
"Sebenarnya Candra mengincar saya. Dia ingin mewarisi perusahaan ayah saya untuk mendapat sokongan agar bisa mengalahkan Presdir Andra dalam penentuan pemilihan pemimpin di perusahaan Aditama."jelas Velicia. Rain terkejut mendengarnya.
"Tapi sasarannya meleset. Minuman yang diberi obat perangsang itu diminum oleh Angel tanpa sengaja. Anak buah Candra mengira Angel adalah saya. Karena mereka melihat Angel yang kala itu memakai baju yang senada dengan saya. Dan saat Angel keluar dari toilet gedung pesta tersebut dia dibawa oleh anak buah Candra."Velicia menjelaskan kejadian masalalu.
"Candra yang mengetahui bahwa dia salah target tapi harus menikahi Angel karena paksaan dari ibunya. Dia marah pada anak buahnya tapi ayah Angel yang menjadi pelampiasannya. Ayah Angel meninggal dalam sebuah kecelakaan beserta istrinya tak lama beberapa bulan setelah mereka mengumumkan pernikahan."Velicia terdiam sejenak menahan diri agar tak menangis.
Rain membenarkan cerita Velicia. Karena memang setelah kejadian itu neneknya mengumumkan acara pernikahan Candra. Dan menjelaskan bahwa Angel dan Candra sudah melakukan pertunangan dan tidak dimediasikan. Lalu neneknya memberi mahar besar kepada Angel untuk menebus kesalahan anaknya. Candra memang benar-benar seorang biadab yang serakah, hujat Rain dalam hati. Dia menghancurkan banyak orang.
"Angel menceritakan kepada saya semua kejadian itu saat diruang rias pengantin perempuan. Dia menangis di pelukan saya. Dia harus menikahi lelaki yang sudah membunuh orangtuanya dan diancam untuk tetap diam agar dia bisa hidup dengan tenang. Alasan Angel dibiarkan tetap hidup karena seluruh harta milik ayahnya termasuk perusahaannya diwariskan kepadanya. Jadi Candra bisa menjadi pemimpin perusahaan itu setelah menjadi suaminya, meski perusahaan ayah Angel tak sebesar perusahaan ayah saya. Angel adalah korban keserakahan Candra."Velicia terisak menahan tangis.
Arman memegang pundak istrinya dan mengelus punggungnya. Velicia menatap Arman dan memegang tangan suaminya. Dia merasa menjadi kuat dan tegar untuk menceritakan kisah sahabatnya.
"Suami saya ini sebenarnya adalah agen rahasia yang saya minta untuk menyelidiki kejahatan Candra di balik kecelakaan ayah Angel dengan menyamar sebagai asisten saya."ungkap Velicia. Rain sedikit terkejut mendengar Velicia mengungkapkan identitas suaminya.
"Tapi kala itu Candra sangat kuat, dia punya banyak relasi untuk membantunya menutupi perbuatan jahatnya. Bahkan dia coba mengancam ayah saya dengan menggunakan perusahaan hingga ayah saya merasa khawatir karena kala itu ayah sedang menjalin kerjasama dengannya. Meski terkesan mendadak saya lebih baik dinikahkan dengan asisten saya agar tidak ada yang menjadi penghianat dari dalam."jelas Velicia.
__ADS_1
"Setelah menikah ayah menyerahkan perusahaan kepada suami saya. Baru setelah itu kami bisa memutuskan kerjasama dengannya meski harus membayar denda perjanjian yang lumayan besar. Kehidupan kami merasa lebih tenang setelahnya."ungkap Velicia.
"Tapi ternyata Candra tak diam sampai disitu saja. Setelah Velicia melahirkan kami harus mengirim putri kami jauh terpisah dari kami demi keselamatannya. Kami hanya bisa melihatnya setahun sekali. Tapi setelah tahun ke empat dia tahu keberadaan putri kami. Dia menyuruh sebuah mobil mengikuti kami. Tapi saya segera sadar dan tak menuju tempat putri kami disembunyikan. Di tengah perjalanan kami hampir saja kehilangan nyawa karena harus mengahadapi anak buah Candra."Arman membantu Velicia bercerita.
Rain menyimak cerita mereka. Sisi yang sedari tadi diam mendengarkan cerita suami istri itu merasa bergetar hatinya dan teringat akan masa kecilnya dulu. Dia pernah ditemui oleh dua orang asing, saat usia empat tahun dia sudah mulai lupa wajah orang itu.
"Lalu apa tujuan pak Arman sekarang?"tanya Rain dengan hati-hati.
"Saya diam-diam memeriksa kasus kecelakaan keluarga Andra Aditama. Karena saya merasa itu bukanlah murni kecelakaan. Gunawan dan Arga Danu terlibat dalam kasus ini."ujar Arman.
"Bagaimana bapak bisa yakin?"tanya Rain dengan cepat.
Dia menelepon ajudannya. Tak lama ajudannya masuk membawa sebuah koper. Dibukanya dihadapan Rain koper itu dan diperlihatkan kepadanya. Beberapa berkas hasil sadapan Arman tentang percakapan Gunawan dengan Candra sebelum kejadian kecelakaan mobil keluarga Rain.
Rain gemetar tangannya membaca kertas-kertas itu. Dugaannya dari dulu ternyata benar. Setelah dia pulih dari koma, dia menelaah kecelakaan kala itu ada yang ganjal dan menduga jika salah satu pamannya adalah yang menjadi dalang dibalik kecelakaan mobil yang ditumpangi keluarganya. Sungguh biadab sekali kelakuan orang-orang serakah itu, kutuknya dalam hati.
__ADS_1
"Jika diperkenankan, saya akan menjadi penyokong tuan Rain dalam pemilihan CEO perusahaan Aditama nanti. Saya yang akan mengaturnya."ujar Arman.
"Anda juga boleh menyimpan berkas-berkas ini sebagai bukti nanti. Namun dengan syarat saya dilibatkan dalam misi penangkapan Candra." pinta Arman.
"Dari mana bapak bisa tahu saya merencanakan misi untuk Om Candra ?" Rain sedikit terkejut.
"Saya seorang agen rahasia tuan Rain. 'Roy' adalah informan. Siapapun yang berani membayar mahal untuk harganya maka akan mudah."jawab Arman.
"Dan juga saya ingin memenuhi permintaan istri saya untuk membantu temannya. Mohon tuan Rain mau bekerjasama."ucap Arman. Rain lalu mengangguk. Dia akan mempertimbangkan penawaran Arman.
"Akan saya pertimbangkan pak Arman. Saya akan kabari lagi untuk selanjutnya." kata Rain. Velicia tersenyum mendengarnya.
"Mari kita lanjutkan dengan makan malam." kata Arman lalu memberi kode ke pelayan dengan mengericingkan bel.
"Asisten anda sangat cantik ya tuan." tukas Velicia saat mulai akan makan.
__ADS_1
Sisi tersenyum mendengar pujian itu.
πΎπΎ