GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 49 : SIDE STORY


__ADS_3

Sejarah keluarga besar Aditama


Tercipta dari pasangan Wira Aditama dan Ratna Aditama. Lalu lahirlah tiga pilar penerus yaitu Andra Aditama, Candra Aditama dan Rendra Aditama.


Ya setelah sepeninggalan Wira Aditama karena serangan jantung, Ratna menggantikan posisi suaminya sebagai Presdir.


Sebagai seorang singel parent dia dituntut harus bisa bekerja menjadi pemimpin yang kuat di perusahaan maupun di rumah.


Sedang anak-anaknya yang masih terhitung dalam usia sedang membutuhkan kasih sayang dan perhatian orangtua harus berusaha bertahan dan bersikap dewasa untuk semua keadaan.


Apalagi menjadi anggota keluarga yang berpengaruh dan terpandang yang tak luput dari sorotan media dan sorot mata masyarakat.


Andra yang sebagai anak sulung memasuki usia ke -16nya sudah harus menerima pendidikan secara terpisah dari adik-adiknya karena sudah ditetapkan bahwa dia nantinya yang akan menjadi pemimpin utama perusahaan Aditama dan Rumah Besar Aditama.


Sedang Candra yang usianya terpaut 5 tahun dari kakaknya masih harus menjaga adiknya yang masih saja merengek jika terpisah dari saudaranya selepas kepergian ayahnya.


Mereka harus mengalami kurangnya perhatian orangtua secara mendadak setelah kepergian ayahnya yang secara mendadak pula.


Akhirnya Rendra di asuh secara terpisah karena sifatnya yang begitu manja terhadap saudaranya yang lain.


Memang menjadi tekanan mental tersendiri bagi anak dibawah umur yang ditinggalkan orangtuanya.


Candra yang merasa sendirian akhirnya berfikir untuk melakukan kegiatan yang sama seperti kakaknya dengan cara yang berbeda.


Kehidupan yang hanya saling sapa saat bertemu dan berkumpul bersama hanya saat jam makan tiba membuat mereka saling jauh satu sama lain karena rutinitas yang sama berlangsung hingga mereka dewasa.


Entah kapan terakhir mereka bermain bola bertiga sambil tertawa terbahak-bahak bersama, sudah tak ada lagi diingatan mereka.


Sekarang anak sulung keluarga Aditama sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki.


Seiring tumbuh dewasanya mereka semakin terlihat pula potensial dari kepribadian masing-masing.


Membuat Ratna berfikir ini sudah waktunya dia beristirahat dan menyerahkan tanggung jawab yang selama ini dia pikul kepada anak sulungnya yang sudah ia didik secara matang dari dulu.

__ADS_1


Akhirnya posisi Presdir dia lepaskan dan dipindahkan kepada Andra.


Dengan kompetensi yang Andra miliki ia mampu menerima dan membawa perusahaan yang ia pegang menjadi perusahaan terbesar hingga melahirkan anak cabang perusahaan yang sekarang dipimpin oleh Candra.


Sedangkan Rendra menjabat sebagai dewan direksi dan masih bekerja dibawah naungan perusahaan utama Aditama.


Untuk penghargaan atas naiknya Andra sebagai presiden direktur maka di adakan bussines party. Dimana disitu dihadiri oleh kolega, relasi dan para investor yang bekerjasama.


Setelah keputusan Presdir untuk perusahaan Aditama ditetapkan Candra mulai renggang terhadap dua saudaranya. Dia merasa anak pertama adalah orang yang selalu menang dalam urusan bisnis di keluarganya.


...*...


...*...


...*...


Setelah ditetapkan bahwa Presdir dari perusahaan Aditama adalah Andra Aditama lalu seminggu setelahnya diadakan bussines party.


Seperti malam ini, Velicia menjadi partner ayahnya karena ibunya telah meninggal sedang Angel karena ibunya sakit dia menjadi partner pengganti untuk menemani ayahnya.


Candra yang sudah bertekad akan melakukan cara apapun untuk membuat anak perusahaan yang ia pimpin menjadi lebih bersaing dengan perusahaan utama Aditama berencana untuk mengincar perusahaan Arbre yang sama besar dengan perusahaannya dan kini sedang menjalin kerjasama dengannya.


Dia berencana akan membuat putri Arbre Effendi tidur bersamanya dan menyebarkannya ke media agar dia bisa dinikahkan dengan Velicia.


Namun rencananya tidak berjalan sesuai yang diinginkan. Malam itu Velicia dan Angel memakai gaun yang sama dan senada.


Saat mereka sedang duduk untuk beristirahat, Velicia berinisiatif untuk mengambil cemilan agar tidak bosan.


Angel yang sedang duduk sendirian ditawari segelas wine oleh anak buah Candra yang menyamar menjadi pelayan.


"Minumnya Nona." kata pelayan itu sambil menurunkan nampan yang berisi beberapa gelas wine.


Angel lalu mengambil satu gelas dan segera meminumnya. Pelayan itu tersenyum puas setelah memastikan Angel telah meminum gelas wine itu, dia lalu pergi meninggalkan Angel. Dia tidak tahu bahwa dia telah salah target.

__ADS_1


Angel perlahan-lahan merasa pusing, suhu tubuhnya menjadi hangat dan perutnya sedikit mual. Dia lalu berlari menuju toilet takut jika akan muntah disana.


Setelah sampai toilet dia tidak bisa memuntahkan isi perutnya yang dirasa tidak nyaman. Justru kepalanya makin pusing dan badannya menjadi panas. Pandangannya pun mulai kabur.


"Belum juga satu gelas rasanya sudah begini." gumamnya sambil memegangi kepalanya.


Dia yang merasa badannya mulai tak beres lalu berusaha untuk berjalan keluar memberi tahu Velicia dengan langkah yang limbung.


Namun baru saja membuka pintu toilet mulutnya sudah dibekap dan matanya ditutup lalu dibawa pergi oleh segerombolan orang.


Velicia yang telah kembali dengan membawa dua piring kecil berisi makanan terkejut sahabatnya tak ada di tempatnya.


"Tas dan handphonenya juga tidak dibawa." gumamnya.


Dia melihat sekeliling untuk memastikan keberadaan Angel namun tak juga melihatnya.


Dia juga mencoba bertanya kepada orang disekitar tempat duduk mereka namun mereka bilang tidak tahu karena tidak memperhatikan.


Dengan cemas dia lalu mencari ayahnya dan ayah Angel.


"Ayah, Om Subaki, lihat Angel tidak?" Tadi Angel bersama ku tapi sekarang tidak ada. Dia meninggalkan tas dan handphonenya." tanya Velicia sambil menunjukkan tas Angel.


"Aku bertanya sama orang-orang sekitar tempat duduk kami namun mereka bilang tidak tahu." cemas Velicia.


Arbre dan Subaki yang mendengar cerita Velicia saling bertatapan. Mereka tak asing jika akan ada kejadian seperti ini setiap ada pesta oleh perusahaan besar namun tak menyangka jika itu terjadi terhadap mereka.


Dengan segera Arbre mengajak Velicia untuk pulang dan Subaki menelfon anak buahnya untuk mencari Angel.


"Aku akan menyusul mu nanti Subaki." teriak Arbre dari dalam mobil.


Setelah mengantar Velicia pulang Arbre lalu menyusul temannya membantu mencari putrinya.


🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2