GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 124


__ADS_3

Setelah kunjungan orang tua Sisi ke rumah besar Aditama, hubungan Rain dan Armana berubah seperti semula. Di luar rumah dan saat di perusahaan mereka akan bersikap layaknya partner bisnis yang sedang menjalin kerja sama dengan baik dan saat di rumah Arman akan bersikap biasa seperti hari-harinya dulu sebelum adanya Sisi dan kepindahan Rain disana. Bahkan saat ini Arman sudah bersikap layaknya ayah kepada anaknya saat berhadapan dengan Rain.


"Menurutmu, dimana Angel sekarang Arman?" Velicia yang ikut ke kantor perusahaan Arman dan membantu sedikit pekerjaan Arman yang menumpuk bersuara memecahkan keheningan antara fokus kerja mereka.


Arman menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menghela nafas dalam. Ia kemudian teringat akan perkataan pengacaranya dulu setelah vonis hukuman untuk Candra jatuh.


Tiga hari kemudian Angel lalu datang menemui Candra dengan salah satu anggota pengacara yang ia percayakan untuk kasus Candra. Wanita itu meminta tolong kepadanya melalui telepon bagian resepsionis agar Arman mau memberikannya bantuan meminjamkan satu pengacara handalnya kepadanya. Ternyata Angel ingin menyudahi rumah tangganya bersama dengan Candra.


Wibowo, pengacara handal kepercayaan Arman menceritakan semua kejadiannya yang sebelumnya Angel setuju jika Arman boleh mengetahuinya juga. Angel meminta cerai langsung tanpa syarat, tanpa harta gono-gini atau kompensasi lainnya. Ia hanya ingin terbebas dari Candra, itu saja.


Saat itu, setelah Candra menyanggupi permintaan Angel, laki-laki itu juga mengutarakan untuk mengembalikan semua aset milik keluarga Angel termasuk perusahaan dan beberapa rumah milik mendiang Subaki dulu. Membalik namakan atas nama Angel.


Bahkan Candra berucap jika mansion Candra yang berada satu tanah dengan keluarga Aditama yang lain ia serahkan untuk Angel termasuk anak perusahaan yang Candra pimpin. Namun di depan Wibowo wanita itu menolaknya dengan tegas.


"Aku tidak butuh itu semua. Aku sudah tidak peduli dengan harta dunia meski sebagian milik ayahku. Yang ku butuhkan hanya ini." Kata Angel dengan menunjuk ruang kosong yang dibawahnya terdapat nama terang Candra Aditama.


Setelah mengembuskan nafas panjang tanpa menunggu lama Candra membubuhkan tanda tangannya disana dengan Angel sudah lebih dulu membubuhkan miliknya.


Dengan segera Angel meraih berkas yang dibalut map itu lalu menyerahkannya ke pengacaranya yang mendampinginya kala itu. Sebelum ia meninggalkan Candra tanpa pamit, laki-laki yang menyandang status sebagai tahanan itu sempat berucap kata maaf.

__ADS_1


"Maaf. Maaf untuk caraku yang memperlakukan dengan salah meski aku mencintaimu." Kata-kata Candra sempat membuat Angel yang telah memunggunginya berhenti sejenak. Namun seperti tak mau menghiraukan, wanita itu lalu kembali melangkah meninggalkan laki-laki yang sekarang berstatus sebagai mantan suaminya.


Setelah selesai dengan urusannya Angel lalu berterima kasih kepada pengacara kepercayaan Arman dan tak lupa juga berterima kasih kepada Arman melalui pengacaranya itu. Angel berpesan kepada Wibowo agar menyampaikan terima kasihnya juga kepada istri Arman, terima kasih sudah memenuhi janjinya dan maaf juga kepada Arman dan Velicia karena semua bermula dari dirinya. Arman dan Velicia harus ikut terseret dan mengalami hal semua ini, termasuk mendapat ancaman dari Candra dan harus berpisah dengan putrinya.


Angel juga berpesan kepada Wibowo agar menyampaikan kepada Arman tentang kepengurusan perusahaan milik mendiang ayahnya dan milik Candra jika benar laki-laki itu melakukan seperti apa yang ia katakan nanti. Dan akhirnya sekarang, perusahaan milik mendiang Subaki dikelola dibawah tangan Arman sedang anak perusahaan Aditama bekas kepemimpinan Candra diserahkan kembali kepada keluarga Aditama dan yang mengelolanya sekarang adalah Rendra Aditama.


Itulah yang Arman ceritakan kepada Velicia sekarang.


"Aku tidak tahu juga sekarang ia ada dimana. Karena pesan terakhirnya setelah percakapan panjangnya dengan Pak Wibowo adalah agar kita tidak usah mengkhawatirkannya atau mencarinya. Ia merasa sangat bersalah dan malu terhadap kita, begitu katanya." Setelah penjelasan Arman yang panjang ia menghampiri istrinya.


Arman tahu meski tanpa Velicia berucap perempuan itu pasti diam-diam memikirkan sahabatnya. Mungkin Velicia bertanya-tanya kenapa Angel tak menemuinya setelah semua sudah selesai, kemana perginya Angel dan apa kabar keadaannya sekarang.


Merangkai bunga adalah pekerjaan yang menurut semua orang rumit dan melelahkan otak karena harus bisa menyusun dan memadupadankan berbagai rangkaian bunga. Tapi itu menjadi kesenangan untuk menghibur dirinya dengan menyibukkan diri sendiri.


"Saya ingin dua buket anyelir. Tolong satu rangkai dengan tulip putih." Ucap seorang laki-laki yang sedang memesan buket bunga. Suara laki-laki itu membuat Angel terhenti sejenak dari aktivitasnya yang sedang menatap bunga dalam pot kecil sebagai hiasan di atas etalase meja pemesanan bagian bawah.


"Will?" Gumam Angel setelah mendongakkan kepalanya menatap sang pemesan.


"Nyonya." Sapa Willy dengan senyum lebarnya.

__ADS_1


Kata Nyonya membuat Angel salah tingkah saat salah satu rekan kerjanya yang berada di belakangnya yang juga sedang menata buket bunga pajangan menatap ke arahnya dengan tatapan bertanya.


"Ehm.. Angel saja." Kata Angel berdehem untuk mengendalikan keadaan. Willy yang mengerti pun lalu mengoreksi ucapannya dan menyebutkan kembali pesanannya.


"Ingin memakai kartu ucapan?" Tanya Angel menunjukkan kota penyimpanan kertas ucapan yang berada di atas etalase itu kepada Willy.


"Tidak usah. Jam berapa selesai?" Tanya Willy setelah menolak untuk memakai kartu ucapan.


"Tidak lama. Mungkin sekitar lima belas menit." Jawab Angel.


Willy tersenyum dengan menahan tawanya, "maksud saya, jam berapa anda selesai bekerja?" Willy mengoreksi pertanyaannya kembali yang membuat Angel sedikit menganga tak percaya. Namun dengan sigap ia menjawab pertanyaan Willy setelahnya.


"Jam empat nanti." Jawab Angel singkat. Willy mengangguk mengerti.


"Saya akan ambil pesanan saya sebelum jam empat." Ujar Willy dengan kemudian pamit dari toko bunga tersebut.


🐾🐾


Hola readers πŸ‘‹

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


__ADS_2