
"Hati-hati, jangan terlalu jauh ke tengah!" teriak Rehan lalu berlari menghampiri Velicia.
Melihat ombak yang semakin sering menerpa bibir pantai ia berlari menghampiri Velicia yang berjalan semakin ke tengah.
"Sebaiknya kita istirahat dulu." Rehan menggapai tangan Velicia lalu menuntunnya untuk duduk di bawah pohon palm.
Dress bagian bawah Velicia sudah basah terkena deburan ombak saat Velicia berjalan jauh, hampir Rehan mengira jika gadis itu ingin bunuh diri. Mereka lalu duduk terdiam menikmati senja yang hampir redup.
"Aku berharap Rehan mau menikah dengan ku." ucap Velicia berdoa kala senja mulai redup.
Rehan sontak terkejut dan memalingkan wajahnya ke arah gadis di sampingnya. Mata mereka bertemu, karena saat mengucapkan kalimat itu Velicia menatap ke arah Rehan.
Senyum tipis nampak di wajah cantik Velicia, dengan berani dia mendekatkan wajahnya agar lebih dekat dengan Rehan. Detik selanjutnya bibir kecilnya memberanikan diri untuk mencium bibir Rehan, mata Rehan seketika membola karena terkejutnya.
Melihat reaksi Rehan, Velicia memberanikan diri meraih tengkuk Rehan masih mencium sambil memejamkan matanya. Rehan yang terperangah membuka mulutnya, namun justru gadis yang sudah mengalungkan tangannya ke lehernya itu malah semakin dalam menyesap bibir bawahnya.
Meski tak Rehan sengaja, tapi diperlakukan seperti itu menimbulkan reaksi pada tubuhnya.
"Cukup." ucap Rehan lalu melepas pagutan mereka.
Tak ia pungkiri, dia sempat membalas ciuman Velicia setelah merasakan reaksi di tubuhnya. Namun sebelum lebih jauh, dia berkata cukup. Nafas mereka terengah terdengar saling memburu.
Velicia menjatuhkan dirinya di tubuh Rehan, dan keluarlah air mata yang tadi sempat berhenti setelah menikmati indahnya senja.
"Aku akan melakukan..."
"Berhenti. Saya akan menikahi Nona." ucapnya memotong kalimat Velicia.
"Aku akan menikahi mu, jadi berhenti akan melakukan hal bodoh lain." tegas Rehan lalu mendekap tubuh Velicia yang sudah memeluknya dari tadi.
Tangis Velicia semakin menjadi, "Aku tidak ingin dengan laki-laki lain yang belum aku kenal..." isaknya.
"Stt.. sudah, diam. Aku yang akan menikahi mu bukan orang lain." Rehan menenangkan Velicia.
"Terimakasih."
__ADS_1
...* * *...
"Kau sungguh-sungguh?" tanya Arbre meyakinkan.
"Iya."
"Terimakasih Rehan." ucap Arbre.
Malam itu setelah mengantar Velicia pulang dan memastikan gadis itu sudah masuk ke dalam kamarnya, dia menunggu Arbre yang katanya masih keluar dengan Pak Teguh di ruang tamu.
Dia memberikan putusannya malam itu juga. Setelah memberikan keputusan dan berbincang langkah selanjutnya dengan Arbre dia lalu pamit pulang kembali ke apartemennya.
"Astaga. Aku tidak habis pikir dengan gadis itu. Dia memberanikan dirinya.." gumamnya sambil memegangi mengusap bibir bawahnya.
Setelah diingat-ingat baru kali ini dia berciuman lagi, terakhir kali adalah saat dirinya masih punya kekasih di perguruan tinggi. Setelah kerja dia tidak memiliki kekasih karena sibuknya kerja dan tak pernah dekat dengan seorang perempuan karena pengawalan ketat ayahnya yang sangat pemilih dan selektif untuk teman kencannya.
Hingga akhirnya dia tak bisa berdekatan dengan wanita manapun, karena ayahnya takut jika dia hanya di manfaatkan dalam hubungan itu.
"Akhirnya aku harus membuat keputusan secepat ini." gumamnya lagi. Dia lalu mengirim pesan kepada kakaknya mengenai putusannya.
"Apa aku hanya langsung saja membawanya kepada ayah? Apa tidak apa-apa?" Rehan bertanya pada Regan, setelah semalam ia diberi izin akan datang ke kantornya.
"Iya. Harusnya begitu. Perkenalkan dia kepada ayah terlebih dahulu." jawab Regan.
"Bagaimana jika ayah menolak aku akan menikah?"
"Lalu memang ayah akan membiarkan mu lajang seumur hidup?" Regan berhenti terfokus pada pekerjaannya.
"Ajak ayah berbicara berdua dan sampaikan padanya tentang perusahaan yang akan kau dapatkan." saran Regan. Rehan pun mengangguk.
"Mungkin lusa aku akan terbang untuk menemui ayah. Tolong bantu aku untuk segala sesuatunya, kakak." ujar Rehan.
"Iya, tentu saja." jawab Regan.
"Sebelum itu, bawa dia ke rumah. Perkenalkan pada kami terlebih dahulu." sambung Regan.
__ADS_1
"Iya. Terimakasih kakak." Rehan memeluk kakaknya. Regan menerima pelukan sang adik sembari menepuk-nepuk punggung adiknya itu.
Rehan lalu keluar dari gedung perkantoran milik kakaknya itu, sambil mengendarai mobilnya dia menelpon Velicia.
"Iya, nanti sore aku jemput ke rumah."
". . . ."
"Aku sudah berbicara dengan kakak. Aku akan menceritakan rencananya kepada ayah mu." ujar Rehan singkat lalu mematikan panggilannya.
Cara bicaranya kepada Velicia jadi berubah setelah kemarin malam. Yah, dia hanya ingin lebih leluasa dalam berbicara dengan gadisnya itu. Secara tidak langsung sekarang ini mereka bisa dikatakan sebagai pasangan kekasih bukan?
Sesuai dengan janjinya, Rehan datang sore hari ke kediaman Arbre. Arbre sudah di rumah karena sebelumnya Rehan menghubunginya membuat janji akan ada hal yang ingin ia bicarakan.
Sebelum membawa Velicia terbang ke luar negeri untuk menemui sang ayah ia terlebih dahulu meminta izin untuk membawa Velicia menemui kakaknya malam ini. Sebagai perkenalan calon istri kepada anggota keluarganya. Arbre menyetujui dan mengizinkan Rehan membawa Velicia untuk menemui keluarganya.
"Aku akan menyuruh maid untuk mempersiapkan keperluan mu. Sekarang pergilah sebelum hari semakin malam." ujar Arbre yang melihat Velicia turun dari kamarnya dan dengan dandanan yang sudah siap.
Velicia mengangguk tersenyum menyapa Rehan. Demikian pula dengan Rehan.
"Kami berangkat dulu, Tuan. Selamat malam." pamit Rehan.
"Ah iya Rehan, aku lupa. Kau kan sudah membuat putusan mu untuk menikahi Velic, jadi biasakan dari sekarang jangan memanggilku Tuan. Aku bukan klien mu lagi, tapi calon ayah mertua mu." ujar Arbre berpesan pada calon menantunya yang hendak melangkah dari pintu.
Rehan kikuk mendengar ucapan Arbre barusan, bagaimana dia akan memanggilnya nanti, pikirnya.
πΎπΎ
...^^^----------------^^^...
hola readers π
Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih ππ. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih ππ.
enjoy the reading π€ π
__ADS_1