GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 96


__ADS_3

"Horee.. Ayah nanti telepon Om Rendra ya, ingin minta oleh-oleh juga." seru Rain lalu meminta lebih kepada sang ayah.


"Iya sayang, nanti kita telepon Om Rendra." jawab Andra. Semua orang geleng-geleng melihat tingkah Rain yang menggemaskan itu.


"Anak-anak." gumam Ratna sang nenek menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucu pertamanya.


Kini Andra dan Candra sedang dalam perbincangan dengan nyonya besar rumah itu, sang ibu Ratna Aditama. Sedangkan Fariska dan Angel berada di kamar membantu Rain yang tak sabar ingin membuka hadiah utamanya. Hadiah dari keluarga inti Aditama yang selalu ia tunggu-tunggu setiap akan merayakan ulang tahun.


"Waah kapal besar!" seru Rain yang membuka hadiah pertamanya, pemberian dari Candra adalah yang ia buka lebih dulu karena bungkusnya terlihat besar. Dia bertepuk tangan asyik kegirangan.


Kemudian yang kedua hadiah dari Angel, "baju super hero! yeayy..!" serunya lalu berdiri kemudian lari berkeliling memantas baju hadiah dari sang Tante.


Yang selanjutnya adalah hadiah dari neneknya. "Ibu, nenek memberi hadiah Gundam! Astaga ini keluaran terbaru!" serunya lagi bersorak riang.


Fariska dan Angel hanya bisa tertawa lebar melihat kehebohan sendiri yang dilakukan oleh Rain. Anak itu selalu terlihat sangat bahagia dan tak sabaran jika ingin membuka hadiah pemberian dari keluarganya setiap acara ulang tahunnya akan diadakan.


"Nah, simpan dulu hadiahnya. Lalu bereskan sampah kertasnya dan buang ke tempat sampah." ujar Fariska pada Rain, lalu anak itu pun menurut dengan perintah sang ibu.


"Kita lihat tempat untuk pestanya besok yuk." ajak Fariska pada Rain dan juga Angel setelah Rain selesai melakukan apa yang diperintahkan nya.


"Ayo!" sahut Angel dan Rain bersamaan dengan semangat. Mereka lalu bergandengan tangan berjalan menuju ruang besar yang biasa keluarga itu pakai untuk mengadakan acara.


Mereka kini berada di ruangan besar seukuran ballroom.


"Waah dekorasinya terlihat mewah, meski begitu hiasan khas anak-anak sangat mendominasi ya kak." ungkapan kagum dari Angel setelah melihat aula besar itu disulap sedemikian rupa.


"Iya, yang terbaik untuknya di tahun ini." sahut Fariska.


Rain kini sudah berjalan-jalan terkadang berlari-lari kecil melihat-lihat dekorasi ulang tahun untuknya. Mulai dari kursi tamu, stand makanan, tempat souvernir dan menerima tamu ia kelilingi.

__ADS_1


"Kamu tidak berencana untuk memiliki anak sekarang ini?" tanya Fariska untuk basa-basi. Pasalnya dia sudah tahu sedikitnya gambaran tentang rumah tangga Angel dan Candra.


Fariska dan Angel kini sedang duduk di kursi di atas panggung kecil yang di buat agar nanti pasangan suami istri dan anak yang sedang berulang tahun itu terlihat oleh semua tamu yang hadir saat mereka melakukan tiup lilin dan potong kue.


Senyum Angel yang tadinya lebar kini tertahan menjadi tipis. Wajahnya lalu tertunduk. Ia bingung ingin menjawab bagaimana pertanyaan kakak iparnya, apakah ia harus menceritakan kebenarannya.


"Kenapa? Apa ada masalah?" pancing Fariska. Tangannya meraih jemari adik iparnya, memberi kesan agar Angel tenang.


Dengan sentuhan itu Angel merasa terharu. Sudah lama, sangat lama rasanya menurut perasaannya, ia tak merasakan saluran energi sebagai kekuatan untuknya. Mulai dari sentuhan tangan, pelukan, dan usapan punggung. Itu semua biasa ia rasakan dari sang ayah dan sahabatnya Velicia, dulu. Sebelum ia menikah dengan Candra.


Angel kini tak bisa lagi berpura-pura tegar, air matanya luruh berlinang. "Kakak.. " ucapnya lirih lalu perlahan mengangkat pandangannya menatap kakak iparnya.


Fariska yang langsung mengerti membawa Angel kepada pelukannya. Ia tahu rasanya hati Angel saat ini. Butuh seseorang untuk memberitahukan kepadanya kalau dia harus kuat dan ada orang yang peduli kepadanya.


Ia membiarkan sang adik ipar menangis puas di pelukannya.


"Sudah? Sekarang bercerita lah dengan puas. Suami mu akan ada pembicaraan yang lama bersama ibu dan kakaknya." kata Fariska yang kini sudah melepaskan pelukannya.


"Jadi.. kakak sudah tahu?"


"Sedikitnya." Fariska lalu menunjukkan video yang ia rekam malam itu kepada Angel.


Kini Angel semakin terisak, ternyata dia tidak sendiri. Sahabatnya masih tetap peduli terhadapnya meski kini mereka tidak bisa saling menghubungi. Dan Velicia melakukan keinginannya untuk menyelidiki tentang kematian ayahnya.


Setelah melihat video itu Angel kemudian menceritakan keseluruhannya terhadap Fariska. Fariska geleng-geleng tak percaya dengan apa yang ia dengar, dia tidak menyangka Candra bisa sekejam itu. Melakukan penjebakan alias rencana pemerkosaan dan juga rencana pembunuhan.


Jika kepada orang lain saja dia bisa melakukannya bagaimana dengan dirinya dan keluarganya, kepada kakaknya Andra yang juga suaminya.


"Tenanglah, kakak akan usahakan agar ada seseorang yang bisa untuk saling mengirim kabar di mansion Candra. Kakak mohon jaga dirimu baik-baik dan tetaplah hidup lebih lama. Kakak mohon bertahanlah meski berat untuk mu."

__ADS_1


Kali ini Fariska yang menangis sambil menggenggam tangan Angel, ia ingin menyalurkan kekuatan lebih untuk Angel. Namun nyatanya kini malah keduanya terisak.


"Ibu dan Tante kenapa menangis? Apa ulang tahun Rain akan di batalkan?" Tanya Rain yang mendengar suara isakan kedua perempuan itu, ia menghampiri ibu dan juga tantenya. Fariska dan Angel lalu tersadar jika mereka berdua kini sedang larut dalam kesedihan. Untung saja ada Rain yang menyadarkan, jika tidak mereka pasti akan lama dalam kesedihan mereka.


"Tidak sayang, Ibu dan Tante menangis karena bahagia Rain setiap tahun mengadakan acara ulang tahun. Sedang dulu Ibu dan Tante jarang mengadakan acara perayaan ulang tahun saat masih kecil." jelas Fariska kepada putranya sambil mengusap-usap kepala sang anak.


"Oh begitu, kalau begitu Ibu dan Tante jangan bersedih. Besok Ibu dan Tante ikut merayakan ulang tahun bersama Rain, kita tiup lilin bersama-sama." ucap Rain dengan polosnya. Kemudian anak itu mengusap sisa air mata kedua perempuan dewasa itu.


"Dan tiap tahun selama ada Ibu dan Tante, ulang tahun Rain harus selalu di rayakan agar kita bisa merayakan ulang tahun bersama lagi. Jadi Ibu dan Tante tidak bersedih terus setiap tahun." ucap Rain lagi seperti sedang menghibur seseorang.


"Ahahaha.. anak ini. Polos sekali dia. Terima kasih atas ketulusannya pangeran kecil." ucap Fariska kini malah tertawa karena ucapan Rain, begitu pula dengan Angel.


"Hahaha.. you're the hero, son." ucap Angel mengusap pundak Rain.


"Yes I am the hero, I can make you smile again Tante. Don't cry anymore." ucap Rain, lalu mereka pun saling berpelukan.


Keesokan harinya..


Perayaan ulang tahun Rain di adakan dengan sangat meriah. Karena sudah tradisi setiap tahunnya acara itu di adakan. Bentuk kasih sayang dari sang ayah dan suami, karena Andra pernah di ceritakan oleh Fariska bahwa Fariska saat kecil tidak pernah mengadakan acara ulang tahun hingga sampai dia berumur 20 tahun barulah ia bisa merasakannya. Itupun tidak megah, hanya surprise kecil yang diberikan oleh teman-teman kerjanya, namun ia sudah merasa sangat bahagia.


Ya, cerita yang ia ceritakan kepada Rain adalah benar, dan itu adalah masa lalu Fariska.


Dan yang diundang setiap perayaan ulang tahun Rain bukan hanya teman sekolahnya tapi juga anak-anak dari rekan kerja Andra Aditama.


🐾🐾


...----------------...


hola readers πŸ‘‹

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


__ADS_2