GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 86


__ADS_3

"Memang sertifikatnya tidak Rehan berikan kepada mu?". Velicia menggeleng pelan.


"Itu urusan kalian."Belleza tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


"Dimana Riska dan Rendi, kenapa lama sekali?" tanya Belleza mengalihkan pembicaraan.


"Entahlah." jawab Velicia dengan menoleh ke arah dapur namun tak dapat melihat dua orang itu karena ruang keluarga jauh dari dapur.


Sedang di dapur satu orang sedang sibuk cuci piring dan yang satu lagi membersihkannya diiringi dengan obrolan-obrolan yang membuat mereka saling lempar senyum.


"Ingin jalan-jalan lain hari jika ada waktu?" tanya Rendi.


"Kau tahu, kau terlihat seperti seorang playboy. Baru hari ini kau mengenalku dan pertama kali bertemu juga, sudah ingin mengajak jalan-jalan lagi." ujar Riska.


"Apa terlihat jelas di wajah ku kalau aku playboy?" tanya Rendi yang tak tahu malu setelah di kata playboy oleh Riska.


"Tentu saja bocah." jawab Riska lalu menggelengkan kepalanya. Heran dia, ada laki-laki yang bangga disebut playboy.


"Yang terpenting aku bukan seorang player." tukas Rendi.


"Astagaaa.." Riska sedikit geram sekarang.


"Ayolah, berikan nomor mu." ucap Rendi merengek seperti seorang anak kecil.


Riska memutar bola matanya jengah, dia mengelapkan tangannya lalu pergi meninggalkan Rendi sendirian di dapur menyusul Velicia dan Belleza. Setelah pekerjaan bagiannya selesai Rendi pun berjalan menyusulnya dari belakang.


...* * *...


"Haah.. jadi sepi lagi." ujar Velicia yang kini sendirian setelah kepergian pengunjung rumahnya tadi.


Setelah selesai mandi dan makan malam kini dirinya tinggal menunggu kedatangan Rehan. Saat hampir terpejam di ruang keluarga handphonenya berbunyi, pesan dari Rehan.


"Jangan menunggu ku, tidur saja duluan." tulis pesannya.


Setelah satu minggu lebih tinggal di sana, Velicia lalui seperti hari-hari saat tinggal di apartemen Rehan dulu. Rehan yang pulang malam dan kadang larut malam.


Sabtu pagi..

__ADS_1


Velicia bangun pagi sekali bermaksud untuk membuat sarapan untuknya dan Rehan. Dia tak melihat Rehan disisinya saat bangun tidur tadi. Saat berjalan melewati ruangan yang terdapat televisi besar itu dia melihat Rehan sedang tertidur telentang dengan laptop di atas badannya.


Velicia lalu menghampirinya, "Apa dia tidak tahu kalau bahaya tidur seperti ini." gumamnya lalu menutup laptop Rehan dan meletakkannya di meja.


"Dia bahkan tidur tanpa selimut." gumamnya lagi.


"Apa dia tidak bekerja ya, sudah jam enam pagi tapi belum bangun." Velicia masih bermonolog sendiri.


Yah karena biasanya Rehan akan bangun pagi buta jika hari dimana dia akan berangkat kerja, tapi hari ini dia masih tidur. Dengan perlahan Velicia mengguncang tubuh Rehan membangunkan suaminya itu. Rehan pun mengerjap perlahan, bangun kemudian memulihkan kesadarannya. Dilihatnya Velicia berjongkok di depannya.


"Kenapa di bawah? Kesini lah." pintanya sambil menepuk kursi agar Velicia duduk di sampingnya.


"Kau ketiduran lagi?" tanya Velicia yang sudah duduk di samping Rehan.


"Emm..." jawab Rehan lalu menengadahkan kepalanya pada sandaran kursi. Matanya masih terlalu berat untuk dibuka, dia masih sangat mengantuk.


"Masih mengantuk? Kau tidur jam berapa tadi?" tanya Velicia.


"Emm.." Rehan mengiyakan. "Entahlah." sambungnya.


"Jahe?" tawar Velicia.


"Boleh."


"Tunggu ya."


Velicia beranjak berjalan ke dapur. Lama menunggu Velicia belum juga kembali, sebelum dia kembali tidur Rehan lebih baik menyusulnya ke dapur.


"Harum." ucapnya saat sudah mengambil duduk di meja kecil dekat dapur. Seperti mini bar. Sudah ada minuman jahe hangat disana, ditambah lemon tentunya.


"Lama ya?" tanya Velicia.


"Maaf ya, aku sekalian buatkan sandwich untuk sarapan." katanya sambil membalikkan roti dalam panggangan yang berisi telur dan beberapa sayuran segar.


"Kau pandai masak?" tanya Rehan setelah menyesap minuman hangatnya.


"Tidak. Hanya beberapa menu ringan yang ku pelajari saat kuliah dulu." jawabnya.

__ADS_1


Ya dia dulu sempat kuliah di luar negeri untuk menamatkan pendidikannya. Dia hidup sendiri di sana jadi dia belajar memasak untuk dia makan sendiri setiap harinya.


Rehan juga seolah baru tersadar kalau setiap pagi hari dia sarapan dengan menu ringan, namun saat makan siang dan malam dia makan di kantor. Jadi dia tidak menyadarinya.


"Kalau mau kau bisa panggil orang untuk memasak dan membantu mu membersihkan rumah." ujar Rehan.


Kini dia juga baru menyadari jika apartemennya selalu bersih dan wangi, dia berpikir apakah Velicia membersihkan sendiri semua ruangan di sini?


"Untuk masak aku ingin belajar dulu dan masak sendiri karena aku juga tidak bekerja. Tapi kalau untuk membersihkan rumah sepertinya aku memang butuh bantuan, tempat ini terlalu luas untuk kebersihan sendiri." ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


"Sudah cuci muka?" Velicia meletakkan piring yang berisi empat potong sandwich.


Rehan menggelengkan kepalanya lalu berjalan menuju wastafel tempat cuci tangan.


Tak ingin repot ke kamarnya yang berada di lantai dua dia mencuci mukanya disana. Velicia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Rehan. Rehan menatapnya lalu tertawa terkekeh.


"Dasar." tukas Velicia.


"Hari ini tidak kerja?" tanya Velicia yang sedang mencuci piring dan peralatan masak yang ia pakai tadi.


"Emm.. aku ingin merapikan tempat kerja ku dulu." ujar Rehan sambil masih menikmati jahe hangatnya.


Ya memang saat pindahan dulu Velicia tidak merapikan barang-barang yang menyangkut pekerjaan Rehan, karena Rehan sendiri yang berpesan untuk dibiarkan. Dia sendiri yang akan merapikan dan menyusunnya.


"Mau di bantu?" tanya Velicia yang sudah selesai dengan pekerjaannya dan mengelap tangannya.


"Boleh. Tunggu sebentar, aku ingin menghabiskan minuman ini." kata Rehan yang masih menikmati jahe hangatnya.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2