anda maksud saya benar-benar tidak tahu. Jadi lebih baik Nona pergi selagi saya memintanya baik-baik," balas Jordan. Sekarang perkataannya penuh penekanan.


"Gak mau!"


Alih-alih pergi Bella justru mengedarkan mata ke seluruh ruangan. Dia sapu rumah megah Mike dengan nyalang lantas berteriak, "Hei ******! Keluar kamu! Hadapi aku! Berani-beraninya kamu rebut Mike dari aku! Aku Bella, gak ada yang boleh rebut milik aku!"


Hening, semua pembantu hanya mampu mengintip dari balik bufet jati. Mereka ketakutan. Mendadak rumah besar itu berubah menjadi rumah hantu. Terlalu horor untuk mereka hadapi.

__ADS_1


Tak sengaja mata Bella melihat Naya yang mengintip di lantai dua, lantas dengan senyum licik dia menatap Jordan. "Apa dia gadis itu? Apa dia yang udah ngerebut Mike dari aku?"


like rate dan votenya jangan lupa


__ADS_2