GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 58


__ADS_3

Mereka lalu terdiam setelah mendengar keluhan Arbre.


"Lalu saya bisa membantu apa dengan menikahi Nona Velicia?" tanya Rehan mulai merespon.


"Jika kau menikah dengan Velicia, aku minta tolong kepada mu untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan anak perusahaan Aditama yang dipimpin Candra sekarang. Akan aku balikkan atas nama Rehan Armana perusahaan milik Arbre Effendi. Aku meminta perlindungan dari mu, Rehan." kata Arbre memohon dengan sungguh.


Rehan terdiam lama, dia tak bisa langsung membuat keputusan begitu saja. Aku merasa di intimidasi, pikirnya dalam hati.


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Ini bukan masalah kecil yang harus kau sendiri memutuskannya." kata Pak Teguh sambil menepuk pundak Rehan.


"Kau dititipkan oleh ayah mu kepada ku. Meski kau menentang keinginan ayah mu tapi dia masih menyediakan perisai untuk mu." kata Pak Teguh lagi.


Rehan menghembuskan nafas panjang, "saya tidak bisa berjanji apa-apa pada pak Arbre meski ini akan saya pertimbangkan terlebih dulu." kata Rehan.


Arbre mengangguk, hatinya sedikit melega. Meski belum mendapat jawaban iya dari Rehan untuk permintaannya tapi dia berfikir positif akan mendapatkan bantuan dengan cara lain.


Jika harus menjual perusahaan Arbre kepada Danbi corporation sekalipun dia akan lakukan yang terpenting adalah keselamatan Velicia dan dirinya, tekadnya dalam hati.


"Baiklah. Bicarakan ini dengan ayah mu, dan sepertinya ini adalah saatnya kau pulang ke rumah mu." kata Pak Teguh kepada Rehan dengan maksud agar dia mau kembali kepada ayahnya.


"Saya tidak pernah berjanji akan memenuhi permintaan kalian. Saya akan permisi terlebih dahulu. Selamat malam." Rehan berdiri lalu membungkukan badan dan pergi dari ruangan Roy meninggalkan mereka.


Roy tersenyum dengan tertawa kecil melihat situasi ini. Semua orang kembali membisu dalam diam.


"Aah ayolah. Kalian seperti akan menghadapi kiamat saja besok. Jika bocah itu tidak mau biar aku saja yang membuatkan koneksi untuk kalian." kata Roy memecah keheningan.

__ADS_1


Pak Teguh menggerakkan badannya lalu bersandar pada sofa. "Apa yang bisa kau lakukan bocah? Kau kan hanya bisa membeli informasi mahal dan menjual kembali informasi itu kepada kami dengan harga yang lebih tinggi lagi." ucap Pak Teguh.


Roy tertawa kecil cekikikan. Yang Pak Teguh bicarakan memang adalah kenyataannya.


"Tapi kasus yang ada ditangan mu bisa berhasil pun juga berkat bocah sepertiku pak tua." tukas Roy.


"Apa kau punya rencana Roy?" tanya Arbre yang pikirannya masih rumit dengan cara bagaimana agar bisa terlepas dari ikatan Candra.


"Rencana apa?" tanya Roy kembali dengan nada tak mengerti.


"Kau.... Benar-benar menganggap ini lelucon." kata Arbre dengan nada sedikit geram.


Roy kembali tersenyum dengan tawa kecil. "Aku kan hanya berkata untuk membuatkan koneksi bukan mengatur rencana untuk kalian." kata Roy enteng.


...*...


...*...


...*...


Rehan mengendarai mobilnya dengan pikirannya yang entah kemana. Tak pernah terfikir di benaknya untuk menikah apalagi harus memimpin sebuah perusahaan.


Terasa percuma baginya untuk berlari keluar negeri pun karena ayahnya masih saja membayang-bayanginya.


Lalu terlintas di benaknya kejadian dulu saat ayahnya menceritakan tentang kehidupannya.

__ADS_1


Kehidupan seorang Agustino yang besar. Dari hanya seorang karyawan biasa yang bekerja di perusahaan kecil, menikah dengan wanita biasa pula. Tinggal di apartemen kecil yang biaya sewanya kian naik setelah lahirnya Regan Agustino, kakaknya.


Ibu Regan yang sudah tak sanggup hidup kekurangan bersama Agustino lalu meminta berpisah dan tak lama cerai. Yang menyakitkan untuk Agustino adalah sang istri tak mau mengakui Regan sebagai anak dan meninggalkannya bersama dirinya.


Dia yang merasa terhina dan tersakiti sebagai lelaki berusaha bangun dengan memberanikan diri mengembara keluar negeri dengan membawa Regan kecil.


Mulai dari kerja di perusahaan hingga weekend pun dia mengambil kerja paruh waktu. Dan Regan kecil dititipkan ke day care selama dia bekerja. Hingga dia memiliki modal untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil yang bisa membuatnya punya penghasilan tetap, ekonomi yang stabil dan tempat tinggal yang layak.


Semua usahanya itu membuat seorang wanita asing putri dari pemimpin sebuah perusahaan logistik tertarik. Dalam acara bussines party awal mula pertemuan mereka. Meski sudah sering melihat dari acara televisi ataupun majalah bisnis namun dalam pesta itu mereka pertama kali bersapa lalu saling mengenal.


Kemudian mereka menikah, hingga lahirlah dirinya Rehan Armana Agustino. Lalu dia tumbuh dengan kasih sayang yang sempurna dari orang tua dan seorang kakak.


Dan kian lama perusahaan yang Agustino pimpin menjadi perusahaan terbesar di kotanya.


Hingga pada suatu malam saat Rehan ingin menanyakan tentang masalah pekerjaan dia mendengar obrolan orangtuanya mengenai penerus perusahaan Danbi corporation.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2