GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 107


__ADS_3

Sementara Armana dan Velicia yang pada akhirnya juga hanya bisa mengunjungi putrinya setahun sekali karena hidup mereka masih dalam pengawasan anak buah Candra, namun begitu mereka tak begitu was-was karena selama mereka menemui putrinya tak ada pergerakan apapun dari pihak anak buah Candra.


"Apa ini?! Kenapa bisa mereka jadi begini?!" teriak Candra di depan teman-temannya. Saat ini Candra dan teman-temannya sedang berkumpul untuk melakukan pertemuan atas permintaan Candra.


"Aku sudah menyuruh mu untuk mengawasi Arman dan keluarganya, lalu kenapa tentang kerja sama ini tidak ada informasinya kepadaku, Gunawan?!" tanya Candra dengan nada menekannya.


Gunawan menelan ludahnya kasar. Ia memang masih menjalankan tugas dari Candra untuk menempatkan anak buahnya untuk mengawasi Arman dan keluarganya. Namun kerja sama baru antara perusahaan Armana dengan perusahaan induk Aditama yang menggaet anak cabang perusahaan Danbi itu juga di luar sepengetahuannya. Karena anak buah Gunawan hanya ia tugaskan untuk mengawasi di sekitar rumah Armana saja.


"Aku memang menempatkan anak buah ku untuk mengawasi Arman, dan itu hanya kulakukan untuk sekitar rumahnya saja sesuai perintah mu. Jika untuk disekitar perusahaannya aku tidak melakukan itu." kata Gunawan membela dirinya.


Candra mendenguskan nafas kasar. Benar-benar tak habis pikir dia sekarang. Kecolongan atas tindakan kakaknya di belakangnya sudah kesekian kalinya.


"Tunggu saja kalian. Aku tidak akan diam saja." gumam Candra dengan nada geram.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini Arman dan Velicia mengunjungi putrinya.


Armana dan Velicia ingin menciptakan kesan pada setiap pertemuan mereka seperti tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari jalan-jalan setelah mereka sudah tiba di desa tempat Sisi tinggal, mengunjungi taman hiburan atau kebun binatang meski lokasinya jauh dari tempat tinggal Sisi sekarang. Atau hanya sekedar main-main di sekitaran kampung itu, seperti ke sawah untuk mencari keong, ke sungai untuk menangkap ikan dan ke bukit untuk menggembala domba.

__ADS_1


Pernah di bukit Sisi di ajarkan permainan cara memanah menggunakan alat seadanya. Bukan alat pemanah profesional namun hanya alat panah yang terbuat dari bambu yang memang banyak terdapat di kampung itu. Tanpa mereka tahu pertemuan mereka yang memberikan kesan untuk putrinya itu adalah pertemuan yang terakhir.


Saat ini Velicia dan Armana sedang di ikuti oleh mobil anak buah suruhan Gunawan dalam perjalanan mereka menjenguk putrinya.


"Arman, bukankah mobil dengan plat nomor itu mengikuti kita dari tadi?" tanya Velicia pada Arman yang sedang fokus menyetir. Velicia melihat mobil yang sedang melaju di belakangnya dengan plat kota yang sama dengan mobil milik mereka.


Arman menyunggingkan bibirnya sebelah. "Kau juga menyadarinya ya." Ia lalu menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Laju mobil yang mereka kendarai sedari tadi bejalan dengan kecepatan rata-rata rendah, namun mobil di belakang mereka yang berplat nomor kota yang sama itu juga mengambil jarak cukup jauh dan juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Arman.


"Velic, kau jangan bersedih ya. Ini demi keamanan putri kita. Sepertinya kita tidak akan lagi bertemu dengan Sisi mulai sekarang." jelas Arman dengan masih fokus dalam menyetir dan sesekali melirik mobil yang melaju di belakangnya dari kaca spion.


Velicia kini mulai paham apa yang dimaksud dari pembicaraan Arman. Ia lalu menghela nafas panjang, lagi-lagi, hidupnya tak aman lagi karena Candra. Bahkan laki-laki itu sekarang mengincar putrinya lagi.


Rasa sakit membayangkan tak akan bisa bertemu dengan putrinya lagi sangat menghimpit dadanya. Bagaimana bisa kebahagiaan kecil yang datang untuknya selalu saja terusik oleh Candra. Rasanya dia juga memiliki dendam pada Candra kali ini. Pantas saja Angel ingin sekali membunuh suaminya itu, pikir Velicia. Karena itu memang pantas. Candra tak pernah bisa melihat kebahagiaan orang lain sedikit saja, dia akan menghancurkannya jika melihat targetnya merasa bebas merasakan kebahagiaan.


"Terkutuk kau Candra!" umpat Velicia dalam hati. Ia tak ingin kata-kata buruk itu terdengar oleh suaminya.

__ADS_1


Menghembuskan nafas panjang, Velicia mulai menitikkan air mata. "Ayo kita lindungi putri kita. Jangan temui ia sekarang. Meski tidak bisa bertemu lagi untuk waktu panjang aku tidak apa-apa, asal putriku juga berumur panjang. Jamin keselamatannya untuk ku Arman." ucapnya sambil tertunduk.


Arman merasa teriris juga hatinya mendengar perkataan istrinya. Namun mau bagaimana lagi sekarang pun ia juga tidak bisa berbuat yang lain lagi selain mengurungkan niat untuk bertemu sang putri agar anak semata wayangnya itu tetap selamat.


Lalu masih di dalam mobil itu dengan kini laju kendaraan yang sedang ia mulai menghubungi pak kepala desa dan menyampaikan beberapa pesan untuk Brata dan istrinya, terutama untuk merawat dan menjaga Sisi dengan baik karena mulai sekarang mereka tidak bisa mengunjungi sang putri.


Dari seberang telepon pak kepala desa pun mengiyakan dan akan menyampaikan pesan tersebut kepada Brata dan istrinya.


"Bersiaplah Velic, kita akan mencari jalan lain." kata Arman.


Mereka sudah memasuki area perkampungan yang sudah jauh dari jalan raya besar. Namun mobil yang berada di belakang mereka sejak di jalanan kota tadi masih tetap mengikuti mereka sampai jalanan kampung dan mereka kini sangat yakin jika sepertinya mobil itu memang sengaja mengikuti mereka.


Arman melajukan mobilnya ke arah yang berbeda dari jalur yang biasa ia tempuh saat akan mengunjungi Sisi. Ia membelokkan mobilnya ke arah jalan yang ia pun tak tahu kemana arah jalan itu. Yang terpenting untuknya adalah untuk menghalau mobil itu agar tak mengikutinya lagi. Kini Arman melanjutkan mobilnya dengan menambah kecepatan.


🐾🐾


Β hola readers πŸ‘‹

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


__ADS_2