GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 61


__ADS_3

"Iya terimakasih Regan." Mereka lalu menutup panggilannya.


Regan lalu menghubungi informan yang handal di kotanya sekarang berada.


Malam hari.


"Jangan mencari ku kakak." tulis pesan yang masuk ke handphone Regan.


Rehan mengirim pesan karena tahu kakaknya yang sangat baik terhadapnya itu akan sibuk menyuruh orang-orang untuk mencarinya. Pesan itu dia tunjukkan sebagai salam perpisahannya.


"Cek nomor ini." perintah Regan kepada anak buahnya.


Anak buahnya pun mengangguk lalu membawa handphone milik Regan pergi.


Setelah lama menunggu anak buahnya kembali ke ruangan Regan.


"Tidak bisa Tuan. Nomornya sudah tidak aktif." kata lelaki itu.


"Haahh." keluhnya.


"Cari hacker terbaik untuk nomor itu." ucap Regan lalu beranjak dari kursinya dan berjalan keluar.


Hari ini dia pulang larut karena sibuk dengan pekerjaannya dan pencariannya kepada adiknya. Kepalanya juga ikut pusing memikirkan adiknya.


Saat dalam perjalanan pulang sopir Regan menerima telepon bahwa sang hacker sudah menemukan keberadaan Rehan.


"Tuan, kata orang kita hacker itu menemukannya." kata sang sopir.


"Dia berada di negara ini. Dan sedang berada di kantor polisi." ucapnya lagi.


Regan tersentak mendengar informasi tersebut. Adiknya di negaranya. Bagaimana dia bisa berfikir untuk kabur kesini, pikirnya sambil tersenyum menyunggingkan bibir sebelahnya.

__ADS_1


Dia menganggap kelakuan adiknya itu lucu. Kabur tetapi masih dalam lingkup orang-orang di sekitarnya. Kenapa tidak ke ujung dunia saja, batinnya.


"Dasar katak dalam tempurung." gumamnya.


"Di kota mana dia?" tanya Regan.


"Di kota ini Tuan." jawab sang sopir.


"Astaga. Mau melucu dia." ujarnya sambil menyungging senyum yang lebih lebar.


"Hubungi polisi yang menanganinya. Suruh dia melepaskannya. Bilang kepadanya jangan beritahu Rehan tentang kita." titah Regan.


"Baik Tuan." jawab sang sopir.


Keesokan paginya Regan memasuki mobil siap untuk berangkat ke kantor.


"Bagaimana hasilnya?" tanyanya kepada sopir pribadinya.


"Lalu bagaimana Pak Teguh membereskannya?" tanyanya lagi.


"Setelah anak buah kami menelpon kantornya. Beliau yang membayar tagihan Tuan Rehan dan Tuan juga dibawa oleh Pak Teguh ke kediamannya." jelas sang sopir lagi.


"Astaga. Dia di tampung oleh orang asing di negara asing. Bagaimana ekspresinya sekarang ya, aku jadi ingin melihatnya." kata Regan sambil tertawa.


"Jika ayah memblokir semua kartu miliknya berarti sekarang dia adalah gembel yang tersesat." ujar Regan lagi dan sekarang tawanya makin menggelegar.


"Rehan.. Rehan.. anak ini." dia menggelengkan kepala menertawai kelakuan adiknya. Sang sopir pun ikut tersenyum mendengar tawa Regan.


"Kita sudah sampai Tuan." ujar sang sopir.


"Baiklah." kata Regan yang tak sadar sudah sampai saja di kantor saat dia sedang menertawakan adiknya.

__ADS_1


"Ayah, aku sudah menemukan Rehan. Dia di kota ini. Biar aku saja yang urus. Ayah tidak perlu repot-repot." ujar Regan menelpon ayahnya setelah sampai ruangan kerjanya.


"Baiklah. Aku titipkan dia padamu." kata Agustino.


"Iya. Ayah tenang saja. Dia bersama orang yang aku kenal. Percayakan pada saya saja. Ayah pura-pura tidak tahu saja." ujar Regan lagi.


"Iya, ayah mengerti." jawab Agustino.


"Pak teguh, tolong jaga adik saya. Saya titipkan kepada anda." ujar Regan lalu menghubungi Pak Teguh.


"Baik Tuan. Percayakan pada saya." jawab Pak Teguh. Dia adalah relasi Regan dari pihak polisi. Meski belum sangat lama Regan tinggal di kota asalnya itu tapi dia sudah memegang siapa saja orang-orang terpenting yang harus dia genggam untuk kelancaran usahanya.


"Oh iya, satu lagi Pak Teguh. Ajarkan dia bahasa negara ini dan beri dia pekerjaan yang pantas untuknya." pesan Regan.


"Ah baiklah Tuan Regan, saya mengerti." jawab Pak Teguh.


"Terimakasih banyak atas kerjasamanya Pak Teguh." ucap Regan.


"Sama-sama Tuan Regan." kata Pak Teguh lalu menutup panggilannya. Pak Teguh lalu menatap Rehan yang masih tertidur di sofa ruang kerjanya.


"Anak ini bukan orang main-main." gumamnya lalu keluar dari ruangan tempatnya bekerja.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2