GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 93


__ADS_3

hola readers.. karya ini aku ikutkan dua perlombaan ya. buat kalian yang baca karya ku tolong kasih vote like dan komennya untuk semangat author. terima kasih πŸ™


...- - - - - - - - - - -...


Setelah kepergian Candra, Rehan menghampiri Velicia. Dia tahu apa yang terjadi dengan istrinya yang sedang mematung itu. Di angkatnya dagu sang istri dan di tatap dengan nanar, "maaf, pasti sudah lama." ucapnya.


Tidak mungkin dia menanyakan kepada sang istri apakah dirinya baik-baik saja sedangkan terlihat jelas olehnya bahwa Velicia sendiri dalam keadaan menangis. Dia meminta maaf, karena datang terlalu lama dan terlambat untuk membuat Velicia dan Candra agar tak bertemu dan beradu pandang yang menyebabkan istrinya menangis seperti sekarang.


Rehan melepas jasnya lalu memakaikannya ke tubuh sang istri, karena sekarang kondisi tubuh Velicia sangat dingin. Tentu saja shock, menghadapi seorang Candra sendirian. Kemudian ia menuntun sang istri untuk pergi dari lantai itu.


Tanpa mereka tahu seseorang dari balik pintu mendengar semua percakapan dua orang sebelumnya. Fariska yang hendak menutup pintu dengan rapat tertahan karena mendengar suara khas adik iparnya itu. Hingga semua percakapan Candra dengan Velicia terekam jelas di telinga dan handphonenya.


Dia yang tadinya ingin mengirim pesan kepada suaminya malah di kagetkan dengan fakta lain yang mengejutkan hingga dengan spontan ia menekan tombol rekam video yang layar handphonenya menunjukkan kakinya sedang berdiri di belakang pintu kamar namun suara yang terekam adalah suara percakapan dua orang lainnya, yaitu Candra dan Velicia.


...* * *...


"Sudah merasa lebih baik?" tanya Rehan mengelus pundak sang istri setelah sebelumnya memberikan minum kepada istrinya.


Velicia masih terdiam. Kata-kata yang keluar dari mulut Candra itu sangat menusuk bagaikan duri hingga membuatnya terus teringat, dia merasa sangat di hina. Mungkin jika saat ini dia bukanlah istri dari Rehan Armana orang itu pasti akan berbuat lebih dari hanya mengeluarkan omongan yang menyakitkan.


"Sudah, jangan terlalu di pikirkan jika kau tak mau bercerita semuanya kepada ku." ucap Rehan lembut dengan masih setia duduk di samping Velicia.


Kini mereka sudah berada di rumahnya, apartemen GRIYA CEREMAI. Rehan meminta izin pulang duluan kepada semua tamu yang ada di sana sebelumnya dengan alasan istrinya sedang tidak enak badan, mendadak merasa sakit.


"Apa aku terlihat seperti sedang menjual diriku padamu? Atau ayah yang terlihat seperti menjual perusahaannya dan diriku padamu?" tanya Velicia tanpa menatap wajah sang suami.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Siapa yang berkata seperti itu? Apa orang itu? Candra?" nada tanya Rehan semakin meninggi hingga terdengar geraman di bagian akhir kalimat.


"Sial!"


Candra itu tidak akan benar-benar melepaskan meski sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi antara perusahaan Aditama dan perusahaan mantan ayah mertuanya itu.


Rehan mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan. "Hei, lihat aku." tangannya membingkai wajah sang istri hingga membuat mereka saling bertatapan.


"Apa aku terlihat seperti seorang yang sedang membeli perusahaan dan dirimu dari ayahmu? Sudah ku tekankan sebelumnya, kau adalah satu-satunya wanita yang aku bawa untuk memohon restu ku kepada ayah. Dan itu masih tidak cukup untuk meyakinkan mu dengan bagaimana sifat ayahku?"


"Jangan pedulikan omongan orang itu. Dia sudah tidak ada kaitannya dengan kita. Aku mengundangnya ke sana tadi karena menghormati bahwa ayah mu dan perusahaannya pernah bekerjasama. Bukan aku bermaksud untuk membuat mu terluka begini."


"Maaf, lain kali jika ada pertemuan yang berkaitan dengan dirinya aku tidak akan mengajak mu serta."


Velicia, dia merasa sudah lega, dadanya tak lagi sesak dan hatinya tak lagi sesakit saat ia berhadapan dengan Candra tadi.


Rehan, meski jarang bicara dan berbicara seadanya tapi dia penuh perhatian. Kurang jelas bagaimana perhatian Rehan kepadanya dan kurang baik apalagi Rehan yang sudah mau dengan senang hati menolong dia dan ayahnya. Kenapa dia mesti merasa terhina jika dirinya saja diistimewakan oleh suaminya sendiri. Memang benar, jika perempuan akan menjadi seperti ratu bila berada di tangan laki-laki yang tepat.


"Sudah selesai?" tanya Rehan yang kini sudah tak lagi mendengar isakan Velicia.


Velicia melepaskan diri dari pelukan sang suami, dia menyeka sisa air matanya dan sedikit ingus yang ikut keluar.


Velicia mengangguk, "maaf jadi kotor." ucapnya dengan sedikit tersenyum. Malu, karena kemeja dan rompi Rehan basah penuh dengan bekas air matanya dan sedikit ingus juga makeup yang ikut luntur.


Dia lalu tertawa kecil, merasa konyol dan malu. Rehan ikut tertawa melihat istrinya yang sedang tertawa.

__ADS_1


"Begini seharusnya kamu jika di depan suami. Untuk apa menangisi omongan orang lain yang bukan siapa-siapa mu. Memangnya dia yang menafkahi mu." nasehat Rehan. Velicia mengangguk mendengarkan nasehat suaminya itu.


Memang benar apa yang dikatakan Rehan, namun tetap saja namanya perempuan. Apalagi jika bukan menangis kalau merasa sakit hati. Kalau saja dia bisa menonjok sudah di tonjok saja tadi si Candra.


"Rehan.. aku boleh minta di ajari bela diri?" tanya Velicia tiba-tiba yang kini dia merasa jauh lebih tenang.


"Untuk apa?"


Melihat Velicia yang sudah merasa lebih baik Rehan beranjak dari duduknya lalu membuka rompi dan kemejanya. Terlihatlah tubuhnya yang tak begitu kekar namun cukup berisi hingga tercetak kotak-kotak pada otot bagian perut.


"Biar seperti itu." tunjuk Velicia ke arah perut sang suami.


Rehan terkekeh, lucu sekali ucapan istrinya itu. "Tidak akan bisa seperti ini kamu nanti."


"Kenapa? Aku kan juga ingin kuat seperti kamu, kamu kan bisa menjaga ku juga dulu saat jadi bodyguard. Lain kali kalau aku bertemu laki-laki itu aku akan memukulnya dari pada hanya diam dan menangis." ujar Velicia sambil mengepalkan tangannya membentuk sebuah tinju.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2