Gadis Perawan Milik Tuan

Gadis Perawan Milik Tuan
Pria asing.


__ADS_3

like dulu ya sebelum baca.


happy reading.


Mata Naya yang sudah basah melotot makin besar. Dia semakin gemetar ketika menyadari siapa yang menghalang jalan.


"T-tuan ...."


Naya berkata sangat pelan. Bagaimana tidak, Mike telah berdiri dengan aura pembunuh. Pria itu sempat melihatnya yang kesakitan, tapi anehnya tidak berbuat apa-apa.


Sekarang mata Mike yang tajam kembali melihat sinis pemuda yang memegang tangan Naya.


"Siapa kamu? Beraninya menyentuh dia. Apa kamu tidak tau siapa pemiliknya?" ucap Mike. Nada suaranya memang terdengar datar, akan tetapi raut wajahnya menunjukkan sesuatu kemarahan yang tak bisa dibantah.

__ADS_1


"Tentu saja dia milikku. Dia pacarku. Hanya ada kesalahpahaman sedikit. Jadi kalian gak perlu ikut campur."


"T-tuan ...."


Naya mengiba lagi. Jujur, dia takut pada pada pria gila yang mengaku sebagai pacarnya. Namun, dia lebih takut lagi pada Mike. Dia ingat betul, Mike ingin mengambil keperawanannya. Pria itu bahkan rela menunggu hingga dia genap berusia dua puluh tahun. Apa jadinya jika Mike terpengaruh dan ....


Naya bergidik. Dia sentak lagi tangannya yang digenggam pria itu, tapi nihil. Sementara Mike, tatapannya sudah seperti belati yang siap menghunjam jantung siapa saja.


"Siapa namamu?" tanya Mike lagi. Suaranya semakin rendah.


"Tolong lepasin ... sakit ...."


Naya mengiba lagi, tapi sayangnya harapan tetap tidak terealisaikan. Laki-laki yang mengaku bernama Jeff itu justru menarik makin kuat. Dalam sekejap saja dia bisa membuat Naya berada di depan dan dengan santai memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Kenapa harus dilepasin, Sayang? Apa kamu gak kangen aku?" lanjutnya sembari mencium ceruk leher Naya.


Naya tentu saja meronta makin hebat. Selain risih dengan perlakuan kurang ajar Jeff, dia juga melihat dengan jelas sorot mata Mike yang seakan-akan bisa melakukan hal nekat. Sungguh, dia sangat takut membayangkan hal gila apa yang akan dia terima jika Mike percaya.


"Jadi, kamu pacarnya?" ulang Mike. Tangannya terkepal erat dalam saku. Sedetik kemudian nyalang dia melihat ke arah Naya. Seolah tengah menginterogasi dengan sadis.


Naya yang memang takut pada Mike menggelengkan kepalanya berkali-kali. Air matanya meluruh banyak dengan bibir yang sudah pucat dan bergetar.


Namun tidak untuk Jeff. Pria muda seusia Naya malah menyeringai santai. "Memangnya kamu siapa? Kalau gak ada keperluan apa bisa minggir? Kamu mengganggu, kami mau lewat," ketusnya.


Senyap, Mike tidak menggubris apalagi bergeming. Hanya matanya saja yang beroperasi—bergerak liar dan begitu nyalang melihat si Jeff ini.


Sementara Jordan yang ada di belakang Mike mulai berdeham. Dia maju, mensejajarkan diri dengan Mike, lantas berkata, "Apa kamu yakin dia pacar kamu? Kalau iya, mana buktinya. Kalau kamu berbohong bukankah resikonya begitu besar. Selain mengganggu kenyamanan dan keamanan orang lain, kamu juga bisa mendapat pasal tentang pencemaran nama baik, pelecehan seksuall, penculikan dan juga ...."

__ADS_1


Jordan menjeda kata, matanya yang tertutup kacamata tertuju ke pergelangan tangan Naya yang sudah memerah, lantas dengan tenang kembali melanjutkan kata, "Kekerasan, kamu juga melakukan itu. Apa kamu mau saya melakukan perincian berapa tahun kamu akan dipenja—"


Belum juga Jordan menyelesaikan lisan, si Jeff telah lebih dulu mendorong Naya hingga mendarat kasar di dada Mike. Dia jelas tengah tidak senang. Buktinya dia berani melotot pada Mike dan Jordan sembari berdengkus.


__ADS_2