GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 28


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


"Asisten Sisi, kau sudah sembuh?"tanya Evi dengan raut wajah gembira bisa melihat Sisi lagi.


"Iya sekertaris Evi."jawab Sisi dengan senyum merekahnya. Dia juga merasa senang bisa melihat dua sekertaris ini lagi.


"Maaf kami tidak bisa menjenguk mu karena kami tidak tahu tempat tinggal mu. Dan juga, Presdir ah bukan pak CEO sering marah-marah belakang ini. Jadi kami harus bekerja dengan baik karena kami tidak ingin dipecat."ujar Silvi dengan nada memelas. Sisi menanggapi dengan tersenyum.


"Tidak apa sekertaris Silvi. Terimakasih untuk simpati kalian."ucapnya.


"Iya. Presdir setelah menjadi CEO sekarang semakin sibuk dan sepertinya tambah sangat temperamen. Asisten Coky sering keluar masuk ruangan dari biasanya. Kami sangat kasihan melihatnya."timpal Evi. Sisi hanya mengangguk-angguk mendengarnya.


"Sisi gantikan aku. Aku akan keluar mengantar ini."kata Coky yang sedari tadi sibuk keluar masuk ruangan bosnya.


"Baik asisten Coky."kata Sisi. Sisi lalu beranjak dan menuju ruangan bosnya.


"Sisi kurangi kerjamu di kantor mulai besok. Banyaklah berlatih di basecamp bersama Luna."kata Rain sambil memeriksa berkas file perusahaan.


"Baik Tuan."ucap Sisi dengan membungkuk.


Rain menghentikan aktivitasnya, "kemarilah." katanya melambai pada Sisi.


Sisi lalu menghampiri kursi Rain. "Iya tuan. Ada yang harus saya lakukan?" tanya Sisi.


"Cium aku."perintah Rain. Sisi terbelalak mendengar perintah Rain, dia menatap Rain dengan tak percaya.


"Kau tidak dengar?"teriak Rain untuk menutupi rasa malunya. Sisi gelagap mendengar Rain berteriak. Rain menarik tangan Sisi hingga jatuh di pangkuannya.


"Cepat."kata Rain. Dengan ragu Sisi mengatupkan bibirnya ke bibir Rain dengan lembut. Rain menyambutnya dengan semangat. Dia ******* bibir Sisi dengan penuh gairah. Rasanya lelah, penat, kecemasan dan stres yang ia rasakan akhir-akhir ini menghilang. Rasa nafsunya untuk memiliki gadis ini bertambah hanya karena kejadian satu malam yang tak disengaja nya.


"Haah hah hah" nafas mereka tersengal.


"Tolong berhenti Tuan."kata Sisi meminta untuk menyudahi ciumannya.

__ADS_1


Dia lalu beranjak dari pangkuan Rain dan segera merapikan diri. Rain tersenyum bahagia setelah mendapat recharge dari Sisi.


Dia tertawa kecil lalu berkata, "rasanya benar-benar membuat ku gila". Dia lalu berdiri dan mendorong Sisi ke dinding kaca mencoba untuk mencium Sisi lagi.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. "Tuan, saya.... tidak melihat apa-apa."ucap Coky yang datang dengan tergesa-gesa menuju ruangan Rain tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan dilihatnya adegan Rain dan Sisi. Rain lalu tertawa kecil mendengar suara asistennya dan tak jadi mencium Sisi lagi.


"Aku benar-benar bisa gila."gumamnya didepan Sisi. Sisi yang mendengar perkataan yang sama lagi dari mulut Rain merasa aneh.


"Keluarlah."katanya dengan lembut pada Sisi.


Asisten Coky lalu masuk setelah melihat Sisi keluar dari ruangan bosnya.


"Tuan maafkan saya."kata Coky sambil membungkuk. Rain melambaikan tangan untuk tak menghiraukan.


"Ini hasil laporan untuk Rehan Armana." kata Coky.


"Kita bahas itu di rumah nanti."ujar Rain. Coky lalu membungkukan badannya dan keluar.


Rain membaca berkas tentang Rehan Armana. Seperti yang mereka ceritakan bahwa Arman adalah agen rahasia yang menikah dengan Velicia Arbre. Arbre Effendi meminta putrinya menikah dengan Rehan Armana karena dia tau jika Arman adalah anak dari CEO Danbi corporation jadi dia bisa meminta bantuan untuk lepas dari Candra dengan cara Arman mengakuisisi perusahaannya.


Tapi Candra tak langsung melepas Velicia begitu saja. Hingga mereka mempunyai anak pun hidup mereka tidak tenang. Anak kecil harus terpisah dari orangtuanya karena keserakahan Candra. Anak itu di tinggalkan di desa bersama paman dan bibinya.


"Sisi Velicia?"Rain mengernyitkan dahi mempertegas ucapannya.


"Ya tuan."jawab Coky.


"Sisi kita yang kau maksud?" tanya Rain sekali lagi. Coky menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Rain meletakkan berkas ke atas meja dan menghela nafas panjang dengan pikiran tak percaya.


"Bukankah kita sudah menyelidiki Sisi? Dan dia hanya gadis yatim piatu dari desa."tanyanya dengan nada sedikit khawatir.


"Benar tuan. Tapi bukankah yatim-piatu dulunya pernah memiliki orang tua dan kemungkinan orangtua itu adalah Arman dan Velicia."jawab Coky berspekulasi.


"Haah.. anaknya adalah mata-mata kita dan ayahnya akan ikut dalam misi ini untuk bukti kasus tugasnya? Benar-benar seperti sebuah drama keluarga."ujar Rain.

__ADS_1


"Pak Arman ingin memenuhi janjinya kepada istrinya untuk menangkap dan menjatuhkan orang yang sudah melukai temannya."kata Coky. Rain lagi-lagi menghela nafas panjang dan sembari berfikir.


"Lakukan sesuai rencana. Jika beliau ingin berpartisipasi tangan kita terbuka untuknya."ucap Rain.


"Baik Tuan. Akan saya laksanakan."Coky menganggukkan kepala. Rain menatap keluar jendela ruang kerjanya. Coky yang akan keluar ruangan terhenti saat Rain memanggil namanya.


"Mm.. Coky."kata Rain dengan ragu.


"Ya Tuan?"jawab Coky sambil berbalik.


"Kau adalah teman ku dan orang kepercayaan ku. Kau yang kedua tahu setelah nenek. Sebenarnya malam itu..."Rain menceritakan kejadian malam dimana dia kambuh dan hampir membunuh Sisi lalu menyentuh Sisi dengan paksa dan mengambil kegadisannya.


Coky yang mendengar cerita Rain sangat terkejut. Dia teringat jika ayahnya pernah memberi tahu dia jika terjadi sesuatu di villa Bougenville tapi tidak memberitahu jika detailnya seperti ini.


"Dalam tugas nanti, tolong lindungi juga Sisi."kata Rain dengan nada memohon sambil melihat Coky. Mata Coky menatap wajah Rain dengan tak percaya.


Dia masih tak percaya dengan yang ia dengar. Bosnya yang dingin hampir tak punya ekspresi dan selalu acuh meski banyak wanita yang bergelayut dan menggoda padanya bisa melakukan hal itu dengan memaksa seorang gadis dan gadis itu adalah bawahannya sendiri.


"Coky? Kau mau membantuku kan?"tanya Rain lagi.


Coky segera sadar dari lamunannya "iya tuan. Pasti akan saya kerjakan."Jawab Coky cepat. Rain tersenyum simpul mendengar jawaban Coky.


Coky lalu keluar dari ruang kerja Rain.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. perkenalkan saya author baru disini dan saya baru berani publish tulisan saya disini. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau kalian suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2