GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 65


__ADS_3

"Aku.. ada yang meminta tolong kepada ku." Rehan mulai membuka pembicaraannya dengan ragu.


"Ada seseorang yang meminta perlindungan pada ku."


Regan mengernyitkan dahinya hingga alisnya bertemu. Sebagai isyarat, apa yang kau maksud.


"Tepatnya pada Danbi corporation. Orang itu sedang dalam ancaman, maksudku juga perusahaannya." sambung Rehan dengan nada ragu dan kalimat yang kacau.


Namun Regan paham dan mengangguk-angguk mengerti. "Lalu? Dia ingin meminta kerjasama dengan Danbi atau meminjam dana untuk suntikan?" tanya Regan yang sambil sibuk dengan map di atas mejanya.


Ketukan pintu terdengar, seorang perempuan masuk membawa nampan kecil berisi secangkir kopi untuk Rehan. "Silahkan." kata perempuan itu lalu membungkuk meninggalkan ruangan.


"Minumlah." kata Regan menyuruh adiknya. Dia juga meminum kopi yang sudah tersedia di atas mejanya agar Rehan tak merasa canggung.


Namun Rehan belum meminum kopinya dia lalu menjawab pertanyaan Regan, "Dia menyuruhku menikahi putrinya."


Sontak jawaban Rehan membuat Regan tersedak, tapi dia lalu menguasai diri agar tidak terlihat memalukan. "Menikah? Apa maksudnya menikah?" tanya Regan lalu meletakkan cangkir kopinya.


"Dia tidak memiliki hubungan kerjasama dengan Danbi corporation jadi mustahil baginya untuk meminta bantuan terhadap Danbi, katanya." jawab Rehan.


Regan beranjak dari kursinya lalu berjalan dan duduk di depan Rehan.


"Dia ingin menyelamatkan perusahaannya dan keluarganya dari ancaman seseorang. Dia akan membalik namakan perusahaannya atas namaku jika aku mau membantunya dengan menikahi putrinya." jelas Rehan.


"Orang itu, temannya Pak Teguh." imbuhnya.


Regan terdiam, "Tapi Pak Teguh belum pernah menceritakan hal ini padanya." katanya dalam hati.

__ADS_1


Jika Rehan mau menikahi anak itu berarti dia akan mendapatkan sebuah perusahaan tanpa repot mengakuisisi dan lebih pentingnya dia mau bekerja lagi di sebuah perusahaan, itulah yang ada di pikiran Regan saat ini.


Anak katak yang kabur dari sebuah tempurung tapi tidak tahu jika masih berada dalam sebuah goa, pikirnya pada adiknya. Mungkin dengan ini dia akan terfokus untuk bekerja dan mau memegang Danbi, pikiran itu banyak berkeliaran di kepala Regan.


Dalam hatinya merasa puas karena akhirnya adiknya mencarinya untuk masalah perusahaan. Regan tersenyum lebar dengan menutupinya memakai jari tangan yang ditopang ke dagu.


"Kak? Bagaimana menurut kakak?"


Pertanyaan Rehan menyadarkan Regan. Dia lalu kembali ke dirinya lagi. "Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau sendiri yang harus memutuskan." jawab Regan.


"Aku kesini kan meminta pendapat kakak. Jika aku bisa memutuskan sendiri sudah pasti aku lakukan." tegas Rehan.


"Ya sudah nikahi saja anak itu. Kau akan dapat perusahaan dan juga seorang istri." jawab Regan asal sambil tersenyum.


"Kakak!" teriak Rehan mendengar jawaban kakaknya.


"Ah terlihat jelas sekarang apa maksud mu, kau ingin meminta ku meminta bantuan ayah." ujar Regan dalam hati.


"Dulu kan ayah sudah akan memberikan Danbi kepada mu, tapi kau malah menolak dan melakukan drama kabur." tukas Regan.


"Jika dulu kau menerima mungkin tidak akan ada orang yang kesusahan dalam meminta perlindungan atau pertolongan mu. Kau kan tinggal melakukannya sendiri."


Rehan terdiam, memang benar yang dikatakan Regan. Kini sekarang dia mengerti apa gunanya itu sebuah kekuatan dan kekuasaan.


"Jika mau mintalah bantuan kepada ayah langsung." ujar Regan.


Kalimat itu langsung membuat Rehan tergerak. "Aku tidak bisa. Aku sudah menolak untuk diberikan Danbi dan sekarang aku harus menemui ayah untuk memintanya. Itu memalukan." jawab Rehan dengan sigap.

__ADS_1


Regan tersenyum tipis mendengar pernyataan adiknya. "Memang kau pikir kau meminta bantuan ke siapa meski datang kepada ku. Yang ku pegang ini kan juga masih perusahaan Danbi yang ayah bangun." ujar Regan.


"Iya aku tahu. Tapi ini kan sudah menjadi milik kakak, dan niat ku pun ingin meminta pendapat dan bantuan dari kakak bukan ayah." kata Rehan.


"Anak keras kepala." sarkas Regan dalam hati.


"Terima saja permintaan itu. Kau kan akan mendapatkan perusahaannya sebagai imbalan. Kalau kabur mu mendapat sebuah perusahaan dan sekaligus istri, itu terlihat tidak memalukan untuk ku." ujar Regan dengan nada memprovokasi agar adiknya mau kembali ke dunia bisnis.


"Jika kau tidak mau menjadi pemegang Danbi kau bisa menjadi pemegang perusahaan itu. Itu juga membuktikan dirimu kepada ayah kalau kau mampu berdiri sendiri." imbuh Regan.


Rehan terdiam, terlihat sedang berfikir. Ucapan kakaknya tidak terlalu buruk untuk ditunjukkan kepada ayahnya. Lalu bagaimana bisa dia akan memiliki perusahaan itu, dia sama sekali tidak memiliki modal sebesar itu. Karena syarat yang Arbre berikan adalah memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Aditama yang mana harus membayar denda karena kontrak belum selesai, dari mana dia bisa menyediakan uang sebanyak itu. Pikirannya terus berputar.


"Aku hanya bisa membantu semampu ku. Tapi tidak bisa menjamin semua." ujar Rehan seolah bisa membaca apa yang sedang adiknya pikirkan.


Regan terus saja memprovokasi Rehan dengan kalimat pancingannya. Meski Rehan tak ingin menjadi pemimpin penerus Danbi corporation setidaknya dia mau kembali ke dunia bisnis, pikirnya. Dengan perlahan pasti dia juga akan mau dengan sendirinya menerima putusan ayahnya yang ingin mewariskan Danbi kepadanya.


"Aku akan terima tawaran mereka, tapi aku ingin meminta bantuan kakak. Anggap saja aku sedang berhutang kepada kakak. Nama perusahaannya adalah ARBRE Corp milik Pak Arbre, syaratnya aku harus memutuskan hubungan kerjasama perusahaan itu dengan perusahaan Aditama. Dan biaya dendanya tidak sedikit. Jadi kakak pasti tahu sendiri kan maksud ku. Aku butuh pengacara dan juga dana untuk semua itu." Rehan mengutarakan rencananya setelah diam cukup lama.


"Perusahaan Aditama? Dan perusahaan milik Arbre, Arbre Effendi yang meminta bantuan mu?" tanya Regan sedikit mengernyitkan dahinya.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.

__ADS_1


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


__ADS_2