GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 94


__ADS_3

hola readers.. karya ini aku ikutkan dua perlombaan ya. buat kalian yang baca karya ku tolong kasih vote like dan komennya untuk semangat author. terima kasih πŸ™


...- - - - - - - - - - -...


Rehan terkekeh, lucu sekali ucapan istrinya itu. "Tidak akan bisa seperti ini kamu nanti."


"Kenapa? Aku kan juga ingin kuat seperti kamu, kamu kan bisa menjaga ku juga dulu saat jadi bodyguard. Lain kali kalau aku bertemu laki-laki itu aku akan memukulnya dari pada hanya diam dan menangis." ujar Velicia sambil mengepalkan tangannya membentuk sebuah tinju.


Rehan malah terbahak mendengar ucapan istrinya itu. "Latihan otot dan latihan beladiri itu berbeda sayang. Kalau kamu latihan otot yang ada nanti dada kamu juga jadi kotak. Kamu mau?" tanya Rehan menatap ke arah dada Velicia, dan kini dirinya berjalan ke kamar mandi dengan masih tertawa.


Velicia yang mendengar perkataan Rehan sontak lalu menutup dadanya, membayangkan miliknya jadi berbentuk kotak. Dia bergidik, tentu saja dia tidak mau.


Di lain tempat di sebuah rumah yang berukuran besar. Sepasang suami istri sedang terlihat berbicara dengan serius.


Andra terdiam dengan menghela nafas panjang setelah di tunjukkan rekaman video oleh sang istri. Dia tahu jika adiknya itu sangat ambisius dan dia juga tahu jika Candra ingin menyainginya meski faktanya sekarang mereka sedang bekerjasama.


Induk perusahaan dan anak perusahaan di pimpin oleh kakak beradik yang rukun, itulah pandangan publik terhadap keluarganya. Sedang yang sebenarnya terjadi adalah mereka sedang perang dingin, Andra yang mempertahankan posisinya sedang Candra yang kukuh ingin menggantikan posisi Andra karena dia merasa tidak rela sebagai anak yang lebih muda harus mengalah dalam semua aspek.


Andra akui jika Candra memiliki kemampuan dalam memimpin, tapi caranya memimpin dengan tidak memandang rekan dan lawan sebagaimana sesama manusia, itulah yang ia tidak suka.


Apa yang di putuskan Candra adalah mutlak, tak peduli jika rekan bisnisnya hanya untung kecil dan lawannya habis segalanya jika sudah menjadi targetnya. Itulah yang Andra tidak suka dari Candra, tidak memiliki rasa kemanusiaan.


"Lebih dekatlah dengan nyonya Velicia. Mungkin dia juga membutuhkan perantara untuk mengetahui kabar sahabatnya. Aku kasihan dengan nasib Angel, bagaimana keadaannya sekarang." ujar Andra pada sang istri.


"Iya tentu saja, karena rencana ku setelah ini juga begitu. Apa kau bisa menyusupkan seseorang di mansionnya? Jika perlu beri bayaran lebih, sekaligus untuk menjaga Angel." sahut Fariska lalu dengan setelahnya meminta pertolongan pada suaminya.


"Akan aku usahakan. Sekarang lebih berhati-hatilah. Lebih baik habiskan waktu diluar untuk jalan-jalan daripada terlalu sering di rumah. Karena sepertinya dia juga sudah menyusupkan seseorang." ucap Andra. Kemudian dia meninggalkan sang istri lalu pergi ke ruang kerjanya.

__ADS_1


...* * *...


"Kakak benar akan pindah? Dan selamanya tinggal di sana?" tanya Velicia.


Dirinya kini berada di sebuah rumah makan bertema kafe dan resto bersama dengan Belleza dan Riska dalam acara kumpul untuk melepas sahabat, Velicia di ajak oleh Belleza agar dia juga bisa saling akrab dengan Riska. Jika butuh sesuatu atau bantuan bisa meminta tolong kepada Riska saat dia sudah menetap di luar negeri nanti.


"Iya. Karena kak Regan sudah memutuskan untuk menjadi penerus ayah. Kau tahu sendiri kan jika Rehan tidak mau." ujar Belleza.


"Ah salah sekarang namanya menjadi lebih terkenal dengan sebutan Armana." ujar Belleza lagi dengan tertawa kecil.


Velicia pun ikut tertawa, "Ah entahlah, itu panggilan para rekan kerjanya sekarang. Apa aku juga ikut memanggilnya Armana juga ya? Sepertinya terdengar lebih berwibawa." ujarnya lalu terkekeh lagi. Mereka pun kini tertawa bersama.


"Ehm.. kakak dan kak Regan sudah memutuskan waktunya kapan, dan karena sekarang sekarang ini adalah waktu yang aman karena kakak sedang mengandung." ujar Belleza setelah berdehem menghentikan tawa mereka.


"Kak.. kakak hamil?" tanya Velicia tak percaya. Terkejut tetapi juga merasa haru.


"Aku juga yang mengantarnya untuk diperiksakan ke dokter. Dia tak percaya setelah melakukan tes sendiri lalu memintaku untuk mengantarnya ke dokter sebelum memberitahukan kepada Regan." jelas Riska.


"Dan kau mau tahu juga Velicia, there're twins." sambung Riska lagi dengan menunjuk ke arah perut Belleza.


Velicia ternganga, "Astagaa.. waah selamat ya kaak. Sebentar lagi aku akan menjadi tante. Senangnya.." ucap Velicia bahagia lalu menggenggam kedua tangan Belleza.


"Benar kau mau di panggil tante bukan aunty?" Belleza meyakinkan pernyataan Velicia.


"Ah terserah kakak saja ingin memberi panggilan apa setelah mereka lahir nanti." ujar Velicia dan mereka pun tertawa dalam bahagia. Tawa mereka mengundang perhatian seorang pengunjung yang sedang berjalan melewati mereka.


"Nyonya Velicia?" Sapa Fariska saat melihat sumber suara tawa itu ternyata adalah orang yang ia kenal.

__ADS_1


Velicia menoleh kearah suara yang menyapanya, dia lalu berdiri. "Nyonya Fariska. Anda juga berkunjung kesini?" tanyanya pada Fariska yang sedang berdiri sambil menggandeng sang buah hati di ikuti seorang lelaki berbadan besar dan jangkung di belakangnya. Penjaga atau bodyguardnya mungkin.


"Iya, kami sedang keluar tadi dan ingin mampir untuk makan siang. Jika tidak keberatan boleh saya bergabung?" tanya Fariska yang tak ingin melewatkan kesempatan untuk lebih dekat dengan Velicia.


Velicia melirik ke arah Belleza dan Riska, keduanya mengangguk tanda setuju. "Baiklah, silahkan Nyonya." Velicia menunjukkan sebuah kursi panjang yang kosong.


"Terimakasih semuanya." ucap Fariska pada teman kumpul Velicia. Lalu ia pun duduk di ikuti oleh Rain yang duduk di sampingnya.


"Saya Fariska dan ini anak saya Rain, yang di belakang saya adalah asisten pribadi saya." Fariska memperkenalkan diri.


"Ayo sayang, perkenalkan diri kamu." bisiknya pada Rain kecil.


"Halo. Perkenalkan nama saya Rain Aditama." kata Rain setelah membungkuk memberikan hormat dengan suara khas anak kecil.


"Waah gemasnya suaranya.. halo juga Rain, nama tante Belleza. Senang berkenalan dengan mu." ujar Belleza dengan nada khas perkenalan anak TK. Begitupun di ikuti oleh Riska lalu Velicia.


Mereka pun tertawa dengan kelucuan Rain saat mereka mengajak Rain mengobrol sedikit tentang dirinya. Rain masih bersekolah di TK dan dia bercerita jika dia sering ikut acara lomba yang sekolahnya adakan. Dia juga sering mendapatkan juara dalam mengikuti kegiatan lomba yang sekolahnya adakan.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2