
Rain menghampiri Sisi yang sedang berbincang dengan para perempuan. Rain meraih tangan Sisi, "ayo berdansa denganku."bisik Rain pada Sisi. Para perempuan yang mendengar bisikan Rain tersenyum.
"Silahkan Nona Sisi."ujar mereka. Sisi yang merasa tersipu lalu tersenyum dan menggenggam tangan Rain. Dia dituntun menuju lantai dansa. Mereka berdansa dengan diiringi musik Slow romantis membuat penikmat pesta terhanyut. Sisi dan Rain saling berpegang tangan dan pinggang bergerak ke kanan dan ke kiri.
Rain meletakkan tangan Sisi agar melingkar di lehernya. Gestur yang membuat Sisi merasa canggung harus menatap wajah Rain dengan sangat dekat.
"Setelah dansa ini selesai jaga dirimu baik-baik."kata Rain dengan berbisik.
"Baiklah."jawab Sisi lirih. Rain lalu merapatkan tangannya yang berada di pinggang Sisi hingga mereka berpelukan. Dia lalu mengatupkan bibirnya ke bibir Sisi dan menciumnya dengan lembut dan kuat.
Sisi sedikit terkejut dengan ciuman Rain yang tiba-tiba. Jantungnya berdegup kencang merasakan kembali manisnya dan kelembutan bibir Rain. Dia lalu menerima dan membalas ciuman Rain. Aksi balasnya itu membuat seluruh aliran darah Rain berdesir tak menentu.
Adegan itu menyita perhatian banyak orang yang hadir di pesta. Tanpa sadar Rain telah menunjukkan kelemahannya pada musuhnya yang sedang menyamar disana.
Ciuman mereka berlangsung lama hingga musik dansa ketiga selesai. Rain lalu melepas ciumannya dan mencium punggung tangan Sisi lalu menuntunnya ke sebuah kursi besar agar Sisi istirahat.
"Duduklah disini. Kau pasti lelah berdiri terus. Aku akan pergi sebentar."ujar Rain lalu meninggalkan Sisi.
Sisi mengangguk dan masih merasakan jantungnya yang berdegup kencang hingga membuat hatinya berdebar. Sisi lalu meminum air yang berada di atas meja di depannya. Setelah minum hatinya sekarang merasa lebih tenang. Dia lalu menyandarkan tubuhnya kekursi sambil memejamkan mata. Tak lama setelah ia merasa dirinya sudah tenang datang seorang perempuan menuju kursinya.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan Candra."ucap perempuan itu.
Sisi yang merasa familier dengan suaranya lalu membuka matanya. Dia terbelalak tak percaya, Ratih yang dulu bekerja di kediaman Aditama dan sudah tak terlihat ataupun terdengar kabarnya kini sedang digandeng oleh Candra dan diantar duduk di kursi di depannya. Candra lalu pergi sambil tersenyum menatap Sisi.
"Perasaan ku tidak enak."kata Sisi dalam hati.
"Apa kabar 'teman pelayan' lama? Ah bukan. Kau sekarang jadi asisten ya?" tanya Ratih dengan nada meledek. Sisi tak menggubris pertanyaannya.
"Kau pandai sekali ya memanjat. Dari seorang pelayan lalu menjadi asisten. Apa kau juga dengar jika ada rumor bahwa kau adalah wanitanya Tuan Rain?"Ratih masih angkuh dengan ucapannya.
Sisi tak ingin kalah hanya dengan sebuah ucapan, "itu karena aku berbakat dan punya daya tarik tinggi jika sampai ada rumor begitu." katanya sambil membusungkan dada memamerkan tubuhnya. Ratih yang melihatnya hanya bisa memicingkan mata sambil tersenyum sinis.
"Apa kau tahu, malam itu aku yang memberi tahu Gunawan bahwa kau yang menjadi partner Tuan Rain hanyalah pelayan di kediaman Aditama. Tak disangka ternyata Tuan Rain cepat sekali mengetahuinya dan dia menyuruh anak buahnya untuk menghajar ku dan membuang ku." kata Ratih mulai bercerita tanpa Sisi minta. Sisi berpura tak peduli dengan meminum air lagi.
"Jadi jangan bangga dulu. Kau kan hanya gadis umpan milik bos mu."Ratih memajukan mukanya pada Sisi.
Sisi menengengkan kepalanya, "Setidaknya ada jaminan aku tetap hidup meski hanya umpan. Berbeda dengan pion yang akan dikorbankan." timpal Sisi dengan sengit. Ratih tak bisa bergeming mendengar perkataan Sisi.
"Kita kan belum tau siapa yang akan jadi korban malam ini."katanya lalu menyandarkan tubuhnya kekursi.
__ADS_1
" 'Pesta' kan belum dimulai." tambahnya dengan senyum licik sambil meminum air di gelas yang ia pegang.
Setelah obrolan mereka yang sengit itu tak lama kejadian janggal mulai terlihat.
Tamu undangan yang secara perlahan tiba-tiba keluar gedung berpamitan untuk pulang meski memang sekarang sudah larut namun seperti sedang digiring oleh seseorang. "Apa mungkin pak Arman?"tanya Sisi dalam hati. Lalu setelah itu konsleting listrik yang menyebabkan lampu gantung memercikkan api.
" 'Pesta' baru akan dimulai." kata Ratih dengan tertawa kecil yang licik.
Sisi sudah tahu jika akan terjadi sesuatu dan dia juga sudah berjaga-jaga dari tadi. Yang membuatnya terkejut adalah tidak ada dalam rencana melibatkan orang-orang luar yang tak bersalah. Dia sekarang merasa was-was jika banyak korban nanti dan sangat waspada dengan apa yang akan dilakukan Ratih yang sedang duduk di depannya saat ini.
Tak lama terdengar suara ledakan dari belakang gedung dan berkobar api dari sana hingga membuat tamu yang masih di dalam gedung ketakutan. Mereka lalu berhamburan keluar gedung dan berteriak menyebutkan, "api.. toloong ada api".
Arman dan beberapa anggota agen rahasia yang sedang menyamar segera membantu mengevakuasi para tamu untuk keluar gedung.
Β
hola readers π
Terimakasih sudah mampir ke karya saya. perkenalkan saya author baru disini dan saya baru berani publish tulisan saya disini. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih ππ. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih ππ.
__ADS_1
enjoy the reading π€ π
πΎπΎ