GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 48


__ADS_3

Hari berikutnya.


"Kakak benar akan pergi hari ini? Padahal kan kalian baru dua hari istirahat." tanya Velicia.


"Iya. Ayah sangat tidak sabaran." ujar Belleza sambil melihat ke arah Agustino.


"Ha ha.. aku hanya bosan saja setiap hari di rumah dan bercerita dengan cucuku. Sedang anakku tidak mengajakku berkeliling kota ini." ujar Agustino menatap Sisi.


"Baiklah. Kalau kalian tidak terlalu lelah. Ayo kita berangkat. Sisi dirumah saja ya nak." kata Velicia.


"Iya sayang. Kau jangan terlalu lelah." ucap Belleza pula.


"Iya Tante. Dadah. Selamat jalan." kata Sisi melambaikan tangan mengantar kepergian mereka. Suasana menjadi sepi sekarang.


"Aku ingin makan bubur oatmeal." gumamnya.


"Mina.."dia lalu memanggil Mina minta untuk dibuatkan.


"Hingga waktu menjelang malam pun mereka belum juga datang", gumam Sisi dalam hati.


Dia lalu mengecek handphonenya. "Sudah lama sekali, Rain tidak pernah memberi kabar. Apa dia baik-baik saja?". Dia bertanya dalam hati.


"Hai Rain, bagaimana kabarmu? Apa kau sehat? " Sisi mengirim pesan kepada Rain.


"Kau pasti sangat sibuk ya? ". Sisi mengirim pesan lagi.


Seperti biasa, telah lama menunggu tak ada balasan lagi. Hampir saja Sisi terlelap dalam menunggu, sayup-sayup terdengar suara percakapan orang-orang.


"Iya gedung yang sama dengan saat pernikahan saya, Ayah. Aku dan Velic sudah merencanakan sejak awal. Hiasan bunga berwarna merah muda, lilac, putih, lalu apa Velic? Aku tidak mengingat semua." kata Arman.


"Ungu, soft pink. Tapi semua dominan warna putih. Karena Sisi ingin warna utama putih." jelas Velicia.


"Iya. Aku sudah sempat melihat dekorasinya tadi bersama Velicia. Bahkan kalian sudah booking saat setelah tanggal pertemuan ya kata Velic." ujar Belleza.


"Iya kakak. Karena kami tidak ingin Sisi terlalu lelah. Biar kami saja yang siapkan segalanya. Dia hanya perlu membuat dirinya sebagai ratu saja." kata Arman.


"Berarti Sisi belum tahu tempatnya?" tanya Belleza.


"Belum kak Belle, aku ingin menyambutnya dengan dia hanya datang saja tanpa perlu memikirkan hal lain." jawab Arman lagi.


"Tapi kalian tentu koordinasi dengan pihak keluarga Aditama kan?" tanya Belleza.


"Tentu saja kakak. Kami selalu koordinasi dengan mereka dan tidak ada yang mereka tidak tahu tentang semua yang menyangkut pernikahan ini." jelas Arman.


"Syukurlah. Kita harus benar-benar melayani Sisi layaknya ratu untuk satu hari itu." kata Belleza.


"Ayah terlalu lelah hari ini. Ayah akan istirahat lebih dulu." ujar Agustino yang sedari tadi diam saja setelah pulang dari jalan-jalan seharian.


"Baiklah. Selamat istirahat ayah." kata Velicia sambil menganggukkan kepala.


"Kakak juga ya. Jangan sampai terlalu lelah sebelum hari H." ujar Velicia.


"Iya baiklah. Aku naik dulu ya." ucap Belleza sambil melambaikan tangan. Velicia dan Arman pun masuk ke kamar mereka.


Sisi yang diam-diam mencuri dengar pembicaraan mereka juga kembali masuk ke kamar setelah mendengar suara langkah tantenya menaiki tangga.


"Ternyata mereka sudah mempersiapkan sejauh ini. Sedang yang kulakukan hanya memesan gaun saja." ucap Sisi merasa terharu dari balik pintu. Dia lalu kembali berbaring ke atas kasur dan mulai memejamkan mata.


Tengah malam.


"Aahhh.." Rain meregangkan badannya. Tubuhnya terasa lelah seharian bekerja di kantor sedang malam masih lembur di rumah.


"Hampir selesai. Aku ingin istirahat." gumamnya. Dia lalu meminum air putih yang sudah disiapkan asisten Coky tadi.


Dia berjalan menuju kamarnya. Sampai di kamar dia mengecek handphonenya lebih dulu.


"Ada pesan dari Sisi." katanya dalam hati. Segera dia menelepon, namun tak ada jawaban.


"Pasti sudah tidur." gumamnya dalam hati.


"Aku ingin bertemu dengannya."


*


*


*


"Undangannya berwarna merah. Pagi tadi sudah sampai. Mungkin nanti sepulang kerja aku akan membagikannya." ujar Coky memberikan undangan kepada Rain saat di meja kerja.


"Kau sampai larut lagi kerja semalam?" tanya Coky pada Rain yang masih fokus pada layar laptop.


"Mm.." Rain mengangguk kemudian menghentikan aktivitasnya lalu melihat dan membuka undangan tersebut.


"Pilihan Tuan Arman dan nyonya Velicia? Hehem.." tanya Rain dengan sedikit tertawa.


"Mungkin. Mereka tidak memberitahukan." jawab Coky.

__ADS_1


"Kau sudah survei gedungnya?" tanya Rain pada Coky.


"Sudah. Mungkin sekarang sudah dihias." jawab Coky.


"Apa aku boleh melihat kesana?"


"Kenapa tidak?"


"Kata ayah mertua ku mereka ingin memberi Sisi kejutan." jawab Rain.


"Itu kan untuk Sisi, putrinya. Bukan untuk kau." ujar Coky.


"Mereka tidak mengatakan bahwa kau tidak boleh melihat." ujar Coky.


"Aku ingin bertemu Sisi weekend ini." gumam Rain yang masih ada Coky disana.


"Selesaikan yang penting dulu baru nikmati waktumu. Karena pekerjaan mu tidak semua bisa ku kerjakan." ujar Coky mengambil beberapa map file yang sudah selesai diperiksa Rain.


"Hmm.. aku serahkan sisanya kepada mu." ujar Rain sebelum Coky keluar ruangan.


"Iya aku tahu." jawab Coky.


"Kling" suara notif pesan masuk.


Rain melihat layar handphonenya, "RAVISA WG" tertulis di sana.


"Oh baju pengantin sudah jadi." katanya dalam hati.


"Aku harus menghubungi Sisi." gumamnya


Di RAVISA WEDDING GALLERY


"Waah.. cantik sekali putri ibu." seru Velicia yang melihat putrinya mencoba baju pengantin. Hari ini keluarga Aditama dan keluarga Armana melakukan fitting baju.


"Terimakasih ibu." ucap Sisi tersenyum lebar.


"Laki-lakinya juga tampan." puji Belleza yang melihat Rain.


Rain tersenyum mengangguk sambil mengucapkan terimakasih. Hari itu mereka mencoba baju yang akan dipakai di hari pernikahan Rain dan Sisi.


"Kami pulang terlebih dahulu." pamit Rendra kepada keluarga Armana.


"Iya. Hati-hati ya, selamat sampai rumah." ujar Arman. Rendra pun mengangguk.


"Ayah, ibu, aku ingin mengajak Sisi untuk jalan sebentar. Bolehkah?" tanya Rain.


"Baik. Terimakasih ayah." ucap Rain lalu pergi meninggalkan Arman sekeluarga.


"Mereka terlihat sangat bahagia tadi." ucap Belleza yang melihat kepergian Rain dan Sisi.


"Iya karena waktunya juga sebentar lagi." timpal Velicia.


"Kakak juga belum bisa datang? Sudah H minus tujuh sekarang." tanya Arman.


"Kakak mu sangat sibuk. Mungkin seperti janjinya lima hari sebelum hari H akan datang. Dia juga berkata di telepon akan berada di sini untuk sementara waktu. Mungkin dia mengurus untuk hal itu." ujar Belleza.


"Oh aku mengerti." kata Arman mengangguk.


"Kita akan langsung pulang?" tanya Arman.


"Iya langsung pulang saja. Ayah sudah lelah. Ayah ingin melihat siaran turnamen golf malam ini." ujar Agustino yang hobi main golf.


Di sebuah kafe


"Jadi bagaimana?" tanya Sisi.


"Iya. Sementara kita tinggal dulu di rumah orangtuamu." jawab Rain.


"Dua bulan ya. Beritahu ayah mu dulu." kata Rain.


"Baiklah." jawab Sisi.


"Karena kau juga harus beradaptasi di keluarga Aditama juga, sebagai menantu dan anak perempuan. Bukan sebagai pelayan seperti dulu." ucap Rain tersenyum sambil mengelus pipi Sisi.


"Pipi mu semakin tambah bulat." ujar Rain.


"Bilang saja aku tambah gendut." kata Sisi lalu meminum jus mangga pesanannya.


Rain tertawa lebar, "sehat terus ya dan juga calon bayi ini." ujar Rain sambil mengusap perut Sisi.


"Emm.." Sisi mengangguk.


H-5


"Kak Belle biar aku temani saja. Ayah istirahat saja." ujar Velicia yang akan ikut Belleza menjemput Regan di bandara.


"Sebenarnya dia bisa datang sendiri ke sini, kita tinggal kirim orang saja. Tumben sekali orang ini ingin di jemput." ujar Belleza yang sudah bersiap akan menjemput suaminya.

__ADS_1


"Ibu, aku boleh ikut?" tanya Sisi.


"Calon pengantin diam di rumah. Sebentar lagi hari pernikahan mu, jangan terlalu lelah. Lebih baik panggil orang untuk pijat spa atau lulur." ujar Belleza menolak permintaan Sisi.


"Iya nak. Benar kata Tante mu. Kamu di rumah saja. Kita tidak tahu setelah menjemput Om mu akan langsung pulang atau masih harus pergi ke suatu tempat." imbuh Velicia. Sisi mengangguk mengerti dengan kekhawatiran mereka.


"Baiklah ibu, Tante."


Di bandara


"Selamat datang kakak. Apa kabar?" sapa Velicia pada Regan.


"Baik. Bagaimana kabarmu juga?" Regan memberikan koper pada bodyguard yang dibawa Velicia.


"Kami semua baik. Dan hanya sedang sangat sibuk."jawab Velicia.


"Syukurlah. Itu wajar karena sudah waktunya." ujar Regan dengan senyum.


"Kau sehat?" tanya Regan pada istrinya.


"Iya. Tenang saja aku selalu jaga kesehatan." jawab Belleza yang sedang menggandeng tangan Regan.


"Bagaimana dengan ayah?" tanya Regan lagi.


"Ayah sering mengeluh lelah. Sepertinya beliau terserang kebosanan karena tidak bisa beraktifitas di luar bersama teman-temannya." jawab Belleza.


"Itu sudah pasti." kata Regan lalu tertawa kecil. Mereka berjalan menuju mobil sambil berbincang-bincang.


"Sisi, ini Om kamu." Belleza memperkenalkan Regan pada Sisi setelah sampai rumah.


"Halo Om. Saya Sisi." Sisi menganggukkan kepala.


"Ternyata Om lebih tampan dari saat Sisi lihat di telepon." ujarnya sambil tersenyum.


Regan tertawa ringan. "Aku disambut dengan pujian yang indah Belle." ujar Regan. Dia lalu merengkuh Sisi dqn mengusap kepalanya.


"Semoga kehidupan pernikahan mu nanti penuh kebahagiaan." ujar Regan lalu mengecup kepala Sisi.


"Amin. Terimakasih Om."


Mereka kemudian duduk lalu bercengkerama karena sudah lama tak jumpa fan berkumpul seperti sekarang.


Hari pernikahan


Sisi mengenakan gaun putih panjang yang sesuai pesanannya, mengembang di bagian perutnya. Iya karena sekarang usia kehamilannya memasuki minggu ke 21. Sepatu heels rendah brukat menghiasi kaki indahnya. Rambutnya digelung sederhana dengan berhias veil sepanjang lengan. Dia dituntun ayahnya menemui pengantin laki-laki yang juga mengenakan suit serba putih. Semua orang yang hadir juga mengenakan baju bernuansa warna putih.


"Hati-hati jalannya." Rain mengulurkan tangannya menyambut Sisi.


Mereka lalu menuju altar dan melakukan sumpah pernikahan. Semua orang bertepuk tangan lalu ada juga yang menangis terharu. Kini mereka siap melempar buket bunga. Lemparan itu berhasil ditangkap oleh Coky dan buket bunga itu diberikan kepada Luna. Semua orang bertepuk tangan meriah.


Sesi terakhir adalah pengambilan foto dengan melepas balon putih dan burung merpati.


πŸΎπŸ’œπŸΎ END πŸΎπŸ’œπŸΎ


...* * * * * * * * * * * * * * * *...


Terimakasih telah membaca dan mengikuti novel GADIS UMPAN MILIK BOS. Setelah sempat sakit karena kerja lapang yang lama. Akhirnya author bisa menyesuaikan novel ini dan akan ada side story untuk cerita tambahan yang belum dimasukkan ke dalam cerita, juga author akan membuatkan ekstra story. Jadi tunggu ya.


Salam dari author πŸ’πŸŽŠ πŸ’ž


Bonus visual untuk karakter dalam novel


Sisi



Rain



Coky



Luna



*gambar diambil dari pinterest


...----------------...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2