Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Mike murka.


__ADS_3

"Jangan malu. Lihat itu dan belajarlah. Sebentar lagi kita akan beradegan sama seperti itu," lanjut Mike. Dia menarik sebelah bibir.


Naya yang gugup mulai mengangkat kepala. "T-tapi T-tuan ... apa bisa ki—"


"Nggak bisa," sela Mike. Suaranya sudah terdengar tidak bersahabat. Dia bahkan berjalan dan mendekati Naya hingga berada tepat di depan, lantas dengan santai mengapit dagu Naya agar mata mereka tetap bersitatap.


"Apa kamu mau ngelak lagi?" lanjut Mike. Sorot matanya menunjukkan ketidaksenangan. "Aku sudah menjaga janji, Naya. Aku sudah ngelakuin apa pun yang aku bisa untuk menjaga diri selama beberapa bulan ini. Lalu sekarang kamu mau ngelak lagi?"


Naya terdiam bola matanya bergerak liar. Suara Mike benar-benar sudah menggelegar. Buntu. Otak Naya tidak bisa berpikir lagi. Tidak ada harapan dan tidak ada jalan keluar.


"Bukankah di peraturannya sudah jelas kalau aku akan mengambil apa pun yang sudah menjadi hak-ku! Dan kamu ... kamu adalah milikku! Jadi jangan kira bisa lepas dari ini!" lanjut Mike. Apitan tangannya makin kencang.


Mata Naya mendadak berkaca-kaca. Beberapa detik kemudian menetes butiran embun dari sana. Dan entah kenapa pemandangan itu membuat Mike semakin berang. Dia lepas tangannya dengan kasar hingga Naya terlentang.


"Kurang apalagi, Naya? Kurang apalagi?" sentak Mike. Suaranya semakin keras hingga Naya yang memang sudah ketakutan meringkuk di dekat kepala ranjang dengan memeluk lutut.


Mike yang melihat itu semua semakin frustrasi. Dia jambak rambutnya sendiri, lantas mendekati Naya.

__ADS_1


"Aku ini Mike! Laki-laki tampan! Aku juga kaya! Aku kasih semua kemewahan buat kamu! Lalu kenapa kamu tetap ngeliatin aku kayak ngeliat monster?" teriak Mike lagi.


Naya ketakutan. Dia tutup telinganya sembari memejamkan mata. Mike benar-benar terlihat seperti monster sungguhan.


"Aku sudah ngelakuin apa pun yang aku bisa. Apa gak bisa kamu liat aku kayak perempuan lain liat aku, ha!"


Naya tetap diam. Air matanya menetes makin banyak.


"Aku Mike. Semua perempuan mau bersamaku. Tapi kamu ... kamu bener-bener menguji kesabaran," lanjut Mike masih dengan emosi yang yang meledak-ledak.


"A-aku ... a-aku ...."


"Atau kamu harus diancam dulu kalau baru ngerti kalau kamu itu gak punya hak buat nolak?" ujar Mike.


Naya terdiam lagi. Lamat dia menatap Mike yang masih emosi. Pria itu merogoh saku celana.


"Lihat ini! Buka mata kamu lebar-lebar dan liat ini!"

__ADS_1


Naya terbelalak. Video tentang dirinya, Jordan dan Mala yang ada di mobil terlihat jelas. Obrolan mereka juga terdengar saat berada di lingkungan apartemen Ken.


Gemetar. Naya mencelos melihat itu. "T-tuan ini ...."


Prang!


Naya terperanjat. Tiba-tiba saja ponsel itu sudah tak beraturan di lantai. Tak hanya itu, Mike dengan beringas menginjak benda pipih itu hingga menjadi beberapa bagian.


Setelah puas. Mike kembali melihat Naya lalu mengusap wajah dengan sebelah tangan. "Kamu hebat! Kamu sukses bikin aku kacau. Dan kamu juga sukses bikin dua orang kepercayaan aku jadi berkhianat demi kamu. Jadi kira-kira apa hukuman yang pantas mereka dapatkan?"


Naya terbeku. Dia tak tahu harus apa, tapi yang jelas Jordan dan Mala pasti akan dalam masalah karenanya.


"Apa?" sentak Mike lagi. Matanya penuh kemarahan.


Namun, sedetik kemudian Mike yang masih diselimuti kekesalan berubah drastis. Dia lihat Naya sedang menghapus air mata, lalu berdiri dan mendekat kearahnya. Tanpa bicara gadis itu memeluknya dengan erat.


"M-maaf. Aku akan jadi boneka penurut. Aku gak akan lagi melawan. Aku akan lakuin apa pun yang kamu mau. Kasih aku kesempatan buat membiasakan diri. Kasih mereka kesempatan. Mereka gak salah. Aku yang salah," ucap Naya. Dia terisak-isak dalam pelukan Mike.

__ADS_1


__ADS_2