
Media ramai mengabarkan bahwa mobil yang mereka tumpangi sedang menghadiri kendaraan besar bermuatan kayu yang mengalami rem blong dari arah berlawanan. Sang sopir yang terkejut dan tak bisa mengendalikan mobilnya akhirnya menabrak sebuah pohon karet besar hingga menyebabkan kondisi mobil tersebut ringsek dan sang sopir juga meninggal di tempat.
Di luar negeri.
"Sir, you got a call." kata seorang pelayan laki-laki kepada Candra.
"Who's?" tanya Candra.
"Mister Martin sir." jawabnya.
Candra lalu menerima telepon yang pelayan itu berikan kemudian mengangguk ke pelayan itu memberi tanda untuk meninggalkannya. Pelayan itu pun mengerti, ia menundukkan kepala lalu meninggalkan Candra sendirian.
"Iya Martin?" kata Candra.
"Tuan Rain sudah mulai bekerja. Beliau langsung mengambil alih jabatannya kembali dan akan melakukan rapat dewan direksi. Tidak ada yang berani membantah." kata Martin memberi laporan kepada Bosnya.
"Ah, dia sudah paham situasi ternyata. Aku akan mengatur jadwal pulang." kata Candra lalu panggilan pun dimatikan.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui semuanya? Heh." gumam Candra sambil menyunggingkan sebelah bibirnya dengan kemudian ia tertawa kecil. Ya dia menertawakan keponakannya sendiri.
"Candra. Berhentilah sekarang. Tidak ada habisnya jika kau terus menuruti nafsu mu." kata wanita dengan suara lembut namun tegas.
Candra berjalan mendekat ke arah sumber suara itu. Ia tak menyangka jika Angel sudah berdiri di belakangnya.
__ADS_1
Sejak kapan? Apakah sejak tadi? Berarti dia mendengar apa yang aku bicarakan tadi, pikir Candra. Namun dengan segera ia menghilangkan pertanyaannya sendiri yang tak penting itu menurutnya.
"Kau sudah berani bicara ya sekarang. Apa aku terlalu berbaik hati padamu hingga sampai sekarang kau selalu menyuruhku berhenti?" kata Candra dengan nada tinggi menekan di akhir kalimatnya.
"Angel, aku tidak akan berhenti sebelum perusahaan Aditama menjadi milikku seutuhnya. Dan teman baikmu itu juga harus tahu akibatnya jika masih ingin berlawanan dengan ku." Candra memegang rahang Angel dengan tangan kanannya dan mengusap wajah istrinya itu dengan tangan kirinya.
Angel kini tak lagi menghindari Candra, tak takut ataupun gemetaran karena dia sudah terbiasa dengan perlakuan Candra yang mengintimidasi itu.
Ya, sebelum kejadian kecelakaan yang menimpa mobil yang ditumpangi Andra dan keluarganya Angel masih berada di luar negeri. Candra benar-benar menutup akses untuk Angel agar tak bisa menghubungi sahabatnya atau orang-orang yang ia kenal dekat termasuk keluarga besar Aditama sendiri, hingga Angel tak tahu jika seluruh keluarga Andra mengalami kecelakaan yang berakibat fatal dan itu disebabkan olehnya.
Itu menurut Candra, yang dirinya sendiri sebenarnya juga tidak tahu bahwa sebenarnya Angel mengetahui tentang kecelakaan itu.
Willy, laki-laki yang ditugaskan menjadi pengawal Angel saat perempuan itu dikirim oleh Candra ke luar negeri dan juga bertugas menemani sekaligus mengawasi Angel, diam-diam ia juga merasa kasihan dan iba kepada nyonya nya itu.
Meski tanpa kekurangan atau bisa disebut bergelimang harta, tapi tak pernah nampak kebahagiaan di wajah perempuan yang ia jaga itu. Senyum yang biasa wanita itu terbitkan di depan setiap pelayan meski hanya sekedar pura-pura kini tak lagi nampak. Lenyap, sirna begitu saja setelah wanita itu sampai di luar negeri. Apalagi di sini tak ada satu orang pun yang ia kenal. Hanya Willy yang ia kenal karena laki-laki itu juga yang selalu bertugas menjaga dan mengawal Angel saat di kediaman Candra dulu, namun sekarang wanita itu juga tak menampakkan senyum pura-pura nya kepada pengawal setianya itu.
Angel bagaikan burung dalam sangkar emas.
Tanpa diminta atau harus Angel mengemis memohon, Willy berucap sendiri, menceritakan apa yang sedang terjadi di kediaman Aditama.
Informasi selalu ia berikan kepada wanita itu seraya menemani waktu luang perempuan yang dijaganya atau sambil melayani perempuan itu seperti sambil menuangkan teh hangat untuk Angel. Itulah cara Willy berkomunikasi kepada Angel.
Angel pun hanya diam sambil menyimak atau terkadang juga fokus pada majalah yang ia baca meski sebenarnya ia juga mendengarkan setiap informasi yang Willy berikan. Ia hanya bersikap seolah tak mempedulikan semua informasi itu.
__ADS_1
Angel dalam diamnya sambil menikmati teh yang Willy sajikan ia selalu memikirkan hal yang sama, hal yang selalu membuatnya terus mengingatnya sampai kapanpun.
Selama pernikahannya dengan Candra dia bukanlah lagi Angel yang periang dan mudah tersenyum. Sekarang dia menjadi pribadi yang keras namun juga selalu bersikap anggun karena memang itu tuntutan untuk menjadi pendamping Candra.
Meski telah dinikahi oleh Candra namun dia selalu tidur terpisah dari candra. Hanya malam kejadian saat dia di sentuh Candra yang membuat hidupnya hancur, disitulah pertama dan terakhir dia disentuh. Hingga selanjutnya orangtuanya meninggal dan perusahaan orang tuanya diambil alih oleh Candra. Dari situ dia merasa terpuruk dan berdosa terhadap orangtuanya. Dia selalu mengutuki dirinya sendiri dan bertekad akan membalas dendam akan perbuatan Candra kepada keluarganya bagaimanapun caranya.
"Tuan akan bertolak pulang lusa. Tuan Rain sudah sadar dan kembali bekerja. Dan untungnya kita tinggal di negara dimana Danbi corporation berada." kata Willy menyajikan camilan teman Angel menikmati teh sorenya.
Angel terpaku dengan gerakan menghentikan cangkir tehnya yang hampir akan ia cicipi setelah mendengar kata Danbi corporation. Seolah mendapat angin segar dalam dadanya yang sudah lama sesak, ia tersenyum menyunggingkan sebelah bibirnya lalu kembali menyesap teh hangatnya.
Willy yang melihat ekspresi sang nyonya juga tersenyum tipis.
Tak pernah terpikirkan oleh Angel selama ini jika ia tinggal di negara dimana perusahaan besar milik mertua sahabatnya itu berdiri.
Sudah pasti Willy tahu sejak awal tapi apakah Willy sengaja memberitahukan semua ini? Itulah yang dipikirkan oleh Angel.
Hari di mana Candra akan kembali bertolak ke tanah kelahirannya pun tiba. Seperti yang diinformasikan oleh Willy, laki-laki itu benar-benar berangkat hari ini.
πΎπΎ
hola readers π
Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih ππ. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih ππ.
__ADS_1