GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 90


__ADS_3

Setelah ada lima belas menit bersandar, Velicia mencoba beranjak turun dari ranjang, ingin ke kamar mandi. Sialnya kakinya pun terasa lemas untuk dia berpijak. Rehan dengan cepat menyanggap tubuh sang istri, dia kemudian menyibak selimut yang membelit tubuh istrinya lalu menanggalkannya.


Di gendong nya ala bridal tubuh Velicia menuju kamar mandi lalu diletakkannya dalam bathtub.


Kemudian ia mengalirinya dengan air hangat. "Bagaimana? Sudah pas?" tanya Rehan yang sedang merasakan suhu air dengan tangannya.


Velicia mengangguk, "terima kasih."


"Aku yang berterima kasih. Dan maaf sampai membuat mu seperti ini." ucap Rehan sambil membantu Velicia menggosok tangan, kaki dan badan sang istri. Tak lupa juga membantunya keramas.


Velicia tersenyum dengan menyembunyikan senyumannya di dalam air yang tertutup penuh busa sabun. Meski tubuh Velicia sekarang ini dalam keadaan polos namun itu tak membangkitkan nafsu pada diri Rehan, karena yang terlihat dimatanya sekarang adalah istrinya yang sedang sakit.


Karena Velicia tak mampu berdiri, Rehan membilas rambut dan badan Velicia dengan shower genggam yang tersedia di bathtub. Setelah selesai membalut tubuh Velicia dengan bathrobe dia menggendongnya kembali dan meletakkan dengan perlahan di atas kasur.


"Tunggu sebentar ya, aku akan ambilkan makan." ujar Rehan.


"Apa kau tidak lelah? Sekarang harus memasak." tanya Velicia menahan lengan sang suami.


Rehan tersenyum, "aku sudah masak tadi dan juga sudah makan duluan. Di sana sudah ada makanan yang aku sediakan untuk mu tadi."


Dia berjalan menuju pintu, saat akan membuka pintu kamar mereka dia berbalik ke arah Velicia. "Aktivitas tadi mengeluarkan banyak tenaga dan juga membuat ku lapar." ucapnya sambil tersenyum jahil menggoda sang istri.

__ADS_1


Velicia tertunduk mengalihkan pandangannya dari Rehan, dia tersenyum malu. "Ck dasar, membuat ku malu saja." gumamnya setelah Rehan keluar dari kamar.


Pagi berikutnya..


"Apa masih sakit?" tanya Rehan yang melihat Velicia masih berjalan dengan gaya pengantin adat sambil terkadang meringis menahan sakit.


Velicia menggeleng, "hanya sedikit perih."


"Kita periksakan saja. Aku tidak tenang besok meninggalkan mu untuk bekerja sedang kau masih sakit." ucap Rehan yang beranjak dari duduknya lalu mengambil kunci mobil.


Velicia tak menolak, dia juga merasa tak nyaman dalam beraktivitas jika hanya menahannya saja.


"Ini hanya luka lecet, dan hanya sedikit kok. Nanti saya kasih salep ya." ucap dokter cantik yang memeriksa Velicia.


Ah sekarang mereka tertunduk malu dan baru paham. Setelah selesai pemeriksaan mereka lalu kembali pulang.


"Apa.. orang bule tidak tahu tentang hal itu? Menurut film yang aku tonton biasanya kan mereka jago-jago." celetuk Velicia dengan polosnya saat ini mereka sedang di dalam mobil perjalanan pulang.


Seketika Rehan membolakan matanya yang masih lurus menatap ke depan fokus pada jalanan. "Film apa yang kamu tonton? Jago apa maksud mu?" tanya Rehan mengalihkan pandangannya ke arah Velicia. Menatap wajah istrinya itu penuh arti.


Velicia nyengir kuda, "heheh.. ya film-film dewasa. Kan banyak tuh yang jadi aktornya orang bule." jawab Velicia sambil meremat tangannya karena salah tingkah.

__ADS_1


Dengan segera Rehan menepikan mobilnya di bahu jalan. Dadanya bergemuruh tak karuan, antara ingin tertawa dan juga marah. Masa iya istrinya belajar edukasi hubungan suami istri sampai sejauh itu, melihat milik orang lain lebih tepatnya pria lain meski itu hanya lewat sebuah film. Iya kalau film itu memakai sensor tapi kalau full HD kan.. Dia menghela nafas kasar lalu menghembuskan nya perlahan.


"Velicia.. mulai sekarang, hentikan kegiatan buruk mu itu. Jangan lagi melihat film-film seperti itu lagi. Kalau kau penasaran dan ingin melakukan prakteknya, tinggal bicara pada ku saja." ucapnya perlahan sambil menahan sesuatu. Entah marah, kesal atau malu.


"Lalu, aku bukan pria bule, aku hanya keturunan, campuran. Ayah ku asli orang pribumi, kau tahu itu." perlahan Rehan menjelaskan.


"Dan lagi, kau tahu posesif nya ayah ku kan. Aku keluar saja bahkan di awasi oleh pengawal ketika dulu aku pernah beberapa kali dekat dengan beberapa perempuan yang bisa disebut pacar. Bahkan saat kencan pun mereka berada di sekitar ku. Kau tahu apa tujuannya? Agar aku tidak berbuat lebih dengan para perempuan itu apalagi sampai menabur benih ku sembarangan." jelas Rehan lagi.


"Kau pasti sudah tahu jika ayah tidak memperbolehkan aku untuk datang ke rumah teman perempuan ku atau membawa perempuan ke rumah kalau aku tidak bermaksud serius kepadanya. Kau adalah wanita satu-satu yang aku bawa ke rumah dan dengan serius menikahi mu dengan meminta restu ayah. Jadi jangan samakan aku dengan aktor film-film itu." ucapnya panjang.


"Kena mental aku disamakan dengan mereka." ucapnya di final penjelasannya sembari sedikit mendengus kesal.


Glek.


Velicia yang merasa bersalah tertunduk kepalanya, malu tentu saja. Susah sekali rasanya hanya untuk menelan ludah. Salah sendiri bicara sembarangan. Apa suaminya itu sekarang marah? Dia takut.


🐾🐾


...^^^----------------^^^...


hola readers πŸ‘‹

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’


__ADS_2