GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 12


__ADS_3

Keesokan harinya. Dikantor.


"Bagaimana hasilnya?"tanya Rain kepada asisten Coky.


"Saham dan investasi dibekukan dari akun mereka. Kita sudah tidak ada hubungan lagi."jawab asisten Coky.


"Bagus."


Sementara diluar ruangan.


"Asisten Sisi anda selalu memakai setelan tertutup apa tidak gerah. Cuaca sekarang kan sedang panas."tanya Silvi.


"Oh, inikan sudah menjadi peraturan. Seragam untuk asisten pribadi Tuan kan seperti ini."Sisi menjawab ringan. Silvi mengangguk-angguk.


"Asisten Sisi, kira-kira tau tidak kalau pak Presdir sudah punya kekasih atau belum?"tanya Evi dengan nada bergosip.


"Kalau itu saya kurang tahu. Saya kan baru kerja beberapa hari."jawab Sisi.


"Ah benar juga. Haah. Bahkan asisten pribadi saja juga tidak tahu."keluh Evi.


"Hish kau ini. Kan menurut gosip dari karyawan pun juga begitu. Kalau bos itu tidak suka perempuan."kata Silvi.


"Iya juga ya. Apa pak Presdir penyuka sesama jenis. Jangan-jangan Presdir dan asisten Coky di dalam sekarang..."Evi melirik ke Sisi.


"Maaf asisten Sisi, itu hanya asumsi kami. Tolong jangan diberitahukan kepada Presdir ya."Evi memelas.


Sisi tertawa kecil mendengar omongan mereka. "Iya. Anggap saja saya tidak ada."kata Sisi.


"Pft.. imajinasi mereka tinggi sekali."batin Sisi terpingkal-pingkal namun dia hanya memasang muka tersenyum-senyum.


Malam hari.


"Bagaimana Luna?"asisten Coky menghubungi Luna.


"Sudah dibereskan."kata Luna yang berada di dalam sebuah hutan. Dia malam ini bertugas membereskan para pengintai Rumah Besar Aditama.

__ADS_1


"Masih belum diketahui anjing milik siapa mereka."tambah Luna.


"Bagaimana denganmu Sisi?"asisten Coky menghubungi Sisi namun tak ada jawaban.


"Dia melakukan sweeping dengan bersih. Tanpa jejak maupun debu setitik pun."kata Candra kepada ajudannya.


"Dia lebih ahli dari ayahnya. Sayang sekali kejayaannya tak begitu lama. Adikku yang malang."dia memegang patung emas berbentuk elang.


"Informasi lain?"tanyanya.


"Dia menjadikan pelayan sebagai asisten baru. Sebelumnya adalah kematian Gunawan, sekarang aliran dana ke perusahaan Agung dan Indra dibekukan."jawab asisten Candra.


"Dia bergerak lebih cepat dari yang kuduga. Dia ingin melakukan 'pembersihan' dengan terang-terangan."Candra mengambil botol wine.


"Gadis cantik dan berisi itu adalah umpannya. Memang kekuatan wajah tak bisa diragukan."dia tersenyum licik.


"Tapi aku seperti pernah melihat paras merona yang sama dengannya." dia menuang wine ke dalam gelas.


"Sepertinya aku harus menyapa keponakan ku Martin."kata Candra.


"Akan saya atur tuan." kata ajudannya lalu undur diri.


Dia membuang helmnya sembarang dan mengganti bajunya dengan baju tidur. Dia berkaca di depan cermin. Dia memang memiliki tubuh yang bagus. Pinggang ramping dada yang berisi pinggul yang sesak. Bukan salahnya memiliki badan yang bagus ataupun salah Rain yang membelinya untuk dijadikan umpan.


"Siapa yang dia maksud dengan paras yang sama dengan wajahku?"batin Sisi sambil memegang wajahnya.


"Paman dan bibi selama ini juga tak pernah menyinggung tentang orangtuaku. Apa mungkin ada yang mereka sembunyikan dariku?"pikirnya.


Dia melihat smartwatch sebentar lalu meletakkannya kembali. Diambilnya selimut lalu dia beesiap tidur.


Diruang kerja kediaman Aditama


"Paman Candra mengirim undangan makan malam?"Rain merasa aneh.


"Iya tuan."jawab asisten Coky

__ADS_1


"Bagaimana dengan paman Rendra?"


"Tidak ada pergerakan apapun. Sama seperti biasa. Mempersiaga


penjagaannya."


"Atur waktunya."perintah Rain.


"Baik Tuan."Coky mengangguk meninggalkan ruangan.


Hari berikutnya.


"Kau dimana?"Coky menghubungi Sisi.


"Aku di apartemen."jawab Sisi.


"Aku akan kesana."


Tak lama Coky sudah memencet bel pintu apartemen. Sisi mempersilahkan masuk.


"Sabtu malam makan malam dengan paman pertama Tuan Rain."Coky memberikan amplop besar berisi berkas identitas Candra.


"Dia cepat juga geraknya."timpal Sisi.


"Apa kau tau sesuatu?"asisten Coky penasaran.


"Aku dari kediamannya kemarin malam. Dia tau kalau aku adalah umpannya."Sisi menjawab enteng. Asisten Coky terdiam mendengar ucapan Sisi. Dia tidak bisa bersimpati kasihan karena untuk tugas itulah Sisi dibeli oleh Rain.


"Ada yang ditanyakan?" asisten Coky memecah kecanggungan.


"Akan ku pelajari dulu asisten Coky."Sisi membawa berkas ditangannya untuk disimpan.


"Baiklah. Kali ini jaga dirimu baik-baik. Jangan berpakaian berlebihan."pesan asisten Coky lalu beranjak pergi.


Sisi mempelajari berkas tentang Candra Aditama. Tertulis bahwa dia adik pertama Andra Aditama ayah Rain. Setelah kematian Andra, Candra dan Rendra menjadi pengendali sementara perusahaan Aditama hingga membuat saham utama perusahaan Aditama terbagi menjadi dua atas nama mereka. Sehingga para direksi ingin diadakan penentuan pemimpin perusahaan. Beberapa bulan setelah Candra dan Rendra menjabat Rain tersadar dari koma setelah kecelakaan yang melibatkan keluarganya. Rain memulihkan diri dan setelah dinyatakan sembuh total Rain mengambil alih jabatan milik ayahnya sebagai Presdir dan memperbaiki kinerja perusahaan seperti semula. Saham utama berhasil dia ambil kembali secara perlahan hingga membuat hubungannya dengan pamannya sedikit renggang.

__ADS_1


"Drama keluarga kaya"gumam Sisi lalu meletakkan kembali berkas yang ia baca.


🐾🐾


__ADS_2