
hola readers.. karya ini aku ikutkan dua perlombaan ya. buat kalian yang baca karya ku tolong kasih vote like dan komennya untuk semangat author. terima kasih π
...- - - - - - - - - - -...
Mereka pun tertawa dengan kelucuan Rain saat mereka mengajak Rain mengobrol sedikit tentang dirinya. Rain masih bersekolah di TK dan dia bercerita jika dia sering ikut acara lomba yang sekolahnya adakan. Dia juga sering mendapatkan juara dalam mengikuti kegiatan lomba yang sekolahnya adakan.
"Ah, apa nyonya Velicia dan nyonya yang lainnya sudah makan? Kalau belum saya akan pesankan makanan untuk kita makan siang." tawar Fariska yang dirinya kini merasa haus dan juga lapar karena tadi sebelum bertemu Velicia, Belleza dan Riska ia sedang jalan-jalan untuk berbelanja terlebih dahulu.
"Ah belum, kami juga tadi baru mengobrol sebentar dan baru memesan minuman." jawab Belleza.
"Nyonya untuk mengakrabkan diri lebih baik kita saling panggil nama saja, saya merasa kurang nyaman dengan panggilan nyonya karena saya masih singel." kata Riska dengan sedikit malu.
Fariska yang mendengarnya lalu terkekeh dan meminta maaf. "Maafkan saya Nona, saya tidak tahu sama sekali. Baiklah jika tidak keberatan saya akan memanggil kalian dengan nama."
"Tentu saja." Ucap Velicia Belleza dan Riska secara bersamaan. Mereka pun kembali tertawa.
Kini mereka sedang menikmati makan siang dengan makanan yang di pesan oleh masing-masing namun Fariska yang membayarnya. Sebagai tanda pembukaan pertemanan, katanya.
"Selamat ya Belleza, semoga bayi dan ibunya sehat dan selamat sampai melahirkan nanti." ucap Fariska setelah mengetahui jika Belleza sedang hamil empat bulan. Mereka kembali mengobrol khas obrolan perempuan setelah acara makan siang mereka selesai.
"Dan untuk kamu Velicia, semoga lekas di beri kepercayaan untuk mengandung juga." ucapnya mendoakan Velicia juga.
"Untuk Nona yang satu ini, semoga cepat ada ketertarikan dalam menikah. ucapnya lagi di tujukan untuk Riska.
"Aamiin." jawaban yang kompak dari mereka bertiga.
GRIYA CEREMAI
"Kak Belle sedang hamil, sudah tahu?" tanya Velicia yang sedang melepas dasi kemudian membuka kancing kemeja sang suami yang baru pulang dari kantor.
"Iya, aku sudah tahu lebih dulu dari kak Regan." jawab Rehan lalu mencium kening sang istri.
"Ah tentu saja, pasti kak Regan sangat bahagia lalu memberi tahu mu secara langsung." kata Velicia lalu menyiapkan baju ganti untuk sang suami pada walk in closet.
__ADS_1
"Ingin makan atau mandi terlebih dahulu?" tanyanya pada Rehan setelah keluar dari ruang ganti.
"Aku ingin mandi dulu." jawab Rehan.
" Baiklah. Aku menyiapkan makan dulu." kata Velicia lalu berjalan keluar menuju ke ruang makan.
Di kediaman utama keluarga Aditama.
"Sebentar lagi Rain akan memasuki sekolah baru. Dia akan jadi anak primary school. Tingkahnya semakin aktif saja dan selalu kagum dalam hal-hal baru." kata Fariska seperti memberi laporan keseharian anak semata wayangnya kepada sang suami.
Rain sedang tertidur pulas di dalam kamarnya dengan kedua orang tuanya yang sedang menghampirinya sebelum mereka tidur, memastikan keamanan dan kenyamanan sang putra.
"Oh iya, aku tadi bertemu dengan Velicia dan juga Belleza, istri Tuan Regan Armana. Katanya mereka akan pindah dan menetap di luar negeri, kau sudah dengar?" tanyanya kepada sang suami yang sedang mengabadikan momen tidur sang putra menggunakan handphone miliknya.
"Iya aku sudah tahu. Kami juga sedang melakukan kerjasama dalam proyek kecil dan aku juga bekerjasama dalam proyek pembangunan gedung properti milik orang tua nyonya Belleza. Kau memangilnya dengan sebutan Belleza, apa kalian sudah seakrab itu?" jelas Andra yang juga mempertanyakan kedekatan istrinya dengan istri para pemilik perusahaan yang lainnya.
"Iya, kami mencoba mengakrabkan diri siang tadi. Mereka sangat welcome dan sangat asik untuk diajak mengobrol dalam hal apapun." jawab Fariska dengan senyum bahagia yang terukir.
"Kau menyukai mereka?" tanya Andra yang melihat istrinya terlihat bahagia dan semangat membahas teman barunya.
Velicia, Belleza dan Riska berbeda dengan teman-teman kumpul sosialitanya yang hanya membahas tentang jalan-jalan, liburan ke luar negeri, barang-barang mewah dan hal lain yang termasuk dalam kategori pamer.
"Tentu saja." jawab Fariska.
"Aku jadi terpikirkan oleh video mu minggu lalu. Dua bulan lagi ulang tahun Rain, bagaimana kalau kita mengundang mereka, untuk mempertemukan Angel dan nyonya Velicia." tiba-tiba sebuah ide terlintas di benak Andra.
"Aku setuju saja, tapi bukankah Candra akan curiga karena kita tidak memiliki kerjasama apapun dengan Velicia dan Tuan Armana. Jika dengan Tuan Regan, sudah pasti tidak menarik perhatiannya." sahut Fariska.
"Apalagi mereka belum memiliki anak, jelas akan terlihat aneh sekali jika mengudang mereka. Apalagi tidak memiliki hubungan kerabat sama sekali." sambungnya lagi.
"Kau benar. Tapi aku khawatir dengan keadaan Angel sekarang. Bagaimana kabarnya. Sudah dia menjadi korban lalu ditindas pula." kata Andra yang juga ikut memikirkan nasib adik iparnya.
"Apa perlu kita menceritakan ini kepada ibu?" usul Fariska.
__ADS_1
"Iya kau benar. Kita akan membicarakannya dengan ibu sebelum acara makan malam dan ulang tahun Rain diadakan." kata Andra yang menyetujui usul sang istri.
...* * *...
Makan malam keluarga besar Aditama untuk penyambutan hari ulang tahun Rain yang diadakan esok hari tiba.
Keluarga besar Aditama kumpul di kediaman utama Aditama, Rumah Besar.
"Selamat ya nak, besok pasti acaranya meriah dan kamu dapat banyak hadiah." ucap Candra pada Rain sambil memberikan hadiahnya.
"Terima kasih Om." sahut Rain kecil.
"Selamat ulang tahun ya sayang." tutur Angel yang setelah suaminya memberikan hadiah.
Wanita itu malam ini datang dengan memberikan hadiah yang sudah ia siapkan untuk keponakannya. Ya, dia malam ini datang ke perjamuan makan malam yang diadakan oleh Andra. Baru kali ini Angel terlihat keluar dari mansion milik Candra.
"Terima kasih juga Tante Angel." ucap Rain dengan gembira.
Selanjutnya Ratna Aditama memberikan hadiah kepada Rain. "Terima kasih Nenek." ucap Rain yang sudah menerima hadiah untuk kesekian kalinya.
"Om Rendra belum kasih Rain hadiah." ucap Rain sambil melihat kursi kosong bagian Rendra. Mukanya sedikit di tekuk sekarang.
"Om Rendra sedang di luar kota sayang, nanti kalau sudah pulang pasti langsung memberikan hadiah pada Rain." kata Andra menyenangkan hati putranya.
"Horee.. Ayah nanti telepon Om Rendra ya, ingin minta oleh-oleh juga." seru Rain lalu meminta lebih kepada sang ayah.
"Iya sayang, nanti kita telepon Om Rendra." jawab Andra. Semua orang geleng-geleng melihat tingkah Rain yang menggemaskan itu.
πΎπΎ
...^^^----------------^^^...
hola readers π
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih ππ. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih ππ.
enjoy the reading π€ π