
selamat tahun baru.. yeayy ππ π
...----------------...
Hari di mana Candra akan kembali bertolak ke tanah kelahirannya pun tiba. Seperti yang diinformasikan oleh Willy, laki-laki itu benar-benar berangkat hari ini.
Setelah kepergian Candra, Angel memulai aksinya, dengan rencana pertamanya dia harus bisa menemukan penghubung pesan untuk sahabatnya, Velicia.
Seperti yang Willy katakan bahwa dia sekarang berada di negara yang sama dengan berdirinya perusahaan orang tua suami sahabatnya, dan tujuannya adalah perusahaan tersebut.
Berkat ketenaran Danbi corporation ia tak perlu susah payah untuk menemukan letak perusahaan besar itu, apalagi Willy juga ikut mengawalnya.
Meski gerakannya terbatas karena diawasi oleh Candra tapi dia juga tidak kurang akal. Dia menyuap sopir kediaman Candra untuk tidak memberitahukan kepada tuannya itu jika Angel sekarang berkunjung ke perusahaan Danbi. Sang sopir melirik ke arah samping tempat dimana Willy duduk bersebelahan dengannya untuk memastikan apakah tidak apa-apa jika sopir itu menerimanya, Willy menjawab pertanyaan sopir dengan mengangguk. Sang sopir pun mengerti lalu menerima uang yang Angel berikan.
Orang asing tak seabdi dan sesetia itu dengan atasannya. Yang mereka tahu yang membayar lebih adalah yang dianggap tuan.
Setelah transaksi itu dengan cepat sang sopir membawa Angel pergi ke perusahaan Danbi corporation.
"Good afternoon. I have appointment with Mr. Armana Agustino. Can you inform to him please?" kata Angel kepada resepsionis setelah sampai perusahaan Danbi.
Dia juga merasa was-was jika saja permintaannya ditolak karena dia tidak membuat janji terlebih dahulu sebelumnya.
"Good afternoon Miss. May i know who i'm speaking with?" tanya sang resepsionis.
"Said it's from his best friend son Arman, Angel." jawab Angel.
"Alright. Wait a moment please." kata resepsionis sambil tersenyum lalu menghubungi ruang kerja Agustino dan menyampaikan pesan yang dimaksud dari Angel.
"Mr. Agustino said yes. Please follow my friend to his room." kata sang resepsionis.
"Thank you so much." jawab Angel tersenyum lebar bahagia.
Setelahnya seorang pegawai laki-laki mengantar Angel menuju ruang CEO, Angel dipertemukan dengan ajudan Agustino di luar ruangan. Ajudan tersebut lalu mengetuk pintu dan mengatakan jika Angel telah sampai. Lalu Angel pun dipersilahkan untuk masuk.
"Thank you very much" ucap Angel pada ajudan Agustino yang menunggu di luar pintu.
__ADS_1
Angel lalu masuk dan dilihatnya Agustino sedang berdiri di dekat kursi meja tamunya, ternyata Agustino juga sudah menunggunya.
Menghampiri laki-laki tua itu yang ternyata sudah kembali berkerja setelah istirahat panjangnya karena sering terkena serangan jantung. Bukan sebagai pekerja aktif, hanya sekedar membantu-bantu pekerjaan putra sulungnya yang dirasa ringan olehnya. Karena Regan sudah melarang Agustino untuk aktif bekerja.
Pria tua itu kini sudah terlihat sangat sehat karena tak lagi sering memikirkan putra bungsunya. Apalagi dia juga sering mendengar kabar bahwa Rehan Armana sekarang tak lagi berbuat macam-macam yang bisa menimbulkan ancaman dan hal berbahaya untuk dirinya sendiri.
Bersimpuh Angel berkata, "terima kasih pak Agustino sudah mau menerima kehadiran saya tanpa ragu. Saya membutuhkan bantuan anda saat ini. Saya mohon anda mau membantu saya." kata Angel sambil membungkuk dalam.
Agustino yang merasa kebingungan dengan sikap Angel, dia lalu beranjak dari tempatnya berdiri dan mengajak Angel untuk duduk.
"Jangan seperti ini Nona. Berdirilah dan duduk." kata pak tua itu. Angel menurut, ia lalu berdiri dan kemudian duduk.
"Terimakasih pak Agus." kata Angel sambil menganggukkan kepala lalu mengikuti Agustino untuk duduk.
Agustino sepertinya sudah tahu jika maksud kedatangan Angel ada hal tertentu hingga memakai nama Arman putranya untuk bertemu dengannya.
"Apa yang ingin nona sampaikan?" tanya Agus yang kembali duduk di kursinya.
Dengan segera Angel menjawab "Candra berencana menguasai saham perusahaan Aditama dan menjadi CEO nya. Target sebelumnya adalah perusahaan Armana yang dulunya adalah perusahaan Arbre. Anda pasti tahu betul kan kisahnya. Hingga saya pun mendengar kabarnya jika putra bapak, Arman, terakhir kali berurusan dengan Candra hingga membuatnya terbaring lemah di rumah sakit." tutur Angel yang diangguki benar oleh Agustino.
Setelah itu Angel lalu menceritakan rencana Candra untuk menguasai saham perusahaan Aditama yang pernah tak sengaja ia dengar yaitu dengan menyogok dan menjanjikan jabatan tinggi dan hasil yang lebih besar kepada para direktur dan investor yang mau bekerjasama dengannya.
Angel bercerita mulai dari awal kecelakaan yang menimpa keluarga Andra dan setelahnya Candra menjadi pemimpin sementara perusahaan Aditama. Dari situlah rencana menyogok itu ia lakukan.
Dan jika nanti Candra telah menjadi CEO Aditama, selanjutnya adalah menjatuhkan perusahaan Armana dan mengakuisisinya. Karena hanya Armana yang mau memberikan bantuannya saat perusahaan Aditama mengalami kesulitan setelah kehilangan pemegangnya.
Kali ini Candra tak main-main dengan rencananya, sebab Willy selalu memberitahunya bagaimana pergerakan Candra selama menggantikan posisi sementara kakaknya yang sudah meninggal.
Agustino mendengarkan dengan seksama semua cerita Angel. Dia mengerti sekali tentang taktik seperti yang akan dilakukan Candra. Sedikit mencubit hatinya, lagi-lagi putra bungsunya itu akan berurusan lagi dengan orang yang tak segan bermain dengan nyawa.
"Jadi saya mohon kepada bapak untuk menyampaikan pesan saya tersebut kepada teman baik saya." mohon Angel setelah mengakhiri ceritanya.
Ia juga bercerita jika sekarang Angel tak memiliki akses sama sekali untuk menghubungi Velicia. Pun ada Willy yang bisa disebut berkhianat kepada Candra, namun laki-laki itu juga berhati-hati dalam pergerakannya. Tidak mungkin ia terang-terangan menghubungi Velicia untuk Angel meski ia bisa melakukannya. Ia tahu batasannya agar masih bisa selamat.
"Iya saya mengerti dan paham akan situasinya sekarang. Saya akan beritahukan kepada Arman untuk berhati-hati dan menyiapkan diri untuk menghadapi Candra." kata Agustino meyakinkan agar Angel merasa tenang. Agustino tahu jika Angel mengkhawatirkan keponakannya juga mengkhawatirkan Velicia dan Armana.
__ADS_1
"Terima kasih banyak pak Agustino, terima kasih banyak. Terima kasih juga sudah mau mendengarkan saya." ucap Angel yang di angguki oleh Agustino dengan senyum ramahnya.
"Kalau begitu saya undur diri." kata Angel kemudian. Karena ia juga tak bisa lama-lama. Sebab bawahan Candra tak hanya sang sopir tapi juga pelayan lain yang berada di kediamannya.
Agus kembali mengangguk dengan kemudian mengantarnya sampai keluar ruangannya. "Hati-hati Nona." pesan Agustino.
Angel pun tersenyum seraya mengangguk.
Setelah Angel pamit untuk pergi Agustino segera menghubungi Regan yang berada di ruangannya.
Sebelum memberitahukan kepada Armana apa yang Angel ceritakan barusan, ia akan berdiskusi terlebih dulu dengan Regan. Setelah Agustino berdiskusi dengan Regan, mereka pun akhirnya menyampaikan pesan yang diceritakan oleh Angel secara keseluruhan tadi.
Arman pun sudah paham setelah menangkap cerita dari Agustino dan Regan. Dia tahu akan situasinya sekarang, dia lalu bercerita kepada Velicia dan berencana untuk melakukan kerjasama dengan Rain.
Regan pun juga menawarkan jasa bantuan jika Arman butuh bantuan sang kakak. Namun Armana menolak karena sekarang ini dia sudah tua, sudah cukup usianya untuk menghadapi segala sesuatu oleh dirinya sendiri. Dia tak ingin terus terusan merepotkan sang kakak. Apalagi janji terakhirnya adalah dia akan bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi keputusannya.
Dan mulai terjadilah penangkapan Candra dengan kerjasama antara Rain dan Armana yang dibantu oleh Pak Teguh dalam sebuah pesta.
Pesta hanyalah kamuflase yang memang kedua kubu tersebut sudah tahu tujuan masing-masing, dihancurkan dan menghancurkan.
Tak peduli dengan para tamu yang hadir di sana nanti nasibnya bagaimana, berbeda dengan Arman yang sudah matang dengan persiapannya hingga bisa melakukan evakuasi untuk para tamu. Hingga akhirnya, tentulah Rain dan sekutunya yang memenangi perseteruan malam itu.
...----------------...
halo semua para readers ku π€ ini episode terakhir untuk side story gadis umpan milik bos ya. setelah ini author akan break sementara untuk menulis lagi episode ekstra story-nya. sementara sambil menunggu kalian bisa baca karya ku yang satu lagi ya. terima kasih untuk kesetiaan kalian.
jangan lupa sajennya biar author semangat ngetik tengah malem π
...----------------...
πΎπΎ
hola readers π
Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih ππ. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih ππ.
__ADS_1