
"Setelah mengetahui alasanku untuk kesini, beliau kembali mengalami serangan jantung." jawab Regan jujur.
"Dia juga sempat marah-marah dan memaki-maki kepada bocah ini sebelumnya, kenapa tidak mau hidup di sana saja." kata Regan dengan sedikit tersenyum melihat ke arah Arman yang sedang terbaring lemah. Velicia pun juga ikut tersenyum sambil menatap sang suami yang terbaring lemah. Karena ia tahu jika suaminya itu sangat keras kepala.
Akhirnya sebelum satu minggu Regan di sana, Arman sudah sadar dan bisa dipindahkan perawatannya ke rumah sakit terdekat dengan tempat tinggalnya. Juga agar memudahkan Velicia untuk kembali ke rumah jika ada yang diperlukan oleh perempuan itu. Dan lagi ayahnya Arbre, juga bisa menjadi partnernya untuk bergantian menjaga Armana. Meski begitu mereka juga menyewa jasa orang lain untuk menemani mereka berjaga menjaga Armana.
Sebelum benar-benar pergi dari rumah sakit itu, mereka kembali mengucapkan terima kasih kepada para warga yang sudah menolong Arman dan membantu berjaga menemani Velicia dan Arman dari pagi sampai malam secara bergantian.
"Kakak akan pulang besok, mulai sekarang lebih berhati-hatilah dan jaga diri baik-baik. Semakin hari semakin berkembang orang yang menganggap mu sebagai musuh itu. Kalau menetap di sini sudah menjadi keputusan mu, maka bertanggung jawablah untuk keputusan yang kau ambil itu." Nasehat Regan terhadap adiknya saat malam sebelum besoknya ia akan kembali terbang ke negara tempat ia menetap sekarang.
"Iya, aku tahu kak." jawab Arman dengan lemah.
"Aku jujur saja, ayah sedikit jengkel dan kesal terhadap mu karena selalu tak mau menuruti keinginannya. Jadi sepertinya mulai sekarang beliau akan mendiamkan mu dan membiarkan mu menyelesaikan semua masalah mu sendirian." kata Regan mengatakan kejujuran yang pernah Agustino ucapkan karena kejengkelannya kepada putra bungsunya itu.
Armana tersenyum menanggapi perkataan kakaknya itu. Dia sudah tahu pasti sifat ayahnya yang jika anaknya tak mau menuruti keinginannya. Hanya Arman sangat kagum kepada Regan, dia adalah kakak yang sempurna. Selalu menuruti perintah dan keinginan ayahnya, hidup sesuai aturan ayahnya yang memang tidak berdampak buruk padanya. Regan hanya menentukan pilihan hidupnya hanya untuk pernikahannya saja. Belleza adalah pilihannya sendiri.
__ADS_1
Sedang Armana adalah kebalikannya, dia orang yang tak mau hidup sesuai dengan aturan yang ayahnya buat. Meski begitu dia juga tahu batasannya sampai mana harus bertingkah.
Regan, meski tahu jika ayahnya mendiamkan Armana tapi dengan baik hati Regan selalu ada untuk Armana. Karena Regan merasa memiliki keluarga yang utuh setelah ayahnya menikah dengan Natali hingga lahirlah Rehan Armana Agustino sebagai pelengkapnya. Dan dia juga sudah berjanji kepada Natali jika akan menjadi kakak yang baik untuk Rehan Armana.
Akhirnya Regan pun kembali ke tempat ia tinggal sekarang dengan sebelumnya ia juga memberitahukan kepada Armana dan Velicia kondisi Agustino sekarang. Laki-laki tua itu sekarang sering merasa sakit-sakitan, setiap mendapatkan kabar buruk ia akan merasa terguncang dan berujung pada serangan jantung yang akan kambuh kembali.
Sebenarnya Agustino begitu juga karena memikirkan anak bungsunya. Diam-diam ia mengkhawatirkan keadaan dan kehidupan Armana yang sekarang malah memilih untuk menetap di tanah kelahirannya dulu. Ia sangat khawatir karena baginya anak bungsunya itu hanya orang asing yang belum tahu seluk beluk tempat tinggalnya.
Padahal pada kenyataannya Armana yang sudah tinggal beberapa tahun di tanah kelahiran sang ayah malah justru merasa nyaman dan dia bisa melihat banyak peluang usaha yang bisa memajukan perusahaan dan menambah jalannya ranah ekonominya.
Arman paham akan hal yang dikatakan oleh Regan padanya itu. Dia juga berjanji pada kakaknya jika dia sudah benar-benar sehat dan tidak banyak pekerjaan ia akan bertolak ke luar negeri untuk menjenguk sang ayah.
"Huufftt.. belum juga sembuh sudah banyak pikiran." katanya dalam hati. Iya, dia sedang mengeluh sekarang karena setelah memikirkan pekerjaannya yang banyak ia tinggalkan, kepalanya yang sedang sakit jadi tambah berdenyut.
Kabar Armana yang lama tak masuk kerja dan menunda banyak pertemuan bahkan sebagian hanya diwakilkan oleh asisten pribadi dan sekertaris kepercayaannya jadi perbincangan para kalangan bisnis yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaannya. Apalagi sempat beredar kabar bahwa pemilik Armana Corp. utu hilang tanpa kabar beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Setelah mengetahui kabar sebenarnya bahwa Armana mengalami kecelakaan dan sekarang tengah di rawat, banyak rekan-rekan bisnisnya yang akhirnya datang untuk menjenguknya yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Ya, kabar yang Armana minta untuk disampaikan ke khalayak adalah bahwa ia mengalami kecelakaan tak terduga saat akan berlibur ke sebuah tempat terpencil, juga sekalian untuk mencari daerah yang bisa ia targetkan jadi tempat liburan atau destinasi wisata baru.
Begitupun dengan Andra dan Rendra yang datang menjenguk langsung, berbeda dengan Candra yang hanya mengutus sekertaris nya sebagai perwakilan darinya.
"Aku minta maaf atas namanya. Sebagai anggota keluarga apalagi kakaknya, aku juga merasa sangat bersalah." Ujar Andra setelah kepergian Rendra meninggalkan rumah sakit terlebih dahulu.
Tak perlu pura-pura tidak tahu, mereka sama-sama paham maksud dari ucapan Andra. Tak perlu Arman bertanya apa dan siapa yang Andra maksud, begitupun Andra, tak perlu bertanya bagaimana kejadiannya dan siapa yang melakukan semua ini. Karena terlihat dari terbaringnya Arman di ranjang rumah sakit ini sudah menjadi bukti siapa yang berani melakukan semua ini bahkan sampai bermain dengan nyawa saja tak segan.
"Jangan merasa terbebani, bukan kau yang salah." kata Arman pada temannya itu.
Arman tak ingin nanti hubungan pertemanan dan bisnis mereka lantas terputus dan berakhir begitu saja hanya karena ancaman dan kejadian semacam ini. Justru akan percuma jika perjuangannya bertahan menentang Candra selama ini jika kerjasama mereka berakhir begitu saja. Dan pengorbanannya yang sampai berpisah dengan sang putri dan menjadi korbannya sendiri akan sia-sia jika hubungan bisnis dan pertemanannya berakhir begitu saja. Candra pun pasti akan lebih bersorak gembira jika itu sampai terjadi.
πΎπΎ
__ADS_1
hola readers π
Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih ππ. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih ππ.