
"Sialan! Apa maksudnya itu pakai kecup kening segala," gumam Mike geram. Dia remas kuat pegangan kursi teras, lantas berdiri mendekati Naya dan Ken yang baru beranjak dari gazebo.
"Sudah ngobrolnya?" ketus Mike. Dia tarik tangan Naya dan mengarahkan ke belakang punggung.
"Memangnya kenapa? Kami bahkan baru bertemu sebagai kakak adik. Harusnya cerita kami lebih banyak," balas Ken, terdengar sewot.
Mike berdecak pelan. Dia rangkul Naya dengan mesra seolah-olah memperlihatkan siapa sesungguhnya pemilik dan pemenang di sana.
"Ngobrolnya kapan-kapan lagi bisa, kan? Sekarang sudah malam lebih baik kamu pulang," ketus Mike.
Kini Ken yang berdecak sebal. Dia cengkeram kerah jaket Mike, lalu sedetik kemudian menepuk-nepuk pundak pria itu. "Aku terpaksa menerimamu jadi ipar. Awas saja kalau kamu sampai menyakiti Naya lagi. Tamat riwayatmu."
Mike tersenyum sinis. Dia tepis tangan Ken. "Sopan sedikit. Aku itu sepupumu, lebih tua empat tahun. Ingat itu. Lagipula Naya akan selalu bahagia. Jadi jangan khawatirkan kami. Khawatirkan saja dirimu sendiri."
Ken mundur. Dia tatap Naya dan tersenyum. Ada kegetiran dalam tarikan bibir. Namun, tidak ada pilihan lain selain menerima Mike dan menghapus perasaan untuk Naya. Naya adiknya terlebih lagi Naya sendiri yang mengatakan kalau mencintai Mike. Tidak ada cara lain selain mendoakan.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik," ucap Ken. Dia acak-acak rambut Naya.
Naya pun sebaliknya, dia tersenyum lepas. Tidak ada lagi rasa bersalah, Ken adalah saudaranya dan mau bagaimanapun tetaplah begitu. Dia hanya berharap Tuhan dapat memberikan jodoh yang baik untuk Ken.
"Jadi apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Mike. Dia yang sedang duduk di sofa menatap Naya yang mengobati lukanya. Rasanya ngilu, tapi karena Naya yang mengobati rasa itu tidak begitu menyakitkan.
"Ya begitulah. Aku gak nyangka takdir kami begitu rumit," balas Naya. Dia oles memar yang ada di bibir Mike dengan salep, lantas meniupnya.
Mike sampai menahan ludah. Rasanya mendadak ada yang mengembang tapi jelas bukan adonan roti.
Kini Naya juga mengolesi buku jari Mike yang luka. "Lalu apa rencana kamu selanjutnya? Kak Ken saudaraku, dia juga suaramu."
Lagi, Naya meniup dengan pelan. Rasanya Mike tak mampu menahan lagi. Dia sampai meremas lutut sendiri. Naya, entah apa motifnya. Sengaja atau tidak tetap saja menyiksa Mike yang dua tahun menahan rindu dan itu.
"Tentu saja dia akan aku beri kedudukan yang tinggi. Bukan karena status kami, tapi karena memang dia kompeten," balas Mike. Dia sudah tidak fokus. Matanya hanya tertuju pada dua gundukan yang ada di dada Naya.
Naya mendongak. Dia tatap Mike yang mukanya sudah memerah. "Lalu soal Broto?"
"Kalau itu jangan kamu pikirkan, dia pasti akan dapat hukuman."
Naya manggut-manggut. Dia berdiri dan membawa kotak P3K.
"Mau ke mana?" tanya Mike.
"Mau ke kamar. Mau mandi."
Seketika senyum mesum Mike tercipta. Gegas dia menyusul tapi terhalang karena Jordan.
"Kenapa?" tanya Mike ketus. Dia membuka jaketnya dengan buru-buru.
"Ini soal Tuan Broto. Saya dapat informasi kalau beliau ....''
"Urus saja dia," potong Mike. Dia menatap serius Jordan, lantas menepuk pundaknya setelah menyerahkan jaket. "Aku punya urusan yang lebih genting."
"T-tapi Tuan Muda ...."
Mike sama sekali tak peduli. Dia tinggalkan Jordan dan menyusul Naya. Dia sudah tidak sabar lagi ingin ... ah jangan di jelaskan. Kalian pasti sudah paham.
Teruntuk Jordan, dia hanya mengerjap lalu menghela napas. "Saya cuma mau bilang kalau Tuan Broto sudah sadar tapi terserang stroke," gumamnya pelan.
__ADS_1
***
Di firma hukum Sean sedang kedatangan seorang klien. Seorang wanita dewasa dengan dandanan yang begitu cetar membahana. Namanya Najla Mirza, seorang model sekaligus YouTubers terkenal.
Berdeham sekali, Sean pun berniat membuka obrolan. Namun, tanpa diduga wanita dengan kacamata hitam dan rambut ikal mengembang itu justru membuat Sean kembali terdiam.
Najla buka kacamata, lantas melemparkan begitu banyak foto tak senonoh yang dilakukan sepasang manusia. Tak hanya itu, di meja bahkan ada kantong bening berisikan kon*dom bekas, lalu data si lelaki, si perempuan, akun bank, serta catatan pesan yang isinya bisa bikin orang geleng kepala. Sean sampai tak sempat mengerjap.
"Saya ingin bercerai. Dia terlalu sering berselingkuh. Tolong urus semuanya. Soal biaya jangan khawatir. Saya punya banyak uang dan saya sudah siap mental. Apa pun resikonya bakalan saya terima. Yang penting saya bisa bercerai dari brengsek itu," ucap Najla tegas. Penuh kemantapan di sana.
Sean sudah sering mendapat Klien yang ingin bercerai, tapi kali ini aura Najla begitu berbeda. Di saat wanita lain akan menangis menceritakan pengkhianatan suami, Najla malah tenang saja.
"Baiklah saya ...."
Lisan Sean terjeda lagi karena mendengar suara kursi, ternyata Najla sudah berdiri. Wanita cantik itu kembali memakai kacamata. "Maaf, sekarang saya lagi tidak punya waktu banyak. Tolong sampaikan apa pun pada asisten saya. Dan minta saja semua pada dia. Karena saya sudah menyerahkan semua."
Sean mengerjap. Dia lihat seorang gadis yang berdiri di sana. Baru kali ini dia kehabisan kata karena klien.
"Oh, dan satu lagi," ucap Najla yang sudah tiba di ambang pintu.
"Ya, apa itu?"
"Setelah saya resmi bercerai, maukah kamu jadi suami saya?"
"Hah?"
***
Beberapa bulan setelahnya. Mike dan Naya memutuskan liburan ke Paris. Keduanya menikmati makan malam romantis dan jalan-jalan menyenangkan bak pengantin baru. Mike benar-benar menebus kesalahan dengan memberikan kejutan demi kejutan yang membuat Naya tidak bisa berkata. Mike versi sekarang lebih baik dibanding versi dulu. Dan Naya menyukai itu.
"Kenapa bangun sendirian?" lanjut Mike lagi. Kini matanya dan Naya sama-sama menatap keindahan Menara Eiffel dari jendela hotel.
Naya tersenyum, lalu mengusap kepala Mike. "Aku cuma gak bisa tidur. Kepikiran dengan film yang kita tonton tadi."
"Film?" Mike menaikturunkan alis. Dia putar posisi Naya hingga sekarang mata mereka bisa bersitatap secara langsung. "Memangnya apa yang kamu pikirkan?"
"Aku cuma kepikiran, kalau reinkarnasi itu ada apa mungkin nanti kita jadi suami istri lagi?"
"Tentu saja. Mau itu kehidupan sekarang atau nanti, aku tetap akan jadikan kamu istri" sahut Mike.
Naya mengernyit. "Kenapa bisa begitu? Apa alasannya?"
"Ya karena ... karena ... udah pokoknya kamu hanya milikku. Titik." Mata Mike menyipit. Dia angkat dagu Naya hingga mata mereka bersitatap makin intens. "Ayo katakan, jangan bilang kalau kamu gak mau kita bertemu lagi."
Naya tersenyum ambigu. Dia menggidikkan bahu lantas menepis tangan Mike. Tak hanya itu, dia juga membalik badan.
"Aku cuma penasaran, apa rasanya ganti suami."
Celotehan Naya membuat Mike terbelalak, tapi sedetik kemudian senyum jahilnya pun tercipta. Dia tangkap Naya dari belakang lalu menggelitiknya. Naya terkekeh. Dia menggeliat hebat.
"Stop, Mike. Geli!"
"Apa yang kamu katakan tadi, hmm ... coba ulangi," kata Mike sembari tangan tetap menggelitik. Naya tertawa makin nyaring.
"Mike stop!"
__ADS_1
"Aku gak akan stop sebelum kamu ulangi perkataan kamu tadi."
Naya, dia tertawa lepas bahkan ada air di pelupuk matanya. "Mike, i love you."
Seketika gerakan tangan Mike berhenti. Dia balik tubuh Naya dan melihat betapa merahnya wajah Naya. Naya ngos-ngosan.
"Coba ulangi," ucap Mike.
Naya tersenyum. Dia dekatkan bibirnya ke telinga Mike. "I ... love ... you ...."
Serasa ditumpahi gula, senyum Mike pun tercipta sempurna. Dia raih tengkuk Naya dan ******* bibir gadis itu dengan lahap. Rasa bahagia kini tidak bisa digambarkan. Sudah lama mereka bersama dan baru kali ini dia mendengar Naya mengatakan perasaannya secara jelas.
Mike melepaskan pagutan. Dahi mereka menyatu dengan deru napas yang memburu.
"Naya."
"Hmm ...."
"Bersiaplah aku hukum."
Naya menarik diri. Dia menangkap jelas senyum Mike yang penuh hasrat, lantas tersenyum juga. Dia rebahkan dirinya di ranjang sembari menekuk empat buku jari.
"Aku siap mendapat hukuman," ucapnya sembari mengedip.
-
-
-
-
Tamat.
Jiahahahaha
Akhirnya tamat juga. Makasih ya karena kalian udah setia baca sampe tamat. Aku terhura.
Please jangan minta tambahan part. Wkwkwk ini udah banyak. Apa kalian gak bosen. Hehehe
Oiya, jika berkenan mampirlah ke karyaku yang lain ya. Dan juga harap follow Ig ku. Riharigawajix.
Aku selalu update soal novel di sana.
Untuk sekarang aku bakalan lanjutin karya ongoing aku yang judulnya ketika Yuna Bertemu Duda.
Klik foto profil aku, nanti keliatan semua karya yang aku tulis.
Ketika Yuna Bertemu Duda ini adala Gendre komedi. Jadi kuylah mampir ke sana. Dan aku juga rencananya bakalan nerbitin judul baru. Judulnya apa? Rahasia. Hehehe
Namatin yang ada dulu baru garap judul baru.
Btw aku beneran makasih banyak loh.
Sehat selalu ya kalian. Love you sekebon kelapa.
__ADS_1