GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 97


__ADS_3

Ya, cerita yang ia ceritakan kepada Rain adalah benar, dan itu adalah masa lalu Fariska.


Dan yang diundang setiap perayaan ulang tahun Rain bukan hanya teman sekolahnya tapi juga anak-anak dari rekan kerja Andra Aditama.


Keesokan harinya..


perayaan ulang tahun Rain di adakan dengan meriah. Karena setiap tahun yang diundang bukan hanya teman sekolahnya tapi juga anak-anak dari rekan kerja Andra Aditama.


Hari ini Velicia juga menghadiri acara tersebut, dengan undangan dari Fariska dengan dalih untuk menggantikan Belleza yang di undang oleh Andra suaminya. Padahal Andra dan Fariska pun tahu jika Belleza dan Regan sudah pindah ke luar negeri sebulan yang lalu. Namun ini hanya alasan yang mereka buat untuk mempertemukan Angel dan Velicia.


Angel hadir atas permintaan Rain semalam kepada Omnya itu karena ingin tiup lilin bersama Ibu dan Tantenya. Candra pun mengiyakan permintaan anak kecil itu karena sebenarnya ia pun tidak begitu peduli dengan acara semacam itu, yang terpenting untuknya adalah Angel tidak macam-macam di belakangnya.


"Velic.."


"Angel.."


Dua sahabat itu akhirnya bertemu. Mereka kini berpelukan saling melepas rindu.


"Apa kabarmu?" tanya Velicia menelisik fisik sang sahabat.


"Aku baik. Aku baik-baik saja sekarang." jawab Angel dengan menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Lalu bagaimana dengan mu? Aku dengar kau sudah menikah? Aku tahu dari kakak ipar. Maafkan aku tidak bisa hadir di pernikahanmu. Suami mu sangat tampan dan sering muncul di layar televisi. Kau hebat sekali, pandai memilih suami." kata Angel panjang lebar tanpa jeda seolah ingin sekali berbicara lama dengan sahabatnya ini.


"Oh Angel, jangan pura-pura baik-baik saja, dia tidak ada di sini. Aku sudah tahu semuanya dari Fariska. Kami berteman baik, dia menceritakan semuanya yang kau ceritakan semalam." ujar Velicia memeluk pundak sahabatnya lebih erat.


Angel kembali terisak setelah tadi malam ia sudah terisak di depan kakak iparnya. Mereka kini di ruangan pribadi Fariska, Fariska sengaja mengatur tempat untuk pertemuan mereka. Karena Fariska juga tahu jika di kediamannya disusupi oleh mata-mata milik Candra. Angel semakin mengeratkan pelukannya pada sahabatnya itu.


"Ah Angel, jangan terlalu kencang." ucapnya sedikit melonggarkan lengan Angel pada bagian perutnya.


"Kenapa?" tanya Angel melepas pelukannya dan kini melihat Velicia sedang mengusap perutnya.


"kau..?"


"Iya, aku hamil. Baru tiga minggu, dan Armana sangat protektif sekali padaku. Lihat kan tadi dia memberiku seorang pengawal?" jawab Velicia dengan raut bahagia.


"Oh Velicia, selamat ya. Aku ikut berbahagia. Oh Tuhan terima kasih orang-orang yang aku sayang hari ini berbahagia semua." kata Angel mengucapkan selamat kepada Velicia lalu menengadahkan kepalanya berterima kasih kepada Tuhan.


"Iya Angel, terima kasih juga. Ingat, kau juga harus bahagia meski kenyataannya untuk mu saat ini sangat berat." kata Velicia dengan nada sendu di balik senyum semangatnya untuk Angel.


"Apa.. kau masih di kurung sampai sekarang?" Velicia bertanya dengan hati-hati agar pertanyaannya tak melukai hati sahabatnya. Angel menjawab dengan mengangguk.

__ADS_1


Mereka kemudian duduk lalu Angel bercerita jika sering kali dia meminta di ceraikan atau berusaha kabur dari Candra. Bahkan untuk sekedar lari ke kediaman Andra, Rumah Besar saja rasanya sangat sulit. Padahal kediaman mereka berada di tanah yang sama.


Pernah suatu kali Angel ingin mencoba bunuh diri karena lelah dengan hidupnya kala itu. Dia merasa hidupnya percuma, ia hidup tanpa siapapun yang ia kenal. Ia hidup hanya untuk makan, seperti itu rasanya.


Namun kala itu Candra mencegahnya dan Candra malah melukai dirinya sendiri.


"Punya keberanian untuk mati kau? Lihat ini!" teriaknya kala itu saat dia meraih pisau buah dari tangan Angel lalu menggoresnya ke telapak tangannya sendiri. Darah segar seketika mengucur deras dari telapak tangan Candra.


Angel yang di hadapkan kejadian itu lalu berteriak histeris, kemudian para pelayan dan pengawal datang ke kamarnya. Dari situ Angel tidak berani untuk melakukan tindakan bunuh diri lagi.


"Aku akui, dia tidak pernah kasar kepadaku atau menyakitiku jika aku tidak memulai percakapan yang membuatnya terpancing emosi. Dia juga bertanggung jawab kepada ku untuk makanan, pakaian dan kesehatanku." jelas Angel.


"Hanya saja aku tidak bisa hidup satu atap dengan pembunuh kedua orang tuaku Velic, aku tak bisa menghirup udara yang sama dengannya." jelas Angel lagi dengan emosi yang di tahan.


Kini mereka tak lagi menangis. Perasaan masing-masing sudah tenang sekarang dan rindu mereka sudah terobati.


"Kau harus kuat ya! Mungkin akan sangat lama. Tapi aku pasti akan membantu mu, begitu juga dengan Fariska. Tuan Andra sebenarnya juga sangat waspada terhadap Candra." ujar Velicia mengusap-usap bahu Angel.


"Iya Velic, aku akan kuat bertahan sampai waktunya nanti. Aku juga tidak akan mati sia-sia sebelum melihat dia merasakan lebih apa dari yang kurasakan." ujar Angel setelah mendapat semangat dari sahabatnya. Velicia kembali memeluk Angel untuk memberikan kekuatan.


"Maaf.. apa kau dan dia melakukannya?" tanya Velicia dengan hati-hati lagi mengenai hal yang sensitif untuk Angel.


"Tidak. Kami tidur di kamar yang terpisah. Dia tidak menginginkannya dan aku juga tidak akan mengijinkannya." tegas Angel yang mengerti tentang arah pembicaraan Velicia.


"Terserah jika dia ingin bermain perempuan atau melampiaskannya dimana pun. Aku tidak peduli. Yang aku lakukan sebisa mungkin menghindarinya agar tak bertemu setiap saat." jelas Angel lagi dengan perasaan geram dan nada kesal menceritakan kesehariannya.


Velicia mengangguk mengerti lalu kemudian dia menghentikan bertanyanya mengenai masalah pribadi Angel. Dia tahu sahabatnya sedang berjuang untuk kuat dalam keadaan rumah tangga yang tak sehat. Tentu saja, karena Angel pun tak menginginkan pernikahan ini.


"Baiklah, untuk sekarang meski kita tidak bisa berkomunikasi secara langsung tapi Fariska berjanji akan menempatkan pelayan yang bisa ia percaya untuk kita agar bisa berkomunikasi lagi." ucap Velicia meyakinkan sahabatnya.


"Hari ini ulang tahun Tuan Muda Rain, mari kita juga ikut merayakannya di hari bahagia ini." imbuh Velicia. Angel pun mengangguk lalu kemudian mereka membersihkan muka masing-masing dan merapikan make-up yang sempat rusak karena air mata tadi.


Sekali lagi mereka tertawa saling menatap satu sama lain dan kemudian berpelukan tanda untuk perpisahan.


"Tetaplah bertahan. Kamu kuat!" ucap Velicia setelah melepas pelukan dari sahabatnya. Angel mengangguk sekali lagi, kemudian mereka keluar dari kamar itu lalu menghampiri keramaian pesta milik sang empunya rumah.


"Bagaimana? Sudah?" tanya Fariska yang melihat mereka keluar menghampiri ke arahnya secara bergantian. Velicia dan Angel pun mengangguk secara bersamaan dari jarak yang jauh lalu saling mengulas senyum di bibir mereka.


"Terima kasih." bisik Angel kepada Fariska setelah sebelumnya ia menjaga jarak lebih jauh dari Velicia. Takut saja kalau ada mata-mata Candra di rumah Fariska.


Velicia pun juga sangat berterima kasih karena berkat ide kebaikan Fariska ia dan Angel bisa bertemu lagi setelah sekian lama.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun untuk putra Nyonya Fariska. Saya datang mewakili kakak saya, Tuan Regan dan Nyonya Belleza. Ini hadiah kecil dari mereka untuk putra anda." ucap Velicia untuk basa-basi agar tak terlalu menonjol gerak geriknya mendekati Fariska. Ia kemudian menyerahkan sebuah paper bag yang kemudian di sambut oleh Fariska.


"Terimakasih Nyonya Velicia, sampaikan ucapan terima kasih kami untuk Tuan Regan dan Nyonya Belleza. Kami sangat senang menerima hadiahnya." sahut Fariska. Mereka pun lalu menikmati acara ulang tahun Rain yang juga di hadiri oleh kolega-kolega Andra dan teman sosialita Fariska.


"Bagaimana acaranya?" tanya Arman yang sedang membelai lembut surai panjang sang istri.


"Menyenangkan." jawab Velicia yang bersandar manja di pundak suaminya. Kehamilannya membuatnya ingin selalu bermanja kepada sang suami jika mereka sedang berdua saja di rumah.


"Kau bersenang-senang?"


"Mm.. Arman.. aku juga bertemu Angel. Dia baik-baik saja, terlihat sehat tapi badannya tetap saja kecil seperti terakhir kali aku bertemu dengannya saat pernikahannya. Aku sangat kasihan padanya." ucap Velicia dengan nada memelas.


Iya setelah teman dan rekan kerja Rehan sering memanggilnya Arman saat Velicia ikut menemaninya untuk pertemuan bisnis, kini Velicia juga ikut memanggil sang suami dengan sebutan Arman. Apalagi nama itu terdengar lebih dewasa untuk panggilan kepada laki-laki yang menjadi calon ayah itu.


Armana menghela nafas panjang lalu menghembuskannya sekaligus.


"Harus bagaimana kita?" tanya Arman, mengingat dulu saat menyelidiki tentang kematian Subaki, Velicia dan Arbre sempat mendapat ancaman. Dia juga ada takutnya jika terus melangkah lebih lagi Velicia tidak akan aman. Dia menghawatirkan istri dan janin yang dikandungnya saat ini.


"Fariska juga sudah tahu tentang fakta itu. Malam saat aku bertemu dengan Candra di acara itu, dia tahu dari sana lalu meminta Angel menceritakan segalanya." jawab Velicia mengerti kegelisahan sang suami.


"Kini Fariska juga akan mencoba menyusupkan seseorang ke kediaman Candra untuk mengawasi Angel agar dia baik-baik saja dan bisa tahu kabar mengenainya." jelas Velicia. Arman mengangguk-angguk menyimak cerita Velicia.


"Jadi kau bisa tahu kabar sahabatmu dari nyonya Fariska."


"Iya. Fariska juga merasakan kesedihan Angel. Aku rindu dia Arman." ucap Velicia lalu memeluk tubuh sang suami dengan erat. Arman menyambutnya lalu mengusap-usap lengan atas sang istri.


"Tuan Andra Aditama meminta kerjasama antar perusahaan, tapi belum aku sanggupi karena aku ragu dan belajar dari pengalaman ayahmu. Tapi mendengar cerita mu jika mereka membantu Angel, mungkin kita bisa berada di pihak yang sama." kata Arman mengingat Andra pernah mengajukan kerjasama di sebuah proyek. Meski proyek itu tergolong kecil untuk perusahaan seperti yang mereka pimpin.


"Kalau kita ingin tahu lebih kita harus lebih dekat dengan mereka bukan? Kita ajak mereka mencari kelemahan Candra dan kau juga bisa tahu kabar tentang Angel lebih sering." usul Arman.


"Iya aku setuju." sahut Velicia dengan cepat.


Dari percakapan malam itu kini pasangan Andra-Fariska, Armana-Velicia menjadi lebih dekat, apalagi kini kedua perusahaan yang laki-laki itu pimpin menjalin hubungan kerjasama. Tanpa mereka tahu niat hati mereka sebenarnya sama, dan mereka kini benar-benar waspada terhadap Candra.


🐾🐾


...----------------...


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.

__ADS_1


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


__ADS_2