GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 55


__ADS_3

Dia lalu berbaring di atas kasur yang empuk menurutnya dengan AC yang sudah menyala.


Rehan seperti sudah mempersiapkan semua ini, katanya dalam hati. Dia menatap langit-langit dan dinding kamar yang serba putih itu.


"Sangat natural." gumamnya lagi. Matanya berkedip terkantuk setelah merasa kenyang. Dia lalu mulai tertidur.


Di sebuah supermarket yang buka 24 jam.


"Aku jarang beli bahan makanan karena jarang memasak. Sekarang ada yang tinggal di tempat ku jadi sedikit repot." gumamnya sambil memilih-milih bahan makanan. Susu cair, minuman kaleng, mi instan, telur, sereal, camilan.


"Apa aku harus beli beras juga?" pikirnya.


"Hah merepotkan. Mending beli yang instan saja." katanya sambil memilih rice bowl instan dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja.


Setelah selesai mengambil bahan makanan yang dirasa cukup dia lalu menuju ke kasir. Belum juga sampai kasir handphonenya berbunyi. Panggilan dari Velicia, dengan segera dia mengangkatnya.


"Iya nona? Apa terjadi sesuatu? Anda baik-baik saja kan?" tanya Rehan khawatir jika terjadi sesuatu pada Velicia.


"Iya, aku tidak apa-apa. Hanya saja aku akan merepotkan mu. Aku butuh sedikit bantuan mu." kata Velicia dari telepon dengan nada ragu.


"Bantuan? Apa?" tanya Rehan dengan nada selidik. Takut-takut jika kliennya sedang dalam tekanan penyandera.


"Aku akan kirimkan pesan." kata Velicia lalu menutup panggilannya.


Rehan merasa terkejut tiba-tiba Velicia menutup panggilannya. Kemudian handphonenya bergetar dan ada pesan masuk.


"Tolong belikan aku pembalut malam ukuran 40cm".


Seketika dia merasa tercengang. "Apa?" katanya dalam hati.

__ADS_1


Sebuah pesan masuk lagi, "Dan juga maaf sekali. Tolong belikan set under wear dan baju tidur. Aku akan kirimkan uangnya ke rekening mu."


"As.. ta.. ga!" teriaknya dalam hati sambil memasang ekspresi tak percaya. Dia lalu menghentikan stroller nya dan berfikir lama.


Pesan masuk mengagetkannya lagi.


"Tolong sekali. Jika tidak segera aku akan berada di kamar mandi terus." kata Velicia dalam pesannya.


Dia lalu segera mendorong stroller nya ke bagian kebutuhan perempuan. Diambilnya pembalut dengan merek asal berukuran 40cm dan segera melakukan pembayaran ke kasir.


Setelah barang diterima dia lalu menitipkan ke bagian penitipan barang. Dia lalu menuju counter underwear bagian perempuan. Tak ingin malu dia meminta bantuan kepada SPG disana. Namun saat ditanya untuk ukuran dia tidak bisa menjawab karena tidak tahu.


Dengan malu dia mengirim pesan kepada Velicia untuk menanyakan ukuran. Setelah pesan di balas dia lalu memberi tahu SPG. Dia lalu melihat sekeliling untuk mencari baju tidur. Ternyata counter sebelah adalah bagian baju tidur. Dia lalu mengambil setelan baju tidur dan menyerahkannya kepada SPG tadi dan berjalan menuju kasir.


"Untuk istrinya ya pak?" tanya sang kasir setelah Rehan selesai melakukan pembayaran.


Di apartemen.


Ditengah lelapnya tidur Velicia merasa perutnya mulas dan kram hingga membuatnya terbangun dan berlari ke kamar mandi. Dia mengira jika dia sakit perut karena makan mi instan pedas tadi.


Tapi setelah duduk di atas kloset yang didapatinya adalah darah yang jatuh.


"Astaga. Kenapa harus sekarang." gerutu nya. Dia lalu membersihkannya dan mengambil tisu kamar mandi untuk penyumbat sementara.


"Bagaimana ini? Tas ku aku titipkan di Mall tadi." pikirnya.


Dia lalu teringat pada Rehan. Dia lalu mengambil handphonenya dan dengan malu-malu dia menelepon Rehan. Rehan pun menerima panggilannya. Namun belum juga dia mengatakan maksudnya dia sudah menutup panggilannya terlebih dulu karena malu.


Dia lalu mengirim pesan kepada Rehan. Merasa darahnya merembes keluar dia lalu berlari lagi ke kamar mandi.

__ADS_1


"Haah dasar merepotkan. Astaga aku ini. Sudah menumpang merepotkan lagi. Benar-benar menjadi beban." gerutunya sambil mencuci celananya.


Di ambilnya handuk yang tergantung di kamar mandi dan dibalutnya ke pinggangnya. Setelah menunggu lama akhirnya suara pintu apartemen terdengar terbuka.


Velicia lalu memanggil Rehan dari kamar mandi. "Rehan disini." katanya sambil mengulurkan tangannya meminta pesanan yang diminta.


Rehan dengan malu lalu memberikan setelan baju dan juga plastik kecil berisi pembalut.


Velicia menerimanya sambil tersenyum malu-malu, "terimakasih." katanya lalu menutup pintu kamar mandi.


Rehan lalu menuju dapur meletakkan bahan makanan yang barusan dia beli ke tempatnya.


"Astaga." keluhnya setelah menyimpan barang belanjaannya.


Dia lalu menuju sofa dan menarik sofanya hingga berbentuk kasur. Dia lalu membaringkan tubuhnya yang lelah. Baru kali ini dia menampung seorang klien tapi bahkan belum sehari semalam pun sudah dibuatnya repot. Bagaimana jika akan menumpang lebih lama, pikirnya.


Rasa penat dan lelah memenuhi pikirannya hingga membuatnya cepat tertidur. Dari kamar mandi Velicia keluar setelah menyelesaikan aktivitasnya. Dia yang melihat Rehan sedang berada di sofa bed ingin mengucapkan terimakasih namun ternyata dia sudah tidur.


Dia tak ingin menganggu nya lalu kembali ke kamar tidur lagi saja.


🐾🐾


...Β ^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2