GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 51


__ADS_3

Sepulang dari pernikahan Angel, Velicia lalu meminta kepada ayahnya untuk berbincang sebentar.


"Ayah, aku ingin bercerita." kata Velicia saat mereka baru tiba di rumah. Arbre lalu membuka jasnya dan duduk di sofa ruang tamu.


"Apa yang ingin kau ceritakan nak?" tanyanya sambil membuka kancing lengan baju dan melonggarkan dasinya.


"Aku tadi baru saja bisa bertemu dengan Angel. Lalu..." Velicia menceritakan apa yang mereka berdua bicarakan di ruang rias tadi.


Arbre yang mendengarkan menghela nafas panjang lalu membuangnya dengan perlahan. Dia seolah tak terkejut lagi jika Candra adalah dibalik kecelakaan Subaki dan istrinya.


"Velic, jika kau ingin tahu. Sebenarnya ayah dan Om Subaki memang sudah tahu kejadian malam itu. Dan benar kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami sedang melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan yang Candra pimpin." kata Arbre pelan-pelan ingin menjelaskan ke Velicia.


"Sebelum Subaki meninggal, dia juga bercerita kepada ayah bahwa pernah di ancam oleh Candra. 'jangan harap aku akan menikahi putrimu dan membuat perusahaan mu sebanding dengan milikku. Bukan kau dan putrimu yang ku inginkan tapi aku mengincar perusahaan Arbre. Sialnya aku mempunyai anak buah yang tolol sehingga dia malah membuat ku rugi. Jadi tau dirilah. Temui ibuku dan batalkan pernikahan ini jika kau ingin berumur panjang'." Arbre menyampaikan kata yang diucapkan Subaki kala itu pada Velicia.


"Jadi, Om Subaki menyuruh ayah untuk menjaga mu baik-baik dan selalu waspada terhadap Candra."


Velicia terkejut bukan main, jadi selama ini yang diincar adalah dia. Tapi beruntung dirinya selamat namun kesialan itu malah menimpa pada sahabatnya. Dia kini merasa was-was.


"Ayah, lalu bagaimana selanjutnya kita? Nasib kita ayah?" Velicia bertanya dengan nada sedikit takut.


"Tenanglah Velic. Ayah akan selalu menempatkan pengawal di sekeliling mu dan beberapa orang untuk mengawasi mu dari jauh." ucap Arbre.

__ADS_1


Velicia sedikit lega mendengarnya. Lalu dia teringat akan janji pada Angel, "Tapi ayah, aku sudah berjanji pada Angel akan mencari bukti atas kejahatan Candra. Jika aku tidak membantunya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya nanti. Aku takut dia berbuat yang tidak-tidak pada dirinya sendiri."


Arbre terdiam sejenak mendengar perkataan Velicia.


"Kita cari agen rahasia. Kita jadikan dia mata-mata dan tempatkan dia disisimu sebagai pengawal pribadi agar tidak dicurigai Candra." kata Arbre menemukan sebuah ide.


"Ayah punya kenalan anggota kepolisian namanya Teguh Wibisono. Dia juga menyediakan jasa agen rahasia. Ayah akan menghubunginya. Tapi kau yang harus datang menemuinya. Jika tidak, ayah takut jika Candra meletakkan beberapa orang untuk mengawasi ayah." katanya pada Velicia.


"Kau pasti tau akan akibatnya nanti." ujar Arbre pada anaknya. Velicia mengangguk mengerti.


Satu minggu setelahnya.


"Ayah ini Rehan. Dia agen rahasia yang ditunjuk teman ayah." kata Velicia pada ayahnya setelah pulang kerja.


"Kau yang direkomendasikan Teguh?" tanya Arbre.


Rehan mengangguk, "Iya pak."


"Jadi.. kau pasti sudah tahu keseluruhannya kan?"


"Saya sudah jelas pak." jawab Rehan.

__ADS_1


"Aku percayakan penyelidikan kematian Subaki padamu. Dan aku bergantung untuk keselamatan putriku pada mu juga." kata Arbre sambil menepuk pundak Rehan.


"Terimakasih atas kepercayaannya pak." kata Rehan sambil membungkuk.


Setelah beberapa bulan berjalan. Penyelidikan tentang kecelakaan Subaki dan istrinya mendapat bukti. Ternyata dua Minggu sebelum kecelakaan terjadi, sopir pribadinya itu baru masuk kerja. Dia menjadi sopir pengganti sementara karena sopir sebelumnya sedang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Dan sopir itu adalah sopir perusahaan atas rekomendasi Arga Danu, teman bisnis Candra. Sekarang semua sudah jelas titik terangnya.


"Kerjamu cekatan juga Rehan." ujar Arbre pada Rehan di ruangan kerjanya. Rehan memberikan amplop coklat besar berisi berkas bukti-bukti kejahatan Candra dan orang yang ikut andil dalam kecelakaan itu.


"Terimakasih atas kepuasan anda pak." ucap Rehan sambil membungkuk.


"Selama ini keselamatan Velicia juga terjamin karena ada kamu." kata Arbre lagi.


"Terimakasih pak atas kepercayaannya." Rehan sekali lagi membungkuk, kini sambil tersenyum bangga.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.

__ADS_1


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


__ADS_2