Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
First kiss


__ADS_3

"T-tuan ...."


Mike membalas suara lirih Naya dengan dehaman. Dia sama sekali tidak bosan memindai ekspresi Naya. Kini, matanya yang tajam turun dan tertuju pada bibir gadis itu, terlihat begitu ranum dengan warna merah muda.


Tak tahan. Seketika itu juga hal liar dan dewasa seakan mengeroyok akal sehat Mike. Pria itu menipiskan bibir dan tanpa aba-aba menyalurkan sesuatu yang ada dalam benak. Dia bahkan tak memedulikan Naya yang meronta minta dilepaskan.


Naya terengah-engah. Dia menghirup udara yang hampir habis karena penyatuan  memaksa yang Mike lakukan.


Nyalang Naya menatap Mike yang seperti tersenyum bahagia. "Tuan ngapain cium saya? Bukannya Tuan bilang gak bakalan sentuh saya kalau belum genap dua puluh tahun?" sentak Naya dengan suara sedikit nyaring.


Alis Mike tertaut, tapi sedetik kemudian dia tergelak nyaring, lantas dengan santainya memencet hidung Naya. "Jangan marah. Kamu gak berhak marah. Ingat, saya itu Tuan yang udah membeli kamu dengan harga mahal."


Bak api tersiram air, ekspresi Naya berubah drastis. Ucapan Mike barusan membuatnya sadar kalau dirinya sudah tidak ada harga diri lagi.

__ADS_1


Mike yang mengetahui perubahan raut itu tersenyum lagi. Dia arahkan mata Naya agar menatapnya, lalu dengan santai berkata, "Jaga ekspresimu. Lagian apa yang kamu takutkan? Nanti juga kamu pasti bakalan terbiasa. Jadi tenang saja, oke. Nikmati semuanya perlahan-lahan. Saya yakin nanti kamu bakalan suka."


Naya tak jadi menjawab. Dia mati kata. Dia ingin sekali mengumpat kasar dan mengutuk Mike, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Dia hanya bisa pasrah. Matanya bahkan berkaca-kaca. Kini dia menyadari kalau benar-benar telah melepas ciuman pertama pada Mike dengan cara yang keji.


Nyeri hati. Naya tertunduk menahan air yang mendadak ingin tumpah dari pelupuk mata. Dia hanya bisa mematung dan membiarkan Mike mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Kamu kenapa nangis? Jangan cengeng. Ini hal yang patut saya terima. Ingat, setiap jengkal tubuhmu adalah milik saya. Jadi jangan cengeng. Terimalah kenyataan," ucap Mike. Dia masih saja telaten mengelap rambut Naya dengan handuk berwarna putih


Setelah merasa cukup kering, Mike dengan tenang kembali menarik dagu Naya dengan jari telunjuknya. Mata mereka pun tentu saja bersitatap. Bedanya pandangan mata Mike menunjukkan hasrat, sedangkan Naya penuh kewaspadaan.


Degh!


Jantung Naya serasa dipukul palu. Ritmenya perlahan melemah. Hilang sudah harapannya untuk meminta keringanan. Mike memang mengatakan hal itu tidak dengan berteriak. Namun, Naya tahu pasti kalau perkataan barusan begitu tegas dan tak akan terbantahkan.

__ADS_1


Bak seorang pria yang tengah menghibur kekasihnya, Mike dengan pelan merengkuh tubuh Naya. Dia peluk erat sembari menghirup aroma jeruk yang dihasilkan oleh sampo yang Naya gunakan. Dia biarkan Naya menangis sesenggukan dalam pelukannya.


Namun tak lama, Mike kembali melepaskan pelukan. Dia menatap wajah sembab Naya dengan ekspresi ambigu. Dia tersenyum licik.


"Udah ya, jangan nangis lagi. Kan kamu gak luka. Saya juga gak mukulin kamu, 'kan?" Mike menjeda kata, dia usap pundak Naya dengan jari telunjuknya, lantas dengan suara pelan kembali berbisik, "Gak baik pakai handuk lama-lama. Nanti kamu masuk angin."


Naya mengerjap. Dia hapus air matanya sendiri. Mendadak firasatnya tidak enak. Apalagi Mike dengan perlahan memundurkan langkah dan memindai tubuhnya secara keseluruhan. Pria itu terduduk di sisi ranjang dengan kaki menyilang.


"Sekarang buka handuk itu dan pakailah baju yang nyaman."


Naya mematung. Akankah Mike kembali menginjak harga dirinya dengan menyuruhnya telanjaang?


"Hey cantik, kenapa bengong? Cepat buka bajumu! Bukannya ini bukan yang pertama kali, ya? Jadi, kenapa malu-malu begitu?" cecar Mike, terlihat tidak sabar.

__ADS_1


Naya menelan ludah. Dia cengkeram erat kimono yang membalut badan seolah-olah baju handuk itu adalah nyawanya.


Teruntuk Mike, wajah yang tadinya bersahabat berubah drastis. Dia berdengkus lantas berdiri. Kesal dia melihat Naya. "Kamu mau buka sendiri apa saya yang buka?"


__ADS_2