GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 21


__ADS_3

"Huuh. Aku jadi tak mengantuk lagi."keluh Sisi didalam kamar. Dia merebahkan badannya sambil gulang-guling mencoba untuk tidur.


Sementara di kamar nyonya Ratna.


"Apa dia belum tahu tujuan Rain datang kemari?"tanya nyonya Ratna pada pasangan suami istri dirumah itu.


"Entahlah nyonya. Saya belum sempat menanyakan."jawab Sam.


"Apa perlu saya tanyakan sekarang Nona?"tanya Susan.


"Haah. Tidak perlu. Jangan ganggu Nona itu. Mungkin dia sedang istirahat sekarang."kata Ratna.


"Besok masih ada waktu sebelum malam. Kalian istirahatlah juga."ujar Ratna. Mereka berdua mengangguk lalu meninggalkan kamar nyonya nya.


Sisi menggeliat meregangkan badan. Dilihatnya arah sinar yang menyilaukan matanya dengan segera dia terbangun.


"Sudah siang. Aku harus bekerja!"teriaknya lalu beranjak dari tempat tidur. Saat akan pergi ke kamar mandi dia baru tersadar jika sekarang dia sedang di villa Bougenville.


"Haah. Aku lupa. Karena sering bekerja dibawah tekanan jadi lupa jika hari ini sedang tidak bekerja."ucapnya lesu. Dia lalu masuk kamar mandi. Selesai mandi Sisi lalu keluar.


Dilihatnya bibi Susan sedang mendorong kursi roda nyonya Ratna. Sedang paman Sam sedang mencuci mobil Rain yang mereka tumpangi kemarin.


"Paman aku bantu mencuci mobilnya."kata Sisi yang menghampiri Sam.


"Ah jangan Nona. Ini pekerjaan laki-laki."ujar Sam.


"Apanya yang pekerjaan laki-laki paman. Aku sering melakukannya saat dirumah bos."kata Sisi. Rain yang baru keluar mendengar ucapan Sisi tersenyum kecil.


"Sam tolong ambilkan pakan burung. Aku ingin memberinya makan."perintah Ratna.

__ADS_1


"Baik nyonya."kata Sam lalu meninggalkan Sisi dengan kran air yang masih menyala.


"Sudah habis ternyata Susan."gumam nyonya Ratna seraya melihat kandang burung.


"Iya benar nyonya."kata Susan.


"Paman. Tolong selangnya, dibagian belakang sudah selesai."pinta Sisi. Rain yang melihat mendekati selang air lalu memberikannya pada Sisi .


"Ini."katanya sambil tersenyum jahil.


"Aahh. Tuan."Sisi terkejut karena selang air tersebut mengenai badannya dan membuat bajunya basah.


"Hei ingat. Disini kau jangan bilang seperti apa pekerjaamu disana dan jangan terlalu memperlihatkannya disini." kata Rain sambil membasahi badan Sisi dengan selang air.


"Aah hentikan. Saya mengerti." kata Sisi. Rain lalu menghentikan kejahilannya.


"Hei hentikan. Apa kau sudah berani?!"teriak Rain.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"suara Sam mengagetkan mereka.


"Tuan Nona, apa kalian sedang bermain air? Lihat baju kalian sama-sama basah."tanya Sam.


"Ah bukan begitu paman.."Sisi coba menjelaskan.


"Aah sudahlah. Kau jadi membuat ku basah." sela Rain yang merasa malu. Rain lalu pergi ke kamarnya untuk mengganti baju.


"Nona sebaiknya anda ganti baju."ujar Sam.


"Ah baik paman. Saya permisi dulu. Maaf jadi mengacau."Sisi membungkukan badan dan meninggalkan paman Sam. Sam yang melihat tingkah mereka menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat malam hari.


Ratna yang sedang didorong kursi rodanya oleh Susan melihat Rain masuk ke kamar dengan membawa beberapa botol wine dari gudang.


"Nyonya.."ucap Susan.


"Iya aku lihat. Dia mencoba membuat dirinya tak sadar."Ratna mengepalkan tangannya.


Susan mengusap tangan nyonyanya "tenang nyonya. Kami ada disini akan menemani".


Ratna teringat pada Sisi, "Sisi. Apa gadis itu sudah kau kasih tau?"


"Astaga. Maafkan atas kecerobohan saya nyonya."ucap Susan.


"Astaga Susan. Bagaimana jika dia syok dan terkejut. Ayo bawa aku kesana." kata Ratna meminta didorong menuju kamar Sisi.


Sementara itu di kamar Sisi.


"Iya asisten Coky? Iya saya bersama Tuan Rain."Sisi menerima telepon dari Coky.


"Aku lupa belum menceritakan ini kepada mu. Tuan Rain mengalami trauma setelah kejadian kecelakaan itu. Setiap malam tanggal 25 bulan 10 dia akan mengalami ketakutan akut. Karena sedih, kehilangan dan marah itu menyebabkan jiwanya terganggu dan membuatnya mengamuk saat malam itu tiba. Aku berpesan agar kau tidak mendekati dia apapun yang terjadi."jelas Coky dari telepon. Sisi terdiam lama, antara syok dan bingung.


"Sisi? Kau dengar."suara Coky menyadarkannya.


"Ah iya saya paham asisten Coky."jawab Sisi.


"Baiklah aku tutup dulu. Jaga dirimu." pesan Coky. Panggilan telepon pun lalu mati.


🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2