GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 29


__ADS_3

Di basecamp.


Luna dan Sisi sedang giat berlatih menembak.


"Tembakkan mu tepat sasaran semua Sisi."ujar Luna. "Semakin ahli saja kau."imbuh Luna yang sedang istirahat. Sisi tersenyum mendengar pujian dari Luna.


"Aku masih ingin terus berlatih. Agar jadi lebih kuat dan tidak terulang lagi kejadian seperti tugas terakhir dulu."kata Sisi. Luna mengingat kejadian di malam mereka menangkap Arga Danu. Sisi dan Coky hampir mati karena anak buah Candra.


"Kau benar. Kita harus lebih kuat."kata Luna. Mereka lalu menembakkan beberapa peluru lagi dan berhenti sejenak.


"Sisi, apa kau takut jika mati?"tanya Luna.


Sisi lalu menatap ke arah Luna, "entahlah."jawab Sisi.


"Setelah kejadian malam itu badan ku gemetaran. Aku hampir saja mati."Sisi melihat kedua tangannya.


"Lalu berpikir lagi. Jika aku mati saat itu pun pasti tak akan ada yang berkabung untukku. Bersedih dan menangis untukku."ujar Sisi. Luna merasa terhenyak mendengar perkataan Sisi.


"Kau benar. Pembunuh seperti kita, dengan kedok mata-mata dan tanpa orang tua. Siapa yang akan menangis saat kita mati nanti?"ujar Luna mengingat kesedihan dirinya. Sisi tersenyum melihat Luna membenarkan ucapan Luna. Smartwatch Luna bergetar membuyarkan obrolan mereka tentang kematian masing-masing.


"Iya Coky?"jawab Luna.


"Baiklah."katanya lagi.

__ADS_1


"Asisten Coky meminta kita berlatih di camp militernya tuan Rain seperti kita pertama masuk dahulu."ujar Luna. Sisi mengangguk dan segera merapikan alat yang mereka gunakan untuk berlatih tadi. Mereka lalu pergi mengendarai mobil menuju camp militer.


Dua hari sebelum hari H.


"Kalian sudah bekerja keras dalam berlatih. Semoga kali ini persiapan kita sesuai dengan prediksi dan berhasil sesuai rencana."kata Coky saat di basecamp menyampaikan susunan strategi.


"Meski Pak Arman adalah agen rahasia dan membawa beberapa anak buahnya tapi kita tidak bisa bergantung padanya. Kita juga harus melindungi diri kita sendiri. Candra memiliki banyak sindikat diluar. Bisa saja pelayan gedung dan tamu undangan adalah orang-orangnya."jelas Coky. Luna dan Sisi pun mengangguk mengerti.


"Sisi kau yang bertugas lebih dekat dengannya, jadi berhati-hatilah. Jaga dirimu baik-baik agar tetap hidup."ujar Coky. Sisi mengangguk dengan pasti.


"Baiklah. Persiapkan diri kalian dan istirahatlah dengan baik untuk sekarang."kata Coky sambil berdiri menyudahi penjelasannya.


"Baik. Saya akan pulang terlebih dulu."kata Sisi berpamitan lalu membungkukan badan.


"Tetaplah hidup. Kali ini kumohon."kata Coky pada Luna. Luna tak menjawab, dia memalingkan wajahnya dan tangannya mencoba meraih gagang pintu.


Coky menangkap tangannya dan menguncinya keatas kepalanya. Dipegangnya dagu Luna lalu diciumnya bibir Luna dengan mendalam. Luna tak melawan, dia menerima ciuman Coky kali ini. Nafas mereka tersengal. Luna terjatuh ke pelukan Coky. Dia memeluk Coky erat.


"Kali ini jangan terluka lagi."bisiknya pada Coky. Coky tersenyum mendengar ucapan Luna.


"Pasti."jawabnya lalu menatap wajah Luna. Mereka lalu berciuman lagi.


Hari H di dalam gedung tempat bussines party.

__ADS_1


"Selamat datang." sapa penerima tamu dalam gedung dengan senyum ramahnya.


Sisi mengangguk dan tersenyum manis dengan lebar. Dia mengenakan gaun panjang berwarna merah dan Rain juga mengenakan suit hitam berkemeja merah berdasi hitam. Sisi menggandeng lengan Rain memasuki area ballroom. Asisten Coky juga hadir menggandeng Luna sebagai partner kali ini. Mereka mengenakan setelan dan gaun berwarna senada. Suit dan gaun berwarna silver terlihat elegan dikenakan mereka. Di dalam aula gedung semua orang saling sapa dan bersulang gelas wine sambil berbincang.


Banyak orang yang mendekati Rain karena ingin berbincang untuk bekerjasama dengan perusahaannya. Mereka juga malah teralihkan oleh kecantikan Sisi sebagai pendampingnya. Hingga banyak dari mereka yang langsung ingin mendapat kontrak dengan Rain.


"Ting ting ting."suara dentingan gelas wine dari mikrofon membuat tamu undangan terdiam.


"Selamat datang dan selamat malam kepada hadirin dalam pesta malam ini. Acara ini untuk mengapresiasi kepada Tuan Rain Aditama yang menjadi CEO perusahaan Aditama periode ini. Selamat kepada Tuan Rain. Dan untuk hadirin sekalian silahkan menikmati pestanya."kata MC sambil melambaikan tangannya kepada para pemusik yang mengisi acara tersebut.


"Selamat Tuan Rain."semua orang mengangkat gelas wine dan memberi selamat. Rain berterima kasih sambil mengangkat gelas wine dan tersenyum lebar.


"Dia bisa tersenyum begitu juga rupanya."kata Sisi dalam hati yang menatap Rain sambil tersenyum lebar juga.


Acara berlangsung sangat meriah hingga waktunya berdansa dimulai. Banyak pasangan yang mulai berdansa.


"Maaf Tuan Rain. Jika tidak keberatan bolehkah saya berdansa dengan patner Anda?"tanya seorang relasi kepada Rain saat sedang berbincang. Rain lalu melirik pada Sisi yang sedang sibuk berbincang dengan partner perempuan yang lain.


"Ah maaf Pak Dendi. Partner saya baru sembuh dari sakit, saya takut nanti dia kelelahan sebelum berdansa dengan saya."tolak Rain dengan halus. Dendi menganguk mendengar alasan Rain.


"Ah sayang sekali. Mungkin lain waktu. Dia sangat cantik anda sangat beruntung Tuan."ujar Dendi. Rain tersenyum sambil mengangguk mendengar perkataan Dendi.


"Ah, musik dansa ketiga. Mohon maaf saya permisi dulu sekalian."pamit Rain pada para laki-laki yang berbincang dengannya sedari tadi. Mereka mengangguk mempersilakan Rain meninggalkan mereka.

__ADS_1


🐾🐾


__ADS_2